Malut Line

TERNATE, MALUTLINE. Com  Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kesultanan Ternate atas berpulangnya salah satu tokoh adat, Almarhum Mas’ud Subarjo, yang menjabat sebagai Kimalaha Labuha Kesultanan Ternate.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan bagi keluarga besar, kerabat, serta masyarakat yang mengenal sosoknya sebagai tokoh yang memiliki perhatian terhadap pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai luhur Kesultanan Ternate.

Semasa hidupnya, Mas’ud Subarjo dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri dalam menjaga kehormatan adat dan kebudayaan. Perannya sebagai Kimalaha Labuha juga menjadi bagian dari upaya merawat tradisi serta mempererat hubungan antargenerasi.

Almarhum dikenang memiliki pribadi yang santun, tutur kata yang lembut, serta sikap bijaksana dalam berinteraksi dengan sesama. Petuah dan nasihatnya menjadi kenangan tersendiri bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya.

Kepergiannya bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi lingkungan adat dan masyarakat yang selama ini mengenal pengabdiannya.

Ucapan belasungkawa pun disampaikan dengan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Selamat jalan, Mas’ud Subarjo. Pengabdian, petuah, dan jejak perjuangan dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya akan tetap menjadi kenangan. (Red)

LABUHA, Malutline. Com  Suasana menjelang pemilihan Ketua Forum Himpunan Keluarga Galela (FOR‑HIKAGA) Kabupaten Halmahera Selatan semakin dinamis. Salah satu figur yang telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan organisasi tersebut adalah Julhadi Tuahuns, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Harian Timur.

Julhaadi menegaskan bahwa langkah maju ini bukan semata‑mata ambisi merebut jabatan, melainkan bentuk kesediaan untuk masuk ke barisan regenerasi kepemimpinan dengan membawa semangat persatuan, kekeluargaan, serta pembaruan demi kemajuan keluarga besar Galela di Halmahera Selatan.

Bagi Julhadi, FOR‑HIKAGA bukan sekadar wadah seremonial tempat keluarga besar Galela berkumpul sesekali. Lebih dalam lagi, organisasi ini adalah rumah besar yang memiliki tugas mulia untuk menjaga ikatan persaudaraan, melestarikan warisan budaya Galela, serta memperkuat solidaritas antarsesama keluarga yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kepemimpinan FOR‑HIKAGA ke depan membutuhkan sosok yang mampu merangkul semua elemen keluarga besar Galela. Organisasi ini harus dibangun di atas kebersamaan, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu,” ujar Julhaidi Tuahuns dalam pernyataannya.

Dalam perjalanan sebuah organisasi keluarga, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar terjadi. Namun menurut Julhadi, perbedaan tersebut harus diarahkan menjadi kekuatan untuk membangun organisasi yang semakin demokratis, dewasa, dan tetap berpegang pada nilai kekeluargaan.

Ia berharap proses pemilihan Ketua FOR‑HIKAGA nantinya berlangsung secara terbuka, sehat, penuh silaturahmi, serta tidak merusak ikatan persaudaraan yang telah terbangun selama ini. Siapa pun yang akhirnya mendapatkan kepercayaan harus mampu menjadi pemimpin yang merangkul seluruh pihak, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda dalam kontestasi tersebut.

Silaturahmi lintas kecamatan pun menjadi perhatian utama. Julhaidi menilai penting untuk terus menjaga hubungan erat antar keluarga besar Galela yang tersebar di berbagai penjuru Halmahera Selatan agar organisasi tidak terasa hanya milik segelintir pihak saja.

Julhaidi juga menegaskan bahwa FOR‑HIKAGA tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan pertemuan adat atau seremonial semata. Organisasi paguyuban tersebut harus mampu hadir lebih aktif di tengah masyarakat, menjalankan program sosial, mendorong peran generasi muda, merawat tradisi budaya Galela, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami ingin FOR‑HIKAGA menjadi organisasi yang memiliki program kerja nyata, bermanfaat bagi anggota, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah Halmahera Selatan,” ungkapnya.

Pengalaman Julhaidi Tuahuns sebagai Pimpinan Redaksi Harian Timur dianggap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang membekali kemampuan berkomunikasi, mengelola informasi, serta memahami dinamika masyarakat. Namun ia menegaskan, apabila nanti dipercaya memimpin FOR‑HIKAGA, kepentingan seluruh keluarga besar Galela akan menjadi prioritas utama.

