Halsel,malutline – Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di samping Masjid Sultan Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, pada Kamis (27/02) sekitar pukul 14.30 WIT. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar.

Menurut keterangan warga setempat yang dihimpun Malutline.com, kebakaran bermula saat salah satu warga tengah menuangkan minyak tanah. Tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari percikan api rokok, menyebabkan api dengan cepat menjalar dan membakar empat rumah.

Selain itu, beberapa warga juga menyebutkan bahwa kebakaran diperparah oleh korsleting listrik setelah minyak tanah tumpah dalam jumlah besar, sekitar lima ton. Api pun semakin membesar hingga sulit dikendalikan.

Perugas Pemadam Kebakaran bersama Warga setempat berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran.

(Red)

Halsel,malutline – 26 Februari 2025  Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Selatan (Halsel) melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di beberapa titik strategis di wilayah Kota Bacan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama di jam-jam sibuk.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga turut membantu anak-anak sekolah menyeberang jalan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Langkah ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar mobilitas berjalan lancar dan terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Halsel menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas ini dilakukan secara rutin sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman. Ia juga mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Mari kita bersama-sama tertib dalam berlalu lintas dan selalu menjaga keselamatan di jalan. Disiplin berlalu lintas bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keselamatan orang lain,” pungkasnya.

(Red)

Halsel,Malutline– Sejumlah warga di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap mobil pengangkut sampahko milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang kondisinya sudah tidak layak pakai. Kendaraan yang mengalami kerusakan parah itu masih tetap digunakan untuk mengangkut sampah di berbagai titik, sehingga dianggap dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun petugas kebersihan.

Menurut seorang pengendara, mobil-mobil tersebut kerap mengalami kendala teknis di jalan, seperti rem blong, mesin mati mendadak, hingga bodi yang nyaris ambruk. “Kami sering melihat mobil sampah itu mogok di tengah jalan atau mengeluarkan asap tebal. Ini tentu sangat berbahaya, apalagi kalau sampai terjadi kecelakaan,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini juga dikeluhkan oleh masyarajat yang merasa tidak aman saat berkendara. “Kami khawatir kalau sewaktu-waktu mobil ini benar-benar rusak total di tengah jalan, apalagi harus bolak-balik mengangkut sampah setiap hari,” ujar salah satu masyarakat.

Sementara itu, pihak DLH Halsel belum memberikan pernyataan resmi terkait peremajaan armada pengangkut sampah yang sudah tidak layak. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan sebelum terjadi insiden yang dapat membahayakan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar mobil pengangkut sampah mengalami masalah pada sistem pengereman, kondisi mesin yang tua, serta perawatan yang minim. Hal ini diduga karena kurangnya anggaran untuk perbaikan atau pengadaan kendaraan baru.

Masyarakat dan pengendara berharap ada tindakan segera dari pemerintah, baik berupa perbaikan menyeluruh maupun pengadaan kendaraan baru agar operasional pengangkutan sampah tetap berjalan tanpa membahayakan keselamatan.

Selain itu, pengawasan terhadap kelayakan kendaraan dinas juga perlu diperketat guna mencegah terjadinya kecelakaan di kemudian hari.

Dengan kondisi saat ini, warga menuntut agar DLH segera mengambil langkah konkret sebelum insiden yang lebih besar terjadi di jalan raya.

(Red)

HALSEL,malutlinerangka mendukung kelancaran pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Halmahera Selatan melalui Bidang Bina Marga terus melakukan pembangunan dan penataan infrastruktur jalan serta jembatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas menuju lokasi penyelenggaraan STQ yang akan berlangsung di Kecamatan Bacan Barat, tepatnya di Desa Indari pada April 2025.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, dalam wawancara dengan awak media Malutline.com, mengonfirmasi bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera melaksanakan pembangunan jalan beraspal lapen serta jembatan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran akses menuju lokasi acara dan mendukung suksesnya kegiatan STQ.

“Kami berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan agar dapat digunakan secara optimal sebelum acara STQ berlangsung. Harapan kami, infrastruktur ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta mempermudah akses bagi peserta dan panitia,” ujar Kepala Bidang Bina Marga.

Selain fokus pada penataan jalan di sekitar lokasi STQ, Dinas PUPR Halsel juga akan melaksanakan pembangunan jalan di wilayah Botanglomang serta peningkatan akses infrastruktur jalan dari Sekeli menuju Liboba Hijra. Upaya ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Halmahera Selatan.

Dengan percepatan pembangunan ini, diharapkan akses menuju lokasi STQ 2025 semakin lancar, sehingga kegiatan keagamaan tingkat kabupaten ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

(Red)

Halsel,malutline – Dugaan penggelapan Dana Desa (DD) Pasir Putih, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali mencuat. Anggaran tahun 2023 dan 2024 yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa diduga tidak direalisasikan, hingga akhir tahun 2024 tidak ada kegiatan yang terlihat di desa tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, papan baliho Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2024 menunjukkan bahwa tidak ada satupun program atau proyek yang berjalan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, apakah dana tersebut sengaja ditahan oleh Kepala Desa atau sudah lenyap tanpa pertanggungjawaban.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kondisi ini mirip dengan tahun 2023 lalu, di mana dugaan penggelapan dana desa tidak mendapatkan tindak lanjut yang jelas. Ia khawatir jika hal ini terus dibiarkan, pencairan Dana Desa tahun 2025 akan digunakan untuk menutupi kekurangan anggaran tahun sebelumnya.

“Jangan sampai kasusnya seperti tahun 2023 lalu. Jika tidak ada evaluasi dari pihak berwenang, dikhawatirkan Kades akan menutup anggaran tahun 2024 dengan Dana Desa tahun 2025, sementara kegiatannya fiktif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan yang hingga kini belum mengeluarkan temuan terkait dugaan penggelapan tersebut. Warga berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang agar dana desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pasir Putih maupun pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penggelapan dana desa ini.

(Red)