oleh

Diduga Alami Pelecehan Seksual Berkedok Pengobatan, Perempuan Ini Ungkap Pengalaman dengan Oknum yang Mengaku Dukun

TERNATE, MALUTLINE – Jagat media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang perempuan pemilik akun Facebook bernama Sintiya Melani yang mengaku mengalami dugaan tindakan pelecehan seksual oleh seorang laki-laki yang disebut-sebut menawarkan jasa pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional.

Melalui unggahan di media sosial, Sintiya Melani mengungkapkan kekesalannya terhadap seorang pria yang diduga menggunakan kedok pengobatan dan pembacaan doa untuk meminta foto bagian intim tubuh perempuan.

Dalam pengakuannya, Sintiya menyebut bahwa pria tersebut meminta dirinya mengirimkan foto alat kelamin dengan alasan untuk keperluan pengobatan. Namun, setelah foto dikirimkan, pria tersebut kembali meminta agar gambar yang diberikan dibuat lebih jelas.

Tidak hanya itu, pria tersebut juga diduga meminta melakukan panggilan video (video call/VC) dengan alasan ingin melihat secara langsung agar dapat membacakan doa untuk proses pengobatan.

Permintaan tersebut membuat Sintiya merasa tidak nyaman dan mempertanyakan alasan di balik tindakan pria itu. Ia mengaku keberatan karena proses pengobatan yang ditawarkan justru mengarah pada permintaan untuk memperlihatkan bagian intim tubuhnya.

Dalam unggahannya, Sintiya meluapkan kemarahan dan meminta masyarakat, khususnya warga Kota Ternate, membantu mengenali pria yang dimaksud agar identitas dan keberadaannya dapat diketahui.

Ia juga berharap masyarakat dapat memberikan informasi apabila mengetahui tempat tinggal maupun keluarga pria tersebut.

Pengakuan ini menjadi perhatian serius karena praktik pengobatan alternatif seharusnya tidak dijadikan alasan untuk meminta seseorang memperlihatkan bagian intim tubuh, apalagi melalui foto maupun panggilan video.

Masyarakat Diminta Waspada

Peristiwa yang diungkapkan melalui media sosial tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa pengobatan dengan cara-cara tidak wajar.

Masyarakat, khususnya kaum perempuan, diimbau tidak mudah mengirimkan foto atau video pribadi yang bersifat intim kepada siapa pun dengan dalih pengobatan, ritual, maupun pembacaan doa.

Apabila merasa menjadi korban pelecehan atau mengalami tindakan yang mengarah pada eksploitasi seksual, masyarakat dapat menyimpan bukti percakapan, tangkapan layar, serta informasi terkait untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Hingga berita ini disusun, pengakuan tersebut masih bersumber dari unggahan akun Facebook Sintiya Melani. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun klarifikasi dari pria yang dimaksud.

MALUTLINE akan terus memantau perkembangan informasi ini dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, verifikasi, dan asas praduga tak bersalah. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed