Ternate,Malutline 3 Februari 2025 Kecelakaan tragis menimpa speed boat milik Basarnas yang sedang menjalankan misi penyelamatan di perairan Oba, tepat di depan Desa Gitaraja Woda, pada Minggu (2/2) malam. Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, tujuh orang selamat, sementara satu orang lainnya, yang merupakan wartawan, masih dalam pencarian.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.30 WIT ketika tim Basarnas sedang melakukan operasi pencarian terhadap seorang penumpang kapal Cantika Lestari 10 yang sebelumnya jatuh ke laut. Kapal Cantika Lestari 10 sendiri telah berhasil menemukan empat orang dari lima penumpangnya yang jatuh ke laut dan masih mencari satu korban lainnya.

Tim Basarnas, yang menggunakan speed boat jenis Sea Rider, berangkat dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, pada pukul 21.00 WIT dalam rangka operasi SAR laut untuk membantu pencarian. Namun, dalam upaya penyelamatan tersebut, speed boat Basarnas mengalami kecelakaan dan meledak di perairan Oba. Kapal Cantika Lestari 10 yang berada di lokasi pun segera melakukan evakuasi terhadap korban dari speed boat Basarnas.

Korban Kecelakaan Dari 11 orang tim evakuasi yang berada di dalam speed boat Basarnas, berikut rincian korban:

Korban selamat:

  1. Ryan Azur Ali (PNS SAR Kota Ternate)
  2. Hamja Djirun (PNS SAR Kota Ternate)
  3. Darmanto Rauf (PNS SAR Kota Ternate)
  4. Maretang (PNS SAR Kota Ternate)
  5. Bripka Irwan Idris (Anggota Dit Polairud Polda Malut)
  6. Bripda Putra Nusantara Ruslan (Anggota Dit Polairud Polda Malut)

Korban meninggal dunia:

  1. Bharatu Mardi Haji (Anggota Dit Polairud Polda Malut)
  2. Fadli M. Malagapi (PNS SAR Kota Ternate)
  3. M. Riski Esa (Tenaga Pendukung/Honorer SAR Kota Ternate)

Korban yang masih dalam pencarian:

  1. M. Syahran Laturua, SE (Kasi Ops SAR Kota Ternate)
  2. Syahril Helmi (Wartawan/Kontributor Metro TV)

Para korban yang selamat telah dievakuasi oleh kapal Cantika Lestari 10 ke Pelabuhan Gita untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan ini. Hingga kini, tim SAR dan pihak kepolisian terus berupaya mencari korban yang belum ditemukan serta mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait insiden ini.

Kepala Kantor SAR Ternate menyampaikan duka mendalam atas insiden ini dan menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. “Kami akan terus mengerahkan seluruh upaya untuk menemukan korban yang masih hilang dan memastikan keluarga korban mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan pencarian,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di laut serta mematuhi prosedur keselamatan demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

(Red)

Ternate, Malutline – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku Utara baru saja menyerahkan dana kerohiman sebagai bentuk perhatian kepada kader partai yang belum berhasil meraih kursi dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Penyerahan dana ini dilakukan pada kegiatan Pendidikan Politik yang digelar di Hotel Grand Majang, Ternate, Sabtu (1/2).

Ketua DPW PKS Maluku Utara, Is Suaib, menjelaskan bahwa dana kerohiman ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari anggota DPR/DPRD terpilih kepada kader lain yang belum beruntung. “Di PKS, kami memiliki dana kerohiman atau dana kasih sayang. Perolehan suara seorang caleg bukan hanya hasil kerja individu, tetapi merupakan akumulasi suara dari seluruh caleg. Oleh karena itu, mereka yang terpilih memiliki kewajiban memberikan dana kerohiman kepada caleg yang belum mendapatkan kursi,” ujarnya.

Dana kerohiman ini direncanakan akan diselesaikan pada tahun 2027 dan mencakup anggota DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Maluku Utara. “Pada peluncuran tadi, anggota DPR RI Qassam Kasuba telah menyerahkan dana kerohiman secara simbolis kepada Zulkifli Hi Umar. Saya sendiri, sebagai anggota DPRD Provinsi, juga memberikan secara simbolis kepada Ibu Saefa,” lanjut Is Suaib.

Anggota DPR RI, Izzudin Alqassam Kasuba, turut menambahkan bahwa dana kerohiman ini adalah bentuk apresiasi dan motivasi kepada rekan-rekan caleg yang belum terpilih. “Karena perjuangan kemarin bukan perjuangan kita sendiri, tetapi gabungan suara dari teman-teman. Jadi itu salah satu bukti komitmen kita ke depannya, dan Insyaallah akan tuntas atau selesai di 2027,” tuturnya.

