HALSEL,malutline.com – Camat Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan pesan dari Bupati Hasan Ali Basam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin kepada masyarakat usai pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid An Nur, Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa, Jumat (21/2/2025).

Dalam pesan yang disampaikan, Bupati dan Wakil Bupati menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah, khususnya pasca-pelantikan kepala daerah. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengesampingkan perbedaan pilihan politik yang terjadi selama masa pemilihan dan bersatu mendukung program pembangunan daerah.

“Tahapan pemilihan telah selesai. Saatnya kita bersatu dan tidak lagi terkotak-kotak dalam perbedaan 01, 02, 03, dan 04. Mari kita bersama-sama mendukung program pembangunan yang telah dirancang dalam visi-misi Bupati dan Wakil Bupati demi kesejahteraan masyarakat Halmahera Selatan,” ujar Camat Kayoa saat menyampaikan pesan tersebut.

Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati menegaskan bahwa program pembangunan yang telah dirancang mencakup berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan pembangunan dapat berjalan optimal demi kemajuan daerah.

Warga yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik ajakan tersebut dan berharap pemerintah daerah terus berkomitmen dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Halmahera Selatan.

Dengan adanya seruan ini, diharapkan seluruh masyarakat Kayoa dan Halmahera Selatan pada umumnya dapat bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

(Tim Red)

Jakarta,Malutline – Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB-FORMMALUT) Jabodetabek mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang baru saja dilantik pada 20 Februari 2025 agar menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam perumusan kebijakan daerah. M. Reza A. S menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan determinan utama dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.

Sebagai bagian dari elemen intelektual Maluku Utara, PB-FORMMALUT menekankan bahwa akselerasi pembangunan pendidikan memiliki korelasi langsung dengan kemajuan suatu daerah. Hal ini selaras dengan amanat konstitusi dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab Negara. Tanpa adanya akselerasi pendidikan yang terstruktur dan sistematis, upaya mewujudkan kejayaan daerah akan sulit dicapai.

Namun, PB-FORMMALUT juga menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan kebijakan ekonomi yang inklusif. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat melalui optimalisasi sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, serta industrialisasi berbasis sumber daya lokal.

Ketua PB-FORMMALUT Jabodetabek mengungkapkan bahwa selama ini pengembangan SDM di Maluku Utara masih belum mendapatkan perhatian maksimal. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah provinsi yang baru untuk segera merumuskan kebijakan berbasis evidence-based policy yang mencakup peningkatan akses dan kualitas pendidikan, perbaikan sistem pelatihan vokasi, serta penguatan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah provinsi yang baru benar-benar berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas SDM. Pendidikan, pelatihan, dan penguatan kompetensi generasi muda harus menjadi agenda prioritas. Selain itu, pembangunan ekonomi harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata tanpa diskriminatif, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu,” ujarnya.

PB-FORMMALUT juga menyoroti urgensi peningkatan akses pendidikan di wilayah terpencil, juga penguatan skema beasiswa berbasis prestasi untuk masyarakat kecil yang anak anaknya mungkin berkeinginan menempuh pendidikan tinggi, namun dibatasi faktor ekonomi yang lemah.

“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada eksploitasi sumber daya alam. Transformasi ekonomi berbasis SDM harus menjadi fokus utama, agar masyarakat memiliki daya saing di era digital dan revolusi industri 4.0. Lebih dari itu, kesejahteraan rakyat harus menjadi indikator keberhasilan pembangunan yang diukur secara empiris, baik melalui peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), angka partisipasi pendidikan, maupun tingkat kesejahteraan sosial,” tambahnya.

Selain itu, PB-FORMMALUT menegaskan bahwa mereka akan terus berperan sebagai mitra kritis bagi pemerintah provinsi dalam mengawal kebijakan pembangunan di lima tahun yang akan datang. setiap program yang dijalankan akan kita kawal benar-benar.

Sebagai organisasi yang menaungi mahasiswa Maluku Utara di Jabodetabek, PB-FORMMALUT berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pembangunan SDM yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan rakyat berbasis paradigma pembangunan yang berkeadilan. Kita juga berharap pemerintah provinsi yang baru dapat mendengarkan aspirasi ini, dan dapat menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang konkret serta terukur.

Namun, jika pemerintah tidak serius dan masih menjalankan pola kebijakan yang sama seperti pemerintahan sebelumnya yang cenderung mengabaikan SDM dan kesejahteraan rakyat maka PB-FORMMALUT tidak akan ragu untuk membangun perlawanan. Sebab, perjuangan untuk kesejahteraan dan kemajuan Maluku Utara adalah tanggung jawab bersama, sebagai agen perubahan akan terus mengontrol sistem, serta menuntut kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

 

(Tim Red)

Labuha, Malutline– Sejumlah pasien dan pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha mengeluhkan kondisi toilet yang rusak dan tidak terurus. Kerusakan ini telah berlangsung lama tanpa adanya perbaikan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Ruang toilet di beberapa bagian rumah sakit mengalami kerusakan parah. Plafon di beberapa ruangan juga rusak, bahkan ada bagian lain yang mengalami kerusakan serupa. Kondisi ini semakin memperburuk kenyamanan dan kebersihan fasilitas kesehatan yang seharusnya mendukung pemulihan pasien.

