HALSEL,Malutline – Sistem pelayanan di salah satu rumah sakit di Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan. Pada Kamis malam (20/2), seorang pasien yang enggan disebutkan namanya mengalami kesalahpahaman dengan dokter yang bertugas. Akibat insiden tersebut, dokter meninggalkan pasien, sehingga pasien akhirnya hanya mendapatkan perawatan dari perawat yang berjaga.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIT. Pasien tersebut sedang menjalani perawatan, namun terjadi perdebatan dengan dokter. Kesalahpahaman ini menyebabkan dokter memilih pergi, meninggalkan pasien tanpa memberikan penanganan lebih lanjut. Kejadian ini membuat pasien merasa tidak mendapatkan pelayanan medis yang layak.
Pasien yang menjadi korban enggan mengungkapkan identitasnya. Sementara itu, dokter yang bersangkutan juga belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Sejumlah perawat di rumah sakit itu akhirnya turun tangan untuk merawat pasien, meski tanpa arahan lebih lanjut dari dokter.
Kejadian ini berlangsung di salah satu rumah sakit di Halmahera Selatan pada malam hari tanggal 20 Februari 2025 sekitar pukul 21.00 WIT.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, masalah komunikasi antara pasien dan dokter menjadi pemicu utama insiden ini. Beberapa pihak menduga bahwa sistem pelayanan yang kurang baik di rumah sakit tersebut turut berkontribusi terhadap kejadian ini. Minimnya tenaga medis serta kurangnya koordinasi dalam menangani pasien juga disebut sebagai faktor penyebab buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut.
Keluarga pasien sangat menyayangkan kejadian ini dan meminta rumah sakit untuk segera mengevaluasi sistem pelayanannya. Pihak rumah sakit hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, sejumlah warga mengungkapkan bahwa kasus serupa sering terjadi, di mana pasien tidak mendapatkan pelayanan optimal akibat keterbatasan tenaga medis dan buruknya manajemen rumah sakit.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit di Halmahera Selatan. Diharapkan pemerintah daerah dan dinas kesehatan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat berharap ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar pasien mendapatkan haknya untuk memperoleh perawatan yang layak dan profesional.
(Tim Red)