Pemberian dana kerohiman ini memiliki batas waktu hingga tahun 2027, dengan para penerima diberi kesempatan selama tiga tahun, mulai dari 2024, untuk mengumpulkan dana tersebut, baik secara langsung maupun dengan sistem cicilan hingga lunas.

(Red)

Ternate,Malutline – Polairud Polda Maluku Utara (Malut) menghimbau kepada warga masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan illegal fishing dan destructive fishing di perairan Maluku Utara. Sabtu (01/2/2025),

Himbauan Kepala Dirkektorat Polairud Polda Malut ini disampaikan oleh Pesonil Polairud Polda Malut Markas Unit Weda KP.XXX-1011 pada warga di sekitaran Pelabuhan Perikanan Desa Fidy Jaya Kec. Weda kab. Halteng dengan cara sambang dan penyuluhan menggunakan spanduk maupun menempel Brosur himbauan.

Menurut Dir Polairud Kombes Azhari Zuanda, S.I.K., illegal fishing dan destructive fishing merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem laut di Maluku Utara.

“Kita harus bersama-sama mencegah dan mengurangi praktik illegal fishing dan destructive fishing, karena dapat merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya ikan,” kata Kombes Pol Azhari.

Polda Malut telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah illegal fishing dan destructive fishing, termasuk patroli laut, penertiban, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Namun, Kombes Pol Azhari mengatakan bahwa partisipasi aktif dari warga masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas upaya pencegahan.

“Kita menghimbau kepada warga masyarakat untuk melaporkan kegiatan illegal fishing dan destructive fishing kepada pihak berwenang, serta untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan selektif,” ungkapnya.

Dengan himbauan ini, Polda Malut berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan illegal fishing dan destructive fishing, serta menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem laut di Maluku Utara.

Reporter : (Maria W)

HALSEL,Malutline – Sabtu, 1 Februari 2025 Sekitar pukul 07:00 WIT, ombak besar menghantam rumah-rumah warga di Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kejadian ini terjadi akibat kondisi cuaca buruk yang meliputi hujan deras dan angin kencang yang disertai gelombang laut yang cukup besar.

Kepala Desa Koititi, Bunyamin Wasahua, menjelaskan bahwa gelombang laut yang tinggi datang secara tiba-tiba, dipicu oleh cuaca buruk di kawasan tersebut.

Kondisi Air Laut di Rumah Warga

“Selain hujan lebat dan angin kencang, ombak besar menghantam rumah warga dan menyebabkan kerusakan di beberapa bagian rumah,” ujar Bunyamin.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, beberapa rumah mengalami kerusakan pada atap dan dinding akibat diterjang ombak. Pihak desa bersama dengan aparat setempat sedang melakukan evakuasi warga yang rumahnya terancam, serta memberikan bantuan sementara.

Kondisi Ombak yang naik dirumah Warga

Pemerintah setempat juga menghimbau warga untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. Pihak terkait akan terus memantau situasi dan memastikan bantuan serta penanganan dilakukan dengan segera.

(Red)

HALSEL,Malutline – Kantor Desa Kurunga, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), terpaksa dipalang oleh warga sebagai bentuk protes terhadap Kepala Desa (Kades) Ashar Samiuddin yang telah menghilang selama empat bulan tanpa diketahui keberadaannya. Akibatnya, anggaran desa dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) Tahun 2024 tidak terealisasi, memicu kemarahan masyarakat.

Menurut keterangan warga, absennya kepala desa telah berdampak langsung pada kelangsungan pemerintahan desa dan berbagai program pembangunan yang seharusnya berjalan. Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa selama empat bulan terakhir, pelayanan desa menjadi tidak efektif karena tidak ada kepemimpinan yang jelas.

“Kami tidak tahu ke mana perginya Kades, dan sampai sekarang tidak ada kejelasan soal ADD dan DDS tahun ini. Makanya, kami sepakat untuk memalang kantor desa sebagai bentuk protes,” ujarnya.

Selain pemalangan kantor desa, masyarakat juga mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera mencopot Ashar Samiuddin dari jabatannya. Mereka menilai bahwa ketidakhadiran kepala desa dalam waktu yang lama telah merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan desa.

“Kami meminta Bupati Halsel untuk segera mengambil tindakan tegas. Jika dibiarkan berlarut-larut, desa kami akan semakin tertinggal,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga. Sementara itu, masyarakat Kurunga berencana untuk terus melakukan aksi protes hingga ada kepastian dari pihak berwenang mengenai status Kepala Desa yang menghilang tersebut.

(Red)