HALSEL,Malutline – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Halmahera Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap visi dan misi Bupati Halmahera Selatan dalam mewujudkan program agromaritim, khususnya pada sektor unggulan kelapa yang sejalan dengan agenda hilirisasi nasional.

Ketua PC PMII Halmahera Selatan, Dini Andriani Muhammad, menegaskan bahwa potensi daerah Halmahera Selatan sangat besar, tidak hanya dalam sektor pertanian tetapi juga sektor kelautan. Oleh karena itu, program agromaritim dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan revolusi industri di bidang pertanian secara luas.

“Konsep agromaritim ini penting untuk pemulihan ekosistem dan tata kelola sumber daya yang berkeadilan, berdaya guna, serta menyejahterakan. Selain itu, sektor ini juga dapat mendorong produksi pangan dan non-pangan yang berkedaulatan serta menciptakan industri dan perdagangan yang berdaya saing tinggi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (27/5).

PMII Halsel, kata Dini, siap menjadi mitra kritis pemerintah daerah dengan mengawal pelaksanaan program hilirisasi nasional di sektor kelapa. Ia menyebut bahwa selama ini potensi pertanian dan perikanan di Halmahera Selatan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Untuk mendukung percepatan transformasi agromaritim, kita perlu memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi robotik. Sektor ini harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Halmahera Selatan,” tambahnya.

Menurutnya, sektor pertanian dan kelautan kini menjadi tren global dalam penguatan ekonomi dan sumber investasi baru untuk pangan. Oleh karena itu, perhatian serius perlu diberikan kepada petani kelapa lokal yang selama ini belum mendapat dukungan maksimal dari pemerintah.

“PMII berharap Halmahera Selatan mampu memperkuat transformasi dan akselerasi hingga mampu menembus pasar global. Sudah saatnya petani kelapa kita mendapatkan perhatian nyata dari pemerintah,” tutup Dini. (Red)

Ternate Malutline com-Kepala Kepolisian Resor Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., memberikan piagam penghargaan kepada Kapolsek Ternate Selatan AKP Bakri Syahruddin, S.H., atas keberhasilannya mengungkap kasus minuman keras (miras) terbanyak di jajaran Polres Ternate.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Apel Jam Pimpinan yang berlangsung Senin, (26/5/3025), pukul 07.50 WIT, di Lapangan Apel Polres Ternate, Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah.

Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ternate ini merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap kinerja luar biasa anggota Polri di wilayah hukum Polres Ternate.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah personel Polres Ternate dari berbagai satuan, termasuk Sat Samapta, Sat Lantas, dan gabungan staf serta personel Resintel serta Polsek Jajaran.

Dalam amanatnya, Kapolres Ternate menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Kapolsek Ternate Selatan dan jajarannya yang telah bekerja keras sehingga mampu mengharumkan nama institusi Polri, khususnya di wilayah Kota Ternate.

AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh anggota di jajaran Kepolisian Resor Ternate.

Piagam penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap dedikasi dan kerja nyata di lapangan.

Pimpinan Polres Ternate menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi pendorong semangat bagi personel lainnya untuk terus memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas.

Susunan perangkat apel melibatkan sejumlah personel Polres Ternate, termasuk AKP Andi Idrus N. A. Collong, S.H., sebagai perwira apel; IPDA Naufal Fajar Zahira, S.Tr.K., sebagai komandan apel; serta Brigpol Novita Qurnia Mulansari sebagai pembawa acara. Pembacaan doa dilakukan oleh Bripda Aryadi dan pembawa baki oleh Brigpol Mardiana S. Mahmud, S.H.

Di akhir amanatnya, Kapolres Ternate mengimbau seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan institusi berawal dari kedisiplinan dan dedikasi individu di lapangan.

(Muksin)

Ternate Malutline com-Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si, bersama Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum, turut ambil bagian dalam kegiatan Pattimura Run, lomba lari sejauh 5 dan 10 kilometer yang digelar pada Minggu (25/5/2025) kemarin. bertempat di Markas Kodim 1501/Ternate.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Kodam XV/Pattimura, yang tahun ini mengusung semangat sportivitas dan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, dan Kapolda Maluku Utara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Danrem 152/Baabullah, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan lainnya

Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura menekankan pentingnya menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, nasionalisme, dan pola hidup sehat sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.

Ia juga menambahkan bahwa Pattimura Run bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, Kodam XV/Pattimura menunjukkan komitmennya untuk terus hadir bersama rakyat, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mempererat persatuan bangsa,” ujar Pangdam.

