LABUHA, Malutline– Program Makanan Bergizi (MBG) yang selama ini rutin diterima oleh siswa di sejumlah sekolah kembali menjadi sorotan warga. Pasalnya, pada Jumat, 9 Januari 2026, makanan bergizi yang biasanya dibagikan tidak disalurkan, tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada pihak sekolah maupun orang tua siswa.

Kondisi tersebut terjadi di wilayah pelayanan SPPG Bacan Timur/Babang, yang selama ini dikenal aktif menyalurkan program MBG kepada sekolah-sekolah. Ketidakhadiran MBG secara tiba-tiba memunculkan tanda tanya di kalangan warga dan orang tua murid.

“Biasanya anak-anak sudah terbiasa dapat MBG. Tapi hari Jumat kemarin tiba-tiba tidak ada. Tidak ada juga penjelasan kenapa,” ungkap salah satu orang tua siswa.

Warga menilai program MBG memiliki peran penting dalam mendukung asupan gizi anak-anak sekolah, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, ketidakteraturan penyaluran tanpa informasi dinilai dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

“Kalau memang ada kendala, seharusnya disampaikan. Supaya kami orang tua juga tahu dan bisa maklum,” tambah warga lainnya.

Sejumlah guru juga mengaku kebingungan karena tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Padahal, selama ini program MBG berjalan cukup konsisten dan menjadi bagian dari rutinitas sekolah setiap jadwal yang telah ditentukan.

Warga pun berharap pihak SPPG Bacan Timur/Babang dapat memberikan penjelasan terbuka terkait tidak disalurkannya MBG pada hari tersebut. Apakah terjadi kendala teknis, distribusi, anggaran, atau faktor lain, dinilai perlu disampaikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Masyarakat menegaskan bahwa pertanyaan ini bukan bentuk penolakan, melainkan kepedulian dan harapan agar program MBG tetap berjalan baik, transparan, dan berkelanjutan.

“Program ini sangat membantu anak-anak. Kami hanya ingin kejelasan agar ke depan tidak terulang lagi,” tegas perwakilan warga.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait. Diharapkan ke depan, koordinasi antara penyelenggara program, sekolah, dan orang tua siswa dapat semakin diperkuat demi keberlangsungan program Makanan Bergizi yang menjadi harapan banyak keluarga. (Haji/red)

HALSEL, Malutline – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 3 Tahun 2026, Kabupaten Halmahera Selatan berhasil meraih peringkat B dengan skor 3,55, sekaligus menjadi kabupaten dengan nilai tertinggi se-Provinsi Maluku Utara dalam penilaian kinerja pelayanan publik.

Capaian ini merupakan hasil dari Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025, yang dilakukan secara nasional oleh Kementerian PANRB. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kualitas layanan, tata kelola birokrasi, inovasi pelayanan, hingga kepuasan masyarakat.

Prestasi ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan wilayah kepulauan, Pemda Halsel mampu menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tetap bisa ditingkatkan melalui kerja keras, kolaborasi, dan kepemimpinan yang visioner.

Dengan mengusung semangat “Wujudkan Senyum Berkelanjutan”, Pemerintah Daerah terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk menghadirkan pelayanan yang humanis, cepat, dan tepat sasaran. Senyum masyarakat menjadi indikator nyata keberhasilan pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga pada rasa keadilan dan kenyamanan warga.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pimpinan daerah, aparatur sipil negara, serta dukungan masyarakat Halmahera Selatan. Setiap unit pelayanan terus didorong untuk melakukan perbaikan berkelanjutan, berinovasi, dan membuka ruang partisipasi publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar angka dan peringkat, capaian ini menjadi motivasi besar bagi seluruh jajaran Pemda Halmahera Selatan untuk tidak berpuas diri. Prestasi ini justru menjadi pijakan awal untuk meningkatkan kualitas layanan menuju kategori yang lebih tinggi di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berdaya saing, berintegritas, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Halsel optimistis dapat menjadi contoh praktik pelayanan publik terbaik, tidak hanya di Maluku Utara, tetapi juga di tingkat nasional.

Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kerja ikhlas, kepemimpinan yang kuat, dan birokrasi yang melayani mampu menghadirkan perubahan positif bagi daerah dan masyarakat. (Haji)

LABUHA, Malutline– Warga yang tinggal di sekitar Wisma Al Madina, Desa Tomori, mengeluhkan suara musik keras yang hampir setiap malam terdengar hingga larut malam, Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu waktu istirahat warga, terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang harus beraktivitas sejak pagi hari.

Menurut keterangan sejumlah warga, musik dengan volume tinggi sering kali masih diputar hingga lewat tengah malam, bahkan melewati pukul 12 malam Padahal, jam tersebut seharusnya menjadi waktu tenang dan istirahat bagi masyarakat sekitar.

“Setiap malam hampir sama. Musik masih bunyi keras sampai lewat jam 12 malam. Kami sudah sangat terganggu, susah tidur,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menyampaikan bahwa keluhan ini bukan terjadi satu atau dua kali, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Beberapa warga bahkan mengaku mengalami kelelahan karena kurang tidur, sementara anak-anak kesulitan berkonsentrasi saat sekolah keesokan harinya.

“Kami tidak melarang orang bersenang-senang, tapi tolong perhatikan juga hak warga lain untuk beristirahat,” ujar warga lainnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat sekitar memohon perhatian dan tindakan tegas dari pihak Kepolisian dan Satpol PP agar dapat melakukan penertiban sesuai aturan yang berlaku. Warga berharap adanya pengawasan dan penegasan jam batas pemutaran musik, khususnya pada malam hari.

Warga menegaskan bahwa permintaan ini disampaikan demi menjaga ketertiban umum, kenyamanan lingkungan, serta keharmonisan antarwarga. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera turun tangan agar situasi kembali kondusif dan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang.