Bagi Julhadi, kontestasi memperebutkan kursi Ketua FOR‑HIKAGA bukanlah pertarungan untuk menang saja. Melainkan sebuah kesempatan untuk menawarkan gagasan, menyatukan barisan, serta menegaskan kembali bahwa kepemimpinan organisasi keluarga harus berakar pada pengabdian.

Kini keluarga besar Galela di Halmahera Selatan menantikan proses pemilihan kepemimpinan FOR‑HIKAGA yang benar‑benar lahir dari kehendak bersama. Mereka berharap terpilihnya sosok pemimpin yang berintegritas, berkomitmen, serta mampu menjaga persaudaraan sekaligus membawa organisasi semakin berarti bagi masyarakat.

Pada akhirnya, FOR‑HIKAGA membutuhkan bukan hanya seorang ketua yang mampu memimpin rapat, melainkan figur yang mampu merawat ikatan kekeluargaan, menjaga warisan budaya Galela, serta membawa organisasi semakin bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Galela di Kabupaten Halmahera Selatan. (Red)

LABUHA, Malutline. Com Patroli dan razia terpadu yang dilaksanakan Polres Halmahera Selatan di sejumlah tempat hiburan malam, kafe, dan penginapan di wilayah Kota Labuha, Sabtu malam (31/10/2026), menyisakan pertanyaan terkait efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran minuman keras (miras).

Dalam operasi yang berlangsung hingga Minggu dini hari tersebut, aparat kepolisian berhasil menemukan dan mengamankan 32 botol minuman keras jenis captikus serta satu botol anggur merah dari sejumlah lokasi kafe di wilayah Labuha.

Namun, di tengah temuan puluhan botol miras tersebut, belum terdapat penjelasan mengenai tindakan hukum yang diberikan kepada pemilik atau pengelola kafe yang diduga menyediakan maupun memperjualbelikan minuman keras tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik. Jika barang bukti miras berhasil ditemukan dan diamankan, apakah pemilik atau pengelola tempat usaha juga telah dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku?

Padahal, penindakan terhadap peredaran minuman keras tidak semestinya hanya berhenti pada penyitaan barang bukti. Aparat juga perlu menelusuri asal-usul minuman keras, pihak yang memasok, serta dugaan keterlibatan pemilik atau pengelola tempat usaha.

Sebelumnya, kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIT itu diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Wakapolres Halmahera Selatan, KOMPOL Sujarwa, S.H.

Patroli dipimpin Kabag Ops Polres Halsel, AKP Sardi Duwila, S.Hi., dengan melibatkan personel gabungan dari fungsi Reskrim, Resnarkoba, Intelkam, Binmas dan satuan fungsi lainnya.

Sejumlah lokasi menjadi sasaran operasi, di antaranya Desa Tomori, kawasan tempat hiburan malam, sejumlah kafe, penginapan di wilayah Labuha, hingga kegiatan pesta ronggeng di Desa Amasing.

Selain mengamankan puluhan botol miras, petugas juga menemukan tiga orang muda-mudi di salah satu penginapan di Desa Labuha. Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolres Halsel untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak.

Petugas juga menyambangi kegiatan pesta ronggeng di Desa Amasing guna memberikan imbauan kepada penyelenggara dan masyarakat agar mematuhi batas waktu izin keramaian serta menjaga ketertiban umum.

Meski demikian, masyarakat berharap patroli dan razia yang dilakukan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau seremonial, tetapi benar-benar diikuti dengan penegakan aturan secara konsisten dan tanpa tebang pilih.

Pemilik usaha yang terbukti melanggar ketentuan terkait peredaran maupun penjualan minuman keras juga perlu mendapatkan penanganan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polres Halmahera Selatan diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status barang bukti yang diamankan serta langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas keberadaan miras di tempat hiburan malam tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai apakah pemilik atau pengelola kafe yang menjadi lokasi penemuan miras telah diperiksa atau dikenakan tindakan hukum oleh pihak kepolisian. (Red)

MALUT, MALUTLINE – Dinamika politik internal Partai Demokrat di Provinsi Maluku Utara mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Luar Biasa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat. Nama Nasri Abubakar kini mencuat sebagai satu-satunya bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara.

Nasri sebelumnya telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum pembukaan pendaftaran bakal calon ketua yang dibuka oleh panitia penyelenggara Musda.