Ratusan peserta, mulai dari anggota TNI-Polri hingga masyarakat umum, tampak antusias mengikuti lomba yang juga menjadi ajang silaturahmi serta penguatan semangat kebersamaan warga Maluku Utara.

(Muksin)

HALSEL,Malutline– Penjabat (Pj) Kepala Desa Galala, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Marlin Kerubun, menuai kritik keras dari warga terkait sejumlah keputusan yang dianggap sepihak dan tidak transparan, termasuk pengangkatan suaminya sebagai Ketua Koperasi Merah Putih serta penundaan pembayaran honor sejumlah perangkat desa.

 

Pjs Kepala Desa Galal bersama Wakil Gubernur Maluku Utara (Istimewa)

Ketegangan bermula dari keputusan Marlin yang menunjuk suaminya, Bili Lewarion, sebagai Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tanpa proses musyawarah yang melibatkan seluruh unsur masyarakat desa. Warga menilai langkah ini cacat prosedural dan sarat konflik kepentingan.

“Musyawarah sebelumnya hanya diikuti sekitar 20 orang dan didominasi perangkat desa. Tidak ada undangan resmi kepada warga. Ini jelas tidak sesuai arahan pemerintah pusat yang menekankan keterlibatan semua elemen masyarakat,” ujar Piche Rope, pemuda Desa Galala, Sabtu (24/5/2025).

Musyawarah ulang yang semula dijadwalkan digelar pada Sabtu pagi akhirnya batal. Pasalnya, Pj Kades bersama suaminya secara mendadak meninggalkan desa menuju Labuha tanpa pemberitahuan.

Sikap Pj Kades semakin memantik kemarahan warga setelah diketahui bahwa surat pembatalan struktur kepengurusan koperasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui DPMD dan Disperindagkop, tidak diindahkan. Marlin tetap bersikeras mempertahankan suaminya sebagai ketua koperasi.

“Ini bukan hanya melanggar asas transparansi dan partisipasi, tapi juga bertentangan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 serta regulasi pembentukan Koperasi Merah Putih,” tegas Piche.

Tak hanya persoalan koperasi, Marlin juga dinilai lalai dalam menjalankan kewajiban administratif lainnya. Warga mengungkapkan bahwa honor perangkat desa, termasuk Kaur dan guru PAUD, hingga kini belum dibayarkan.

“Kami bingung, ke mana anggaran desa dialokasikan? Gaji guru PAUD dan perangkat belum dibayar, padahal ini kebutuhan dasar,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan dan mengawal jalannya pemerintahan di Desa Galala agar berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanpa praktik nepotisme. (Red)

 

Halasel,Malutline — Tumpukan sampah yang kian menggunung di kawasan perkotaan Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menjadi sorotan tajam dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Halsel. Persoalan ini dinilai mencerminkan kegagalan pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dalam menjalankan fungsi pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ketua II Bidang Advokasi PMII Halsel, Saiful Subarno, menyampaikan bahwa permasalahan sampah di wilayah tersebut sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Ia menilai persoalan ini bukan hanya soal estetika, tetapi telah berdampak serius terhadap kualitas ruang hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sampah berhamburan

“Isu persampahan menjadi masalah kompleks yang terus membesar di Halmahera Selatan, khususnya di Labuha. Pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah di area resapan air sudah sangat memprihatinkan dan mengancam kesehatan masyarakat,” ujar Saiful dalam keterangan tertulis, Senin (26/5/2025).

Menurutnya, lemahnya perhatian dan tindakan dari DLH terlihat dari masih minimnya fasilitas penunjang seperti tempat pembuangan sementara (TPS) yang layak, keterbatasan armada pengangkut, serta kurangnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami tidak melihat ada sistem pengelolaan sampah yang sistematis dan berkelanjutan. Semua sebatas program di atas kertas, tanpa realisasi yang menyentuh langsung persoalan di lapangan,” tegasnya.

Sampah Yang Semakin memprihatinkan

PMII juga menyoroti kurangnya pelibatan stakeholder seperti masyarakat, komunitas lingkungan, LSM, hingga lembaga pemerintahan lintas sektor dalam upaya penanganan sampah.

Saiful mendesak DLH, DPRD, hingga Bupati Halsel agar serius dan berkomitmen tinggi dalam menangani persoalan ini. Menurutnya, kualitas lingkungan menjadi indikator utama keberhasilan sebuah daerah.

“Jika pemerintah daerah abai terhadap pengelolaan sampah, maka jangan berharap bisa membangun citra daerah yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)