Malut Line

HALSEL, MALUTLINE Kabar menggembirakan datang dari Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Hujan mulai mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (25/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIT. Turunnya hujan disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat, terutama para petani yang telah menantikan hujan setelah beberapa waktu terakhir menghadapi kondisi cuaca kering.

Ungkapan “Alhamdulillah, hujan akhirnya turun” menjadi gambaran rasa lega masyarakat atas turunnya air hujan yang diharapkan membawa berkah bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Sebelumnya, kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang mengalami kekeringan.

Bagi para petani, turunnya hujan menjadi harapan baru. Selain membantu menjaga kelembapan tanah, air hujan sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan menjaga produktivitas lahan pertanian.

Tidak hanya itu, hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering di sejumlah kawasan yang rawan terbakar. Namun, masyarakat tetap perlu waspada karena hujan yang mengguyur Bacan belum tentu menjangkau seluruh lokasi kebakaran di Halmahera Selatan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang masih kering.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan terus memantau kondisi wilayah terdampak kebakaran guna memastikan situasi tetap aman dan mencegah potensi kebakaran susulan.

Turunnya hujan pada sore hari ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Bacan. Di tengah kekhawatiran akibat kebakaran di sejumlah titik, hujan menghadirkan harapan agar kondisi lingkungan kembali membaik dan aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik.

Alhamdulillah, semoga hujan membawa berkah bagi masyarakat Halmahera Selatan, menyuburkan lahan pertanian, serta membantu mengurangi ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Red)

SORONG RAYA, MALUTLINE — Aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan berhasil menemukan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi yang sebelumnya diduga dirampas oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya.

Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi keamanan yang berlangsung sejak Rabu (14/10/2026) di wilayah Sorong Raya, Papua. Operasi ini disebut bertujuan mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata sekaligus menelusuri keberadaan senjata organik milik TNI yang dirampas dalam insiden sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi tersebut diawali dengan penyergapan terhadap Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya, Zakarias Fatem, di Kampung Ayata. Selanjutnya, aparat mengamankan dua komandan batalyon yang disebut sebagai Anton Fatem, Danyon Ayosami, dan Yesias Fatem, Danyon Mosata.

Keduanya dilaporkan diamankan pada Kamis (15/10/2026), setelah sebelumnya mendatangi warga di kawasan Aimasa untuk meminta makanan karena mengalami kekurangan logistik.

Dalam rangkaian operasi tersebut, ketiga orang itu disebut bersikap kooperatif dan memberikan keterangan mengenai keberadaan dua senjata api organik TNI, yakni jenis Caracal dan K3 Daewoo.

Kedua senjata tersebut diduga merupakan hasil rampasan dalam insiden penyerangan Pos Sory pada 22 Maret 2026.

Senjata Caracal Ditemukan di Sekitar Goa Ayata

Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat gabungan melanjutkan pencarian pada Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 08.20 WIT. Tim bergerak menuju kawasan Goa Ayata untuk mencari senjata Caracal, sementara lokasi lain turut ditelusuri guna menemukan senjata jenis K3 Daewoo.

Setelah melakukan penyisiran selama beberapa jam, aparat dilaporkan berhasil menemukan senjata Caracal pada pukul 12.25 WIT di sekitar kawasan Goa atau Tower Ayata. Senjata tersebut ditemukan bersama 17 butir amunisi.

Operasi pencarian senjata itu dilaporkan berlangsung aman tanpa korban jiwa maupun korban luka.

Meski demikian, pencarian belum sepenuhnya berakhir. Aparat gabungan masih melanjutkan penyisiran untuk menemukan senjata jenis K3 Daewoo yang hingga laporan tersebut disusun belum ditemukan.

Penelusuran Senjata Masih Berlanjut

Pengungkapan lokasi penyimpanan senjata tersebut menjadi bagian penting dalam upaya aparat menelusuri dugaan perampasan senjata api milik TNI. Selain mengamankan kembali persenjataan, operasi ini juga diarahkan untuk mengungkap informasi mengenai jalur penyimpanan dan distribusi logistik kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Namun, perkembangan operasi dan keterangan mengenai pihak-pihak yang diamankan tetap perlu dikonfirmasi melalui pernyataan resmi aparat berwenang agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan berimbang.

Malutline akan terus mengikuti perkembangan operasi keamanan di Sorong Raya, termasuk upaya pencarian senjata K3 Daewoo serta keterangan resmi dari pihak TNI terkait hasil operasi tersebut. (Red)

HALSEL, MALUTLINE – Kapolsek Bacan Barat, IPDA Fachry ZB, S.H., CPLA., C.Par., C.Md., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang dapat mengancam kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye bertajuk “Lindungi Diri dari Kabut Asap Karhutla” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap karhutla tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan mata.

Kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi udara yang tercemar asap.

Lima Langkah Melindungi Diri dari Kabut Asap

Dalam imbauannya, Kapolsek Bacan Barat mengajak masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk meminimalkan dampak buruk kabut asap.

Pertama, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap mulai menebal. Masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar rumah, khususnya aktivitas fisik yang dapat meningkatkan jumlah udara yang dihirup.

Kedua, menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah. Masker respirator seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu menyaring partikel halus dalam asap.

Ketiga, menutup pintu dan jendela saat asap berada di luar rumah untuk mengurangi masuknya udara tercemar. Masyarakat juga perlu menjaga kualitas udara di dalam ruangan agar tetap aman dan nyaman.

Keempat, memantau perkembangan kualitas udara serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Langkah ini penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi lingkungan terkini.

Kelima, segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas, batuk yang semakin parah, nyeri dada, atau iritasi mata yang berat. Warga diminta tidak menunda pemeriksaan apabila keluhan terus berlanjut.