Keikutsertaan Nasri dalam proses penjaringan tersebut menjadi perhatian dalam dinamika konsolidasi internal Partai Demokrat di Maluku Utara. Pasalnya, hingga menjelang batas akhir pendaftaran, belum terdapat nama kandidat lain yang secara resmi mendaftarkan diri untuk bersaing memperebutkan posisi Ketua DPD.

Ketua Panitia Musda, Junaidi A. Bahruddin, menjelaskan bahwa proses pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara masih dibuka hingga pukul 18.00 WIT, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Junaidi, panitia tetap memberikan kesempatan kepada seluruh kader yang memenuhi persyaratan untuk mengambil bagian dalam proses penjaringan kepemimpinan partai tersebut.

Dengan demikian, peluang bagi kader lainnya untuk mendaftarkan diri masih terbuka selama masa pendaftaran belum resmi ditutup.

Namun, apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak ada bakal calon lain yang mendaftar, maka Nasri Abubakar dipastikan menjadi satu-satunya kandidat dalam Musda Luar Biasa DPD Partai Demokrat Maluku Utara.

Situasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi Nasri untuk melanjutkan tahapan pemilihan dalam forum Musda yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2026.

Momentum Konsolidasi dan Penentuan Arah Demokrat Maluku Utara

Musda Luar Biasa ini menjadi momentum penting bagi Partai Demokrat di Maluku Utara dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.

Kepemimpinan DPD memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Karena itu, figur yang nantinya dipercaya memimpin partai diharapkan mampu membangun soliditas kader, memperkuat komunikasi politik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat.

Kemunculan Nasri Abubakar sebagai calon tunggal, apabila tidak ada kandidat lain hingga penutupan pendaftaran, tentu menjadi salah satu perkembangan menarik dalam perjalanan politik internal Demokrat Maluku Utara.

Meski demikian, status calon tunggal tidak serta-merta menjadikan proses Musda selesai. Seluruh tahapan dan mekanisme organisasi tetap harus dijalankan sesuai dengan ketentuan serta aturan internal Partai Demokrat.

Forum Musda nantinya menjadi ruang bagi peserta untuk menentukan keputusan politik organisasi, sekaligus menetapkan kepemimpinan DPD Partai Demokrat Maluku Utara untuk periode berikutnya.

Kini, perhatian tertuju pada pelaksanaan Musda Luar Biasa yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2026. Apakah Nasri Abubakar akan memperoleh kepercayaan penuh untuk menakhodai Partai Demokrat Maluku Utara? Jawabannya akan ditentukan melalui mekanisme dan keputusan forum Musda. (Red)

HALSEL, MALUTLINE – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan melakukan perbaikan jaringan pipa distribusi utama yang berlokasi di Desa Labuha, tepatnya di Jalan Oesman Syah, Sabtu (31/10/2026).

Perbaikan tersebut berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di enam wilayah pelayanan. Gangguan ini berlangsung sementara hingga pekerjaan perbaikan dinyatakan selesai.

Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa perbaikan jaringan pipa utama merupakan bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur guna menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan keandalan jaringan perpipaan, sekaligus mengantisipasi potensi kebocoran maupun kerusakan yang dapat mengganggu pelayanan air bersih dalam jangka panjang.

“Kami menyadari bahwa gangguan sementara ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Namun, perbaikan ini sangat diperlukan agar jaringan pipa utama dapat berfungsi lebih optimal serta mengurangi risiko kebocoran dan kerusakan yang lebih parah di kemudian hari,” ujar Soleman Bobote.

Adapun enam wilayah yang terdampak gangguan distribusi air bersih meliputi sebagian Kompleks Pelabuhan, Kota Lama, Tamansari, Rawabadak, Amasing Kali, dan Awanggo.

Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat di wilayah tersebut berpotensi mengalami penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran air untuk sementara waktu.

Atas kondisi tersebut, PDAM Halsel menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Masyarakat juga diimbau untuk menyiapkan cadangan air secukupnya guna memenuhi kebutuhan rumah tangga selama pekerjaan berlangsung.

Soleman menegaskan, tim teknis PDAM telah disiagakan untuk mempercepat proses perbaikan agar distribusi air bersih dapat kembali normal secepat mungkin.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya perbaikan ini. Tim teknis terus bekerja agar pelayanan air bersih segera pulih dan kembali dinikmati masyarakat,” tambahnya.

PDAM Kabupaten Halmahera Selatan berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan infrastruktur serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Perbaikan jaringan pipa utama ini diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi air bersih, sehingga pelayanan kepada masyarakat Labuha dan sekitarnya menjadi lebih optimal dan berkelanjutan. (Red)