Halsel Malutline com-Malutline – Perjuangan Forum Koordinasi Daerah Otonomi Baru (Forkoda-DOB) Makian-Kayoa (Makayoa) Kepulauan terus bergema dan kian kencang. Sabtu (18/5/2025), Forkoda-DOB Makayoa mendapat dukungan kuat dari Sesepuh Makayoa hingga Mantan Gubernur Maluku Utara 2 Periode, Drs. Thaib Armayn.

Selain itu, DOB Makayoa juga mendapat dukungan dari para Tokoh Sentral Maluku Utara, tokoh masyarakat, dan elit politik ternama di Maluku Utara. Ketua Forkoda-DOB Makayoa Kepulauan, Nahrawi Rabul, menyampaikan bahwa dukungan tersebut datang dari tokoh-tokoh penting yang saat ini berada di birokrasi pusat maupun di level elit politik.

“Alhamdulillah, perjuangan DOB Makayoa Kepulauan ini direspon positif oleh beberapa tokoh penting, seperti Pak Thaib Armayn (Mantan Gubernur Malut), Muhammad Komhois, Majid Husen, Amran Mustari, dan sejumlah tokoh penting lainnya,” ungkap Nahrawi.

Forkoda-DOB Makayoa Kepulauan saat ini mulai menyiapkan tim untuk menggalang dukungan dari tokoh masyarakat di 6 Kecamatan yang tersebar di Makian-Kayoa, Halmahera Selatan. Sekretariat komite perjuangan DOB Makayoa telah didirikan di Desa Hidayat, Kecamatan Bacan.

Nahrawi juga mengungkapkan bahwa timnya tengah menyiapkan agenda pertemuan dengan sesepuh di Ternate dan Jakarta, setelah pertemuan dengan para tokoh masyarakat di enam kecamatan yang memayungi wilayah Makian dan Kayoa.

Pihaknya berharap semua sesepuh Makayoa dimanapun berada memberikan perhatian terhadap kerja-kerja Forkoda-DOB Makayoa Kepulauan. “Apa yang kami lakukan adalah wujud komitmen demi masa depan dan peradaban tanah leluhur kita semua,” tandasnya. (Iswan)

Jakarta Malutline com-Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pelaksanaan program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Halmahera Tengah (18/5/2025)

Penandatanganan berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, dan dilakukan langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadil.

Menteri PKP Maruarar Sirait turut memberikan arahan agar pembangunan rumah subsidi ini dijalankan dengan sebaik-baiknya agar masyarakat Halmahera Tengah dapat menikmati hunian yang layak dan nyaman.

“Bupati Ikram menekankan bahwa program ini memiliki nilai strategis bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial. “Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi penentu status sosial dan martabat warga. Ini bagian dari upaya nyata menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam penyediaan perumahan layak huni serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah secara menyeluruh.

“Setinggi apapun ilmu dan sehebat apapun posisi kita tentunya tidak akan berarti jika tidak berguna bagi banyak orang,” (*mashury*)

Halsel Malutline com-Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka di Desa Palamea kecamatan kasiruta Barat kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, sehingga Bak air minum Umum yang biasa di gunakan dan di konsumsi warga Desa palamea diduga di jadikan tempat mandi dan tempat bermain anak-anak di dalam bak air yang merupakan air yang Konsumsi dan di gunakan warga untuk melayani kebutuhan keperluan air bersih bagi warga Desa Palamea kasiruta Barat.

Keluhan ini di sampaikan warga Desa palame kecamatan kasiruta Barat Kabupaten Halmahera Selatan yang enggan di publish namanya kepada wartawan Sabtu (16/05/2025) melalui saluran teleponnya mengatakan warga masyarakat Desa palamea merasa Gatal dan jijik saat menggunakan air yang di aliri ke pipa warga yang bersumber dari Bak air penampung umum Desa palamea karena air tersebut di gunakan anak-anak sebagai tempat bermain dan mandi secara langsung di dalam bak yang di gunakan warga palamea untuk di konsumsi dan kebutuhan lainnya.

“Ia mengatakan Bak air yang sering di Gunakan di konsumsi warga bair tersebut kini berubah fungsi yakni baik air minum tersebut dijadikan tempat bermain bagi sejumlah anak-anak di desa palamea, akibatnya pada saat air tersebut di gunakan untuk mandi dan di konsumsi oleh warga mereka gatal karena pada saat para anak-anak setelah mandi dan bermain di dalam Bak secara langsung para anak-anak tersebut tidak membersihkan dan mengganti air baru dan membiarika air tersebut kotor dan keruh dan di gunakan warga begitu saja,”ungkapnya

“olehnya itu pihaknya meminta kepada pemerintah Desa agar dapat melakukan pengawasan terhadap kenyamanan dan rasa aman terhadap masyarakat yang mengkonsumsi dan menggunakan air dari tampungan Bak air yang sudah di sediakan oleh pemerintah desa tersebut agar bak air tersebut tidak di gunakan sebagai tempat bermain dan mandi orang secara langsung di dalam bak air yang di konsumsi oleh masyarakat palamea secara langsung,”. pintahnya. (Red)

Jakarta Malutline com-Wakil Bupati Halmahera Tengah melaksanakan koordinasi langsung dengan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dalam rangka melaporkan capaian program percepatan pengentasan kemiskinan yang telah dilaksanakan di daerah. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati juga meminta arahan agar kebijakan nasional dapat terus diimplementasikan secara konsisten di tingkat daerah. (17/5/2024)

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam mendukung misi ke-6 Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yaitu “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,”

Sejak tahun 2023, Pemkab Halmahera Tengah telah melaksanakan berbagai program strategis pengentasan kemiskinan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Beberapa program unggulan yang telah berjalan antara lain:

1.Pemberian insentif bagi lansia sebesar Rp400.000/bulan untuk 3.029 penerima;

2.Insentif bagi anak yatim sebesar Rp500.000/bulan untuk 1.711 penerima;

3.Insentif bagi janda dan orang tua tunggal sebesar Rp500.000/bulan untuk 773 penerima;

4.Insentif bagi penyandang disabilitas sebesar Rp500.000/bulan untuk 481 penerima.

Selain itu, masyarakat Halmahera Tengah juga menikmati layanan kesehatan gratis, berupa bebas biaya pengobatan dan perawatan di seluruh pusat pelayanan kesehatan di wilayah kabupaten.

Capaian program ini memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data, angka kemiskinan di Kabupaten Halmahera Tengah menurun secara bertahap dari 12% pada tahun 2022, menjadi 11,77% pada tahun 2023, dan turun lebih lanjut menjadi 10,44% pada tahun 2024.

Seluruh program ini di danai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Alokasi Dana Desa (ADD), dan akan dilanjutkan secara berkesinambungan pada tahun 2025.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan pro-rakyat sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara menyeluruh di daerah. (Mashury)

Halsel Malutline com-Aktifitas Perusahan Tambang Nikel Terbesar di Maluku Utara yakni PT. Harita Group yang beroperasi di Desa kawasi kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan, selalu di keluhkan warga setempat mulai dari persoalan Lahan warga yang di kuasai oleh pihak perusahan Tampa penyelesaian, pencemaran Lingkungan beracun hingga meluapnya bendungan yang di buat oleh perusahan yang mengakibatkan rusaknya tanaman kelapa Milik warga Desa kawasi.

Keluhan terhadap Pihak perusahan yang di nilai lalai dalam membuat bendungan air secara sepihak tanpa persetujuan dari masyarakat setempat sehingga luapan bendungan saat terjadi hujan deras mengakibatkan tergeannganya air yang merusak tanaman warga Desa kawasi ini di sampaikan oleh Dominikus Maran melalui akun facebooknya yang di unggah pada Jumat (16/05/2025) mengatakan pihaknya sangat menyesalkan luapan bendungan pihak perusahan akibat dari hujan deras yang mengakibatkan tergenangnya tanaman kelapa Milik warga yang bakal mengorbankan masa depan para petani di desa kawasi.

Ia mengatakan warga Desa kawasi kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan Suda 100 kali atau mungkin 1000 kali melakukan pertemuan dan pembahasan, baik dari pihak perusahn ataupun pihak bertanggung jawab ( CSR) mengenai pembuatan bendungan air yang berlokasi di akelamo Desa kawasi kecamatan Obi, bendungan air yang di bangun tersebut awalnya kami sudah melarang keras karena kami takut dampak buruknya terhadap tanaman bulanan maupun tanaman tahunan jenis kelapa Milik warga akan korban jika terjadi luapan akibat dari bendungan yang di buat oleh pihak PT. Harita Group.

meski sudah mendapat larangan dan protes keras akibat dari pembuatan bendungan oleh pihak perusahan namun dari pihak CSR dan petinggi perushan Harita Group mengatakan bahwa tidak akan ada dampaknya sama sekali terhadap kebun milik masyarakat Nah sekarang dampaknya adalah, peluapan air masih terus terjadi dan terus membanjiri lahan warga yang mencam perokonomian masyarakat yang berpenghasilan dari hasil tani kopra dan tanaman bulanan lainnya, pihaknya merasa sangat kecewa dalam tulisannya dengan tagline #kamihanyaorangsusah #korbankeganasanharitakawasi #fypfiralHarita Nickel @sorotan. (Red)