Kapolsek Ajak Masyarakat Peduli terhadap Lingkungan

Melalui imbauan tersebut, IPDA Fachry ZB menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menghadapi ancaman karhutla. Upaya perlindungan diri perlu dilakukan secara konsisten, bersamaan dengan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan membahayakan keselamatan warga.

Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, hingga aparat terkait. Selain mencegah munculnya titik api, warga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan atau lahan di wilayahnya.

Imbauan Kapolsek Bacan Barat ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah ancaman karhutla.

“Kurangi paparan, jaga kesehatan.” Pesan tersebut diharapkan menjadi perhatian seluruh masyarakat Bacan Barat dan sekitarnya agar tetap waspada, melindungi keluarga, serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Red)

Malutline. Com Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi. (PB-FORMMALUT JABODETABEK) M. Reza A Syadik minta Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto segera menginstruksikan Polda Maluku Utara melakukan penyelidikan, terkait dugaan aktivitas pengangkutan ore nikel menggunakan 24 tongkang di wilayah Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, sebab sajuh ini Polda Maluku Utara dinilai hanya mengeluarkan statment pada pemberitaan online, tanpa menelusuri.

Reza menegaskan, memberi dukungan penuh sekaligus menantang Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman untuk menyelidiki, apa sebenarnya dibalik 24 tongkang yang berada di wilaya pulau gebe.

Kita tidak sedang menuding perusahaan mana yang diduga mengangkut ore nikel, pasca munculnya issue yang mencuat, tetapi sangat lumrah mencurigai, sebagai bentuk control, apalagi diwilaya gebe Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara jelas, ada aktivitas tambang nikel yang beroprasi, di antaranya, PT. Smart Marsindo, PT. Karya Wijaya, PT. Halmahera Sukses Mining, PT. Darma Rosadi, PT. Aneka Niaga Prima.

Selain itu Reza mengatakan, akan mengkonsolidasikan untuk bergerak 28 oktober 2026, terutama memberi dukungan, pada Presiden Prabowo Subianto di istana Negara berantas mafia tambang.

Kedua memberi dukungan kepada Kapolri Baru, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menginstruksikan Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman untuk melakukan penyelidikan 24 tongkang yang diduga melakukan aktivitas pangangkutan ore nikel di wilaya gebe Kab. HalmaheraTengah.

Yang jelas ada beberapa perusahaan tambang yang belum mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), salasatunya PT. Smart Marsindo.

Ini juga menjadi tugas bagi Satgas PKH agar mengontrol secara ketat, soal 24 tongkang yang diduga meangangkut ore nikel, begitupun Kementrian ESDM.

Kalaulah seandainya tumpuhan kecurigaan pada PT. Smart Marsindo memiliki kaitan 24 tongkang pengangkutan ore nikel maka perlu sanksi yang layak yaitu bagaiamana kemudian Kementrian ESDM segera mencabut IUP.

Bagi Reza, setelah Kementerian ESDM telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3.E/HK.03/DJB/2026 yang menegaskan larangan bagi pelaku usaha pertambangan tanpa persetujuan RKAB untuk melakukan kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan, termasuk pengangkutan dan penjualan, maka bisa disebut dengan perampokan sumber daya alam kategori Nikel dipulau Gebe.

Prinsipnya gelar aksi yang akan datang adalah bagian dari control, sejunlah tongkang yang berada di wilaya gebe, minimal dapat dikatahui secara transparan oleh rakyat Maluku Utara, sebab pengangkutan ore nikel dilakukan pertanyaanya milik siapa.(red)

TERNATE –MalutLine com– Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 11.40 WIT. Sebuah truk molen pengangkut beton bernomor polisi B 9067 HI dilaporkan kehilangan kendali hingga terbalik dan menimpa bangunan tempat fotokopi serta sejumlah kendaraan di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di tikungan belakang Kampus I Universitas Khairun (Unkhair), tepatnya di kawasan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Insiden ini mengakibatkan seorang mahasiswi FKIP meninggal dunia.

Korban diketahui merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester 3 yang berasal dari Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, truk molen tersebut melaju dari arah utara menuju selatan. Saat melintasi tikungan, kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman atau rem blong hingga kehilangan kendali dan akhirnya terguling.

Truk tersebut kemudian menghantam bangunan tempat fotokopi dan menimpa sejumlah kendaraan yang berada di sekitarnya. Benturan keras itu membuat warga berhamburan menuju lokasi untuk melihat kejadian sekaligus membantu proses evakuasi korban.

“Korban ada sekitar tiga orang tadi, termasuk satu mahasiswi meninggal dunia,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang dilaporkan dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka diduga terdiri atas sopir truk, pemilik tempat fotokopi, dan seorang mahasiswi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, kondisi terkini sopir truk dan pemilik tempat fotokopi belum diketahui secara pasti. Informasi mengenai identitas lengkap serta kondisi seluruh korban juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan. Dua kendaraan yang dilaporkan tertimpa truk molen yakni sepeda motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi DG 2212 YU dan mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi B 2853 TZS.

Pasca-insiden, warga tampak memadati lokasi kejadian. Aparat kepolisian tiba untuk melakukan penanganan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan informasi dan mengungkap kronologi kecelakaan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak kepolisian. Dugaan rem blong yang disampaikan warga belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama insiden tersebut.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban dan civitas akademika Universitas Khairun. Kecelakaan maut tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, terutama kendaraan berat yang beroperasi di jalan raya dan melintasi kawasan padat aktivitas masyarakat.

Masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan penanganan kasus, identitas korban, serta hasil penyelidikan lebih lanjut.