Kondisi Toilet Rusak di RS Labuha tidak perbaiki

Kerusakan toilet terjadi di berbagai area, termasuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang anak, serta beberapa ruangan lainnya di RSUD Labuha.

Menurut informasi yang dihimpun, kerusakan ini telah terjadi sejak lama. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak rumah sakit untuk melakukan perbaikan.

Pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit menjadi pihak yang paling terdampak akibat kondisi toilet yang tidak layak pakai. Mereka mengeluhkan ketidaknyamanan dalam menggunakan fasilitas yang seharusnya bersih dan berfungsi dengan baik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai alasan keterlambatan perbaikan fasilitas tersebut. Namun, sejumlah pasien dan keluarga menduga kurangnya anggaran atau minimnya perhatian menjadi penyebab utama.

Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit belum memberikan respons terkait kapan perbaikan akan dilakukan. Pasien dan pengunjung berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan agar fasilitas toilet dapat kembali berfungsi dengan baik demi kenyamanan bersama.

Masyarakat dan pasien berharap pemerintah daerah serta dinas kesehatan setempat dapat segera turun tangan dalam mengatasi permasalahan ini agar layanan kesehatan di RSUD Labuha bisa lebih baik dan layak digunakan.

(Tim Red)

HALSEL,Malutline – Sistem pelayanan di salah satu rumah sakit di Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan. Pada Kamis malam (20/2), seorang pasien yang enggan disebutkan namanya mengalami kesalahpahaman dengan dokter yang bertugas. Akibat insiden tersebut, dokter meninggalkan pasien, sehingga pasien akhirnya hanya mendapatkan perawatan dari perawat yang berjaga.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIT. Pasien tersebut sedang menjalani perawatan, namun terjadi perdebatan dengan dokter. Kesalahpahaman ini menyebabkan dokter memilih pergi, meninggalkan pasien tanpa memberikan penanganan lebih lanjut. Kejadian ini membuat pasien merasa tidak mendapatkan pelayanan medis yang layak.

Pasien yang menjadi korban enggan mengungkapkan identitasnya. Sementara itu, dokter yang bersangkutan juga belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Sejumlah perawat di rumah sakit itu akhirnya turun tangan untuk merawat pasien, meski tanpa arahan lebih lanjut dari dokter.

Kejadian ini berlangsung di salah satu rumah sakit di Halmahera Selatan pada malam hari tanggal 20 Februari 2025 sekitar pukul 21.00 WIT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, masalah komunikasi antara pasien dan dokter menjadi pemicu utama insiden ini. Beberapa pihak menduga bahwa sistem pelayanan yang kurang baik di rumah sakit tersebut turut berkontribusi terhadap kejadian ini. Minimnya tenaga medis serta kurangnya koordinasi dalam menangani pasien juga disebut sebagai faktor penyebab buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut.

Keluarga pasien sangat menyayangkan kejadian ini dan meminta rumah sakit untuk segera mengevaluasi sistem pelayanannya. Pihak rumah sakit hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, sejumlah warga mengungkapkan bahwa kasus serupa sering terjadi, di mana pasien tidak mendapatkan pelayanan optimal akibat keterbatasan tenaga medis dan buruknya manajemen rumah sakit.

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit di Halmahera Selatan. Diharapkan pemerintah daerah dan dinas kesehatan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat berharap ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar pasien mendapatkan haknya untuk memperoleh perawatan yang layak dan profesional.

(Tim Red)

Halsel,malutline – Sebuah warung makan bernama “2 Putra” di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga mempekerjakan anak di bawah umur. Bocah laki-laki berusia sekitar 14 tahun terlihat bekerja di warung tersebut, mulai dari memasak nasi, menggoreng makanan, hingga melayani pelanggan.

Warung makan ini diketahui milik seorang pengusaha lokal yang belum memberikan klarifikasi terkait dugaan pekerja anak tersebut. Bocah yang bekerja di warung ini tampak harus menjalankan berbagai tugas berat, termasuk memasak dan melayani tamu sendirian.

Beberapa pelanggan mengeluhkan kondisi ini, terutama karena anak tersebut terlihat kewalahan dalam bekerja. Mereka merasa kurang nyaman dilayani oleh seorang anak kecil yang seharusnya masih bersekolah dan menikmati masa kanak-kanaknya.

Peristiwa ini terjadi di salah satu warung makan yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Dugaan pekerja anak ini sudah berlangsung selama beberapa waktu, meski belum diketahui pasti sejak kapan anak tersebut mulai bekerja di sana.

Praktik mempekerjakan anak di bawah umur bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang melarang eksploitasi anak untuk bekerja dalam kondisi yang tidak sesuai dengan hak-haknya. Selain itu, banyak pelanggan yang merasa tidak nyaman dan menilai bahwa anak-anak seharusnya mendapatkan pendidikan yang layak, bukan bekerja di lingkungan yang menuntut fisik dan tanggung jawab besar.

 

Sejumlah pelanggan mendesak pemilik warung untuk segera memberikan klarifikasi dan mencari pekerja dewasa sebagai pengganti. Beberapa pihak juga berharap adanya tindakan dari pemerintah setempat atau instansi terkait untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pemilik warung makan “2 Putra” belum memberikan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Masyarakat berharap kasus ini bisa segera ditindaklanjuti demi melindungi hak anak-anak dari eksploitasi kerja yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

(Tim Red)