Weda, Malutline – Personel Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Halmahera Tengah melakukan langkah proaktif dalam meningkatkan layanan kepolisian dengan menggelar sosialisasi QR Code Yanduan (Pengaduan Masyarakat), pada Selasa (25/11/2025).

Sosialisasi ini menyasar masyarakat serta personel Polres Halteng, sebagai upaya memperkuat pengawasan internal sekaligus memberikan akses pelaporan yang lebih cepat, mudah, dan berbasis digital kepada publik.

Melalui layanan QR Code Yanduan Propam Polri, masyarakat dapat melaporkan berbagai dugaan pelanggaran disiplin maupun kode etik yang dilakukan anggota Polri secara langsung melalui ponsel. Warga cukup memindai kode yang telah disediakan kemudian mengisi formulir pengaduan secara online.

“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh ruang yang aman, cepat, dan transparan untuk menyampaikan aduan, sehingga kinerja anggota Polri dapat terus diawasi dan dipercaya publik,” ujar salah satu personel Si Propam dalam kegiatan tersebut.

Dengan hadirnya sistem ini, Propam Polres Halteng berharap terjalin interaksi yang lebih terbuka antara masyarakat dan institusi kepolisian, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional serta bebas dari penyalahgunaan wewenang.

Propam menegaskan, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, demi menjaga marwah institusi Polri di mata masyarakat. (Red)

Weda, Malutline— Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Halmahera Tengah, Ipda Masqun Abduqish, kembali menyampaikan pesan moral yang menyentuh tentang pentingnya kejujuran dan kecintaan terhadap pekerjaan. Pesan ini disampaikan sebagai bentuk dorongan bagi seluruh anggota kepolisian dan masyarakat agar selalu berpegang pada integritas.

“Cintailah pekerjaan kalian, dan jadilah orang yang jujur. Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat,” tutur Kasat Lantas, Ia menambahkan, “Jika tiga hal itu belum kalian dapatkan, mungkin kalian belum benar-benar jujur.”

Pesan tersebut mendapat banyak apresiasi dari masyarakat Halmahera Tengah. Salah satunya datang dari Wahyu, warga Weda, yang menilai bahwa sikap Kasat Lantas mencerminkan keteladanan yang patut dicontoh.

“ibu Masqun adalah sosok polisi yang rendah hati dan bijak. Pesannya tentang kejujuran itu sangat menginspirasi kami. Beliau bukan hanya bicara, tapi juga memberi contoh nyata dalam bekerja,” ujar Wahyu saat ditemui di Weda.

Menurut Wahyu, kehadiran perwira muda seperti Masqun Abduqish membawa suasana baru di tubuh Polres Halteng, terutama dalam pelayanan publik yang lebih humanis dan disiplin.

Pesan moral yang disampaikan Kasat Lantas tersebut menjadi pengingat penting bahwa kejujuran dan kecintaan terhadap pekerjaan adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan rasa hormat di tengah masyarakat. (Red)

WEDA, Malutline — Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Maluku Utara, Kasim Nurdin, mengecam keras tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah.

Perusahaan tersebut dituding telah merusak mobil pikap milik warga Desa Sagea menggunakan alat berat jenis excavator, setelah warga setempat mempertanyakan status tanah miliknya yang dipakai sebagai lokasi jetty bongkar muat material nikel.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kasim menyebut tindakan itu sebagai bentuk intimidasi dan arogansi berlebihan dari pihak perusahaan terhadap warga yang hanya menuntut haknya.

“Ini tindakan premanisme yang tidak bisa ditolerir. Perusahaan seharusnya menghormati hak warga, bukan malah menghancurkan kendaraan milik mereka dengan alat berat. Itu perbuatan yang sangat memalukan,” tegas Kasim, Minggu (12/10/2025).

Sebagai putra asli Desa Sagea, Kasim mengaku geram dengan perlakuan tidak manusiawi tersebut. Ia mendesak Kapolres Halmahera Tengah untuk segera turun tangan dan memerintahkan pihak perusahaan agar mengganti rugi kendaraan warga yang dirusak.

“Kami minta Kapolres Halmahera Tengah bertindak tegas. Mobil warga itu rusak karena ulah perusahaan. Jangan biarkan hukum tunduk pada uang dan kekuasaan,” tegasnya lagi.

Kasim juga memperingatkan, jika dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian yang adil, maka pihaknya bersama pemuda lingkar tambang akan melakukan aksi konsolidasi besar-besaran untuk menduduki lokasi tambang dan menghentikan seluruh aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

“Kalau tidak ada tanggapan, kami akan turun langsung. Kami siap duduki tambang dan hentikan aktivitasnya. Ini bentuk perlawanan terhadap kesewenang-wenangan perusahaan,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Kasim menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang di daerah seharusnya membawa manfaat ekonomi, rasa aman, dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar, bukan justru menimbulkan ketakutan.

“Perusahaan harus hadir dengan menghormati kearifan lokal, bersikap santun terhadap masyarakat, dan memberikan kontribusi positif. Bukan datang dengan cara-cara kasar seperti preman,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan tambang yang disebut-sebut bertanggung jawab atas perusakan kendaraan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. (Bur)

WEDA, Malutline — Sebuah pesan inspiratif datang dari Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah, Maskun Abdulkish. Dalam refleksi singkatnya, ia mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk menebarkan kebaikan tanpa menjatuhkan sesama.

“Jadilah terang tanpa memadamkan cahaya orang lain. Naiklah tinggi tanpa menjatuhkan orang lain, Dan jadilah baik tanpa memburukkan orang lain,” ujar Maskun Abdulkish penuh makna.

Pesan ini menggambarkan semangat kepemimpinan yang berintegritas dan rendah hati, sejalan dengan nilai-nilai Polri yang humanis. Ia menekankan bahwa keberhasilan sejati bukan tentang menjatuhkan, melainkan saling menguatkan.

Sikap positif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Halmahera Tengah, khususnya jajaran Satuan Lalu Lintas, dalam menjalankan tugas melayani dan melindungi masyarakat dengan ketulusan dan keikhlasan. (Red)

WEDA –Malutline– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Tengah terus menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Kasat Lantas Polres Halteng, Iptu Masqun Abdul kis. SH,MS.i , hadir wajah baru polisi lalu lintas yang lebih humanis, edukatif, dan ramah kepada masyarakat.

Masyarakat Halteng pun merasakan langsung perbedaan gaya kepemimpinan seorang perempuan yang membawa jiwa keibuan dalam menjalankan tugas. Menegur dengan senyum, menasihati dengan lembut, namun tetap tegas dalam aturan—itulah yang kini menjadi ciri khas pelayanan Satlantas Polres Halteng.

Dari Penilangan ke Teguran Edukatif, Salah satu langkah besar yang diambil adalah penghentian praktik penilangan langsung di lapangan. Sebagai gantinya, anggota Satlantas diarahkan untuk lebih mengedepankan teguran simpatik, edukasi berlalu lintas, serta pembinaan langsung kepada pengendara.

> “Kami ingin hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk mendidik. Karena tujuan utama lalu lintas adalah keselamatan bersama, bukan sekadar penindakan,” ungkap Kasat Lantas Halteng.

 

Helm Gratis dan Program Sosial, Satlantas Polres Halteng juga meluncurkan program pembagian helm gratis kepada pengendara yang belum memenuhi standar keselamatan. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, karena tidak hanya menegur, tetapi juga memberi solusi nyata untuk keselamatan di jalan.

Selain itu, Kasat Lantas juga aktif menggandeng komunitas, sekolah, dan tokoh masyarakat dalam menggelar sosialisasi budaya tertib lalu lintas sejak usia dini.

Sosok Pemimpin Perempuan, Sosok Ibu di Jalan Raya, Banyak masyarakat Halteng menilai bahwa kehadiran Kasat Lantas perempuan menghadirkan warna baru dalam pelayanan polisi lalu lintas. Jiwa keibuan menjadikan setiap teguran terasa sebagai nasihat seorang ibu kepada anaknya, sehingga lebih mudah diterima dan menumbuhkan kesadaran tanpa rasa tertekan.

Menuju Budaya Berlalu Lintas yang Lebih Baik, Dengan pendekatan humanis dan program nyata, Satlantas Polres Halteng berharap bisa menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Lebih dari sekadar aturan, keselamatan jalan raya kini dikemas sebagai gerakan bersama yang penuh rasa kekeluargaan. (Red)