LABUHA, Malutline — Sejumlah pedagang Pasar Ramadhan di Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan keluhan mereka terkait lokasi pelaksanaan pasar yang dinilai kurang strategis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para pedagang mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan sejak lokasi pasar dipindahkan dari Lapangan Merdeka.
Dalam aspirasi yang disampaikan secara terbuka, para pedagang menyebut bahwa saat Pasar Ramadhan digelar di Lapangan Merdeka, perputaran ekonomi sangat terasa Dagangan laris, pembeli ramai, dan keuntungan yang diperoleh mampu menutupi modal bahkan mencukupi kebutuhan keluarga selama Ramadhan.
Namun, setelah lokasi dipindahkan, kondisi tersebut berubah drastis Pedagang mengaku harus mengeluarkan modal yang cukup besar untuk menyiapkan bahan jualan, tetapi penjualan tidak sebanding dengan pengeluaran. Bahkan, tidak jarang dagangan yang telah disiapkan harus rusak karena tidak terjual.
“Kami ini masyarakat kecil. Terus terang, waktu Pasar Ramadhan di Lapangan Merdeka, rezeki kami sangat cukup. Tapi sekarang, kami sering rugi. Modal besar, keuntungan sangat kecil, bahkan kadang tidak kembali,” ungkap salah satu pedagang.
Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini juga semakin menambah beban pedagang. Harga kebutuhan naik, sementara daya beli masyarakat dinilai menurun karena lokasi pasar yang kurang ramai.
Para pedagang pun memohon perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya kepada Bupati, agar dapat mempertimbangkan kembali lokasi Pasar Ramadhan seperti sebelumnya di Lapangan Merdeka.
Mereka berharap, dengan dikembalikannya lokasi ke tempat semula, geliat ekonomi pedagang kecil selama bulan suci Ramadhan dapat kembali hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk harapan agar kebijakan penempatan lokasi Pasar Ramadhan dapat berpihak pada kondisi riil pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari momentum tersebut.
Para pedagang berharap aspirasi ini dapat didengar dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah demi keberlangsungan usaha kecil masyarakat selama bulan Ramadhan. (Haji)











Komentar