LABUHA, Malutline – Kepergian orang terkasih tidak selalu menghadirkan luka yang terlihat. Bukan semata kehilangan yang paling menyakitkan, melainkan rindu dan kenangan yang terus hidup, datang tanpa aba-aba, dan menetap di relung hati terdalam.

Inilah perasaan yang kini dirasakan Lina Salmon, seorang istri yang dengan penuh ketegaran belajar menerima kehendak Tuhan atas kepergian suami tercintanya.

Melalui untaian kata yang lirih namun sarat makna, Lina menuliskan isi hatinya:
“Yang sakit bukan kehilangan, tapi rindu dan kenangan yang terasa sakit. Setiap rasa rindu itu datang, selalu teringat setiap kenangan bersama. Kenangan itu akan selalu ada di dalam hatiku dan cinta kita abadi selamanya.”

Ungkapan ini menjadi cermin dari cinta yang tidak pernah berakhir oleh waktu maupun oleh kematian, Dalam iman, cinta sejati adalah kasih yang bersumber dari Tuhan—kasih yang tidak terputus, meski raga terpisah oleh kematian. Kepergian sang suami bukanlah akhir dari kasih itu, melainkan awal dari perjalanan iman yang lebih dalam, penuh air mata, namun juga penuh pengharapan.

Hari-hari yang dilalui Lina kini berbeda
Sunyi terasa lebih panjang, doa terasa lebih berat, dan kenangan hadir dalam hal-hal kecil yang dulu biasa dilakukan bersama. Tawa yang pernah mengisi rumah kini berubah menjadi keheningan yang mengajarkan arti kesabaran dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Namun di balik duka yang mendalam, Lina terus berusaha berdiri di atas imannya. Ia percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam setiap rencana-Nya. Seperti tertulis dalam Kitab Suci, “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mazmur 34:19). Ayat ini menjadi penguat langkahnya untuk terus berjalan, meski dengan hati yang terluka.

Cinta yang telah terjalin tidak pernah hilang, Ia hidup dalam kenangan, dalam doa, dan dalam setiap kerinduan yang dipersembahkan kepada Tuhan. Lina meyakini bahwa cinta mereka tidak berakhir di dunia ini, melainkan disempurnakan dalam kekekalan bersama Kristus. Dalam imannya, ia percaya suatu saat akan ada perjumpaan kembali, di tempat di mana tidak ada lagi air mata, kesedihan, dan perpisahan.

Kisah Lina Salmon bukan sekadar cerita duka, tetapi juga kesaksian tentang kasih yang setia, iman yang diuji, dan pengharapan yang tetap hidup di tengah kehilangan. Ia mengajarkan bahwa menangis bukan tanda kelemahan, dan merindukan bukan tanda ketidakikhlasan, melainkan bukti cinta yang sungguh-sungguh.

Kini, setiap doa yang dipanjatkan Lina adalah doa penyerahan. Ia menyerahkan rindunya kepada Tuhan, mempercayakan kenangannya dalam kasih Kristus, dan melangkah pelan dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memulihkan hatinya seturut waktu-Nya.

Karena cinta sejati tidak pernah mati. Ia hanya berubah bentuk—menjadi kenangan yang suci, rindu yang diam-diam, dan doa yang tak pernah putus. (Red)

LABUHA, Malutline – Mengawali tahun baru dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Halmahera Selatan menggelar kegiatan refleksi awal tahun yang sarat makna, kehangatan, dan nilai spiritual. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan hati, tempat berbagi rasa, serta momentum untuk menata niat dan langkah ke depan dalam bingkai pengabdian.

Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna tersebut, Istri Bupati Halmahera Selatan, Rifaat Al Saadah, menuliskan sebuah refleksi yang menyentuh hati “Dalam temu kami meramu kebaikan yang tak semu.”

Sebait kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan dari semangat DWP sebagai wadah perempuan yang terus belajar memberi makna dalam setiap perjumpaan, menebar manfaat dalam setiap kebersamaan, serta menguatkan peran perempuan dalam keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Refleksi awal tahun ini menjadi pengingat bahwa pertemuan bukan hanya soal hadir secara fisik, tetapi tentang menyatukan niat, menyelaraskan tujuan, dan menumbuhkan kebaikan yang tulus—kebaikan yang lahir dari hati, dijalankan dengan keikhlasan, dan dirasakan dampaknya oleh sesama.

Di tengah dinamika kehidupan dan tantangan zaman, DWP Halsel hadir sebagai ruang penguatan moral, spiritual, dan sosial bagi para anggotanya.

Melalui kebersamaan yang terbangun, DWP Kabupaten Halmahera Selatan terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, serta pembinaan karakter generasi penerus.

Perempuan, melalui perannya di DWP, tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga penggerak perubahan yang dimulai dari hal-hal kecil namun bermakna.

Kegiatan refleksi ini juga menjadi ajang muhasabah diri—menengok perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri setiap capaian, serta menjadikan kekurangan sebagai pelajaran berharga. Dengan semangat awal tahun, DWP Halsel mengajak seluruh anggotanya untuk melangkah dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tekad yang kuat dalam menebar kebaikan di lingkungan masing-masing.

Nilai kebersamaan, ketulusan, dan kepedulian yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan menjadi energi positif yang terus mengalir sepanjang tahun. Sebab dari pertemuan yang sederhana, lahir niat besar untuk memberi manfaat; dari kebersamaan yang hangat, tumbuh kebaikan yang tidak semu—sebagaimana makna yang terkandung dalam refleksi yang dituliskan.

Akhirnya, refleksi awal tahun DWP Kabupaten Halmahera Selatan bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilandasi keikhlasan akan selalu bernilai di hadapan Allah SWT dan bermakna bagi sesama.

MasyaAllah Tabarakallah, semoga setiap temu menjadi jalan kebaikan, setiap langkah bernilai ibadah, dan setiap peran perempuan DWP Halsel menjadi cahaya bagi keluarga, daerah, dan generasi masa depan. (Haji)

LABUHA, Malutline – Civitas Akademika Universitas Nurul Hasan Bacan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si atas amanah baru yang diemban sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara. Pengangkatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia, khususnya dalam meningkatkan mutu, daya saing, serta kolaborasi antar perguruan tinggi.

Amanah tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara atas dedikasi, integritas, dan rekam jejak kepemimpinan Prof. Dr. Saiful Deni dalam dunia akademik dan pengembangan pendidikan tinggi. Sebagai sosok akademisi dan pemimpin yang berpengalaman, beliau diharapkan mampu menghadirkