LABUHA, Malutline– Musibah kebakaran kembali menyisakan duka mendalam bagi warga Kabupaten Halmahera Selatan. Sebuah rumah milik saudari Ibu Nur, warga Desa Akegula, Kecamatan Obi, dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi baru-baru ini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kebakaran itu meninggalkan luka batin dan kehilangan besar bagi korban.
Ibu Nur dikenal luas oleh masyarakat Obi sebagai penjual jagung keliling yang setiap hari berkeliling menggunakan sepeda motor, menjajakan dagangannya hingga lima desa di dalam kota. Dari hasil jualan jagung itulah, ia menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, dalam sekejap, rumah sederhana yang menjadi tempat berteduh sekaligus menyimpan seluruh harta bendanya luluh lantak dilalap api.
Api Melahap Segalanya Menurut keterangan warga sekitar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah korban. Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terlanjur meluas dan sulit dikendalikan.
“Api cepat sekali besar. Kami sudah berusaha bantu, tapi rumahnya habis,” ungkap salah satu warga dengan nada sedih.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun yang jelas, peristiwa tersebut membuat Ibu Nur kehilangan tempat tinggal, perabot rumah tangga, pakaian, serta perlengkapan usaha yang selama ini menjadi penopang hidupnya.
Penjual Jagung yang Gigih Bertahan Hidup Bagi warga Obi, sosok Ibu Nur bukanlah orang asing. Setiap hari ia tampak menyusuri jalan desa dengan sepeda motornya, menjual jagung rebus dan bakar. Dengan kerja keras dan ketekunan, ia berusaha bertahan hidup tanpa bergantung pada siapa pun.
“Ibu Nur itu orangnya rajin sekali. Panas, hujan, tetap jualan jagung. Dia cari makan dengan cara halal,” kata warga lainnya.
Musibah ini tidak hanya merenggut rumahnya, tetapi juga menghentikan sementara roda ekonomi keluarga kecil tersebut. Tanpa rumah dan peralatan usaha, Ibu Nur kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Duka dan Harapan Pasca kebakaran, Ibu Nur terlihat terpukul. Ia hanya bisa pasrah melihat puing-puing sisa rumahnya yang kini tinggal arang. Tangis dan kesedihan tak dapat disembunyikan, mengingat seluruh hasil jerih payah bertahun-tahun lenyap dalam hitungan menit.
“Semuanya habis tidak ada yang tersisa,” ujar warga menirukan ungkapan pilu korban.
Warga Desa Akegula berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta para dermawan dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada korban, baik berupa bantuan darurat, kebutuhan pokok, maupun dukungan untuk membangun kembali rumah dan usaha kecil yang menjadi sumber penghidupan Ibu Nur.
Solidaritas Warga Sebagai bentuk kepedulian, warga sekitar mulai bergotong royong membantu korban seadanya. Namun keterbatasan ekonomi masyarakat membuat bantuan tersebut belum mencukupi untuk memulihkan kondisi korban sepenuhnya.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat menimpa siapa saja, terlebih mereka yang hidup dari usaha kecil dan sederhana. Uluran tangan dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar Ibu Nur dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupannya. (Red)