“Kami hanya ingin suasana yang aman, nyaman, dan tenang di lingkungan kami,” tutup perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons dan tindak lanjut dari pihak terkait demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan bersama di wilayah Tomori. (Red

LABUHA, Malutline – Wilayah Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, diguncang gempa bumi pada hari ini. Berdasarkan informasi gempa bumi real-time, gempa tersebut tercatat berkekuatan magnitudo 3,6 dengan kedalaman 4 kilometer, yang tergolong gempa dangkal. Titik gempa berada pada koordinat Lintang -0.68 dan Bujur 127.53, di wilayah daratan Bacan Selatan dan sekitarnya.

Guncangan gempa dirasakan ringan oleh sebagian warga, terutama yang berada di sekitar pusat gempa. Meski tidak berlangsung lama, getaran sempat mengejutkan masyarakat yang sedang beraktivitas, baik di dalam rumah maupun di luar ruangan. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran seperti hentakan singkat yang membuat perabot rumah sedikit bergetar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat secara umum kembali berjalan normal setelah guncangan mereda. Namun demikian, warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Halmahera Selatan termasuk daerah yang rawan aktivitas seismik.

Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini umumnya dipicu oleh aktivitas sesar lokal. Meskipun berkekuatan relatif kecil, gempa dangkal dapat terasa cukup jelas di sekitar pusat gempa.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap memahami langkah-langkah mitigasi bencana, seperti mencari tempat aman saat terjadi guncangan dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh.

Kepala BPBD Halsel Aswin Adam kepada wartawan (9/01/2026) melalui pesan watshapnya mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama isu-isu yang beredar di media sosial. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari lembaga berwenang terkait kebencanaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah kepulauan seperti Halmahera Selatan. Edukasi kebencanaan, kesiapan keluarga, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci dalam meminimalkan risiko apabila gempa bumi terjadi kembali.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan langkah-langkah penanganan apabila diperlukan. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan saling mengingatkan demi keselamatan bersama. (Haji)

LABUHA, Malutline – Hari ini genap satu bulan kepergian sosok yang paling berarti dalam hidup Lina Salmon. Tepat pada Senin, 08 januari 2025, dunia seolah berhenti berputar. Waktu terasa beku, napas mendadak sesak, dan dada diliputi rasa sakit yang tak terucap ketika kabar duka itu datang dari pulau seberang—kabar tentang kepergian suami tercinta, belahan jiwa yang telah menemani perjalanan hidupnya selama 16 tahun.

Ia bukan sekadar pasangan hidup, tetapi sahabat, pelindung, tempat pulang, dan sandaran teraman dalam suka maupun duka. Sosok yang selalu “meratukan” Lina, yang hadir dalam setiap kesulitan dan kebahagiaan, yang setia mendengar setiap cerita di penghujung malam. Kini, ia telah pergi untuk selamanya, meninggalkan Lina dan tiga anak mereka dalam sunyi yang mendalam.

Rasa kehilangan itu terasa seperti mimpi di siang bolong. Pada hari Jumat, Lina sendiri yang mengantar almarhum ke pelabuhan untuk kembali menjalankan tugasnya. Tak ada firasat buruk, tak ada tanda perpisahan. Bahkan pada Senin pagi pukul 06.30 WIT, mereka masih sempat berbincang melalui pesan singkat. Beberapa saat kemudian, kabar duka itu datang—begitu tiba-tiba, tanpa sakit, tanpa peringatan.

Kepergian yang mendadak itu membuat Lina sulit percaya. Hingga hari ini, di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi yang suatu saat akan berakhir. Namun kenyataan hidup perlahan memaksanya menerima bahwa di dunia ini, kematian adalah bagian dari rencana Tuhan yang tak selalu dapat dimengerti oleh manusia.

Dalam iman Nasrani yang dipegangnya, Lina belajar berserah. Ia percaya bahwa Tuhan adalah pemilik kehidupan, dan apa yang Tuhan ambil tidak pernah tanpa tujuan. Meski berat, ia meyakini firman Tuhan yang berkata bahwa Tuhan dekat dengan orang yang patah hati, dan tidak pernah meninggalkan mereka yang berseru kepada-Nya dalam kesedihan.

Kini, Lina dihadapkan pada peran yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, menjadi ayah dan bunda sekaligus bagi anak-anaknya, Siap atau tidak siap, ia harus melangkah maju demi masa depan anak-anak—masa depan yang dahulu direncanakan bersama dengan suami tercinta. Di tengah air mata dan kerinduan yang tak pernah benar-benar pergi, ia memilih berdiri, bukan karena kuat, tetapi karena percaya Tuhan akan memampukannya.

Setiap doa yang dipanjatkan kini berisi permohonan kekuatan, keteguhan iman, dan pengharapan bagi dirinya dan anak-anak. Lina percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan mereka berjalan sendirian. Di balik salib yang berat, selalu ada kasih karunia yang menopang.

Cinta yang mereka bangun selama 16 tahun tidak berakhir oleh kematian. Cinta itu hidup dalam kenangan, dalam doa, dalam nilai-nilai yang diwariskan kepada anak-anak, dan dalam pengharapan akan perjumpaan kembali kelak. Dalam keyakinannya, Lina percaya bahwa perpisahan ini hanyalah sementara.
“Cinta kita abadi selamanya, sayang. Sampai ketemu.”

Kalimat itu menjadi penutup dari sebuah kisah cinta yang kini berubah menjadi kesaksian iman, ketegaran, dan kasih yang tidak pernah mati. Karena bagi Lina Salmon, cinta sejati tidak hilang—ia hanya berpindah, menunggu, dan disimpan Tuhan sampai waktu perjumpaan yang dijanjikan-Nya. (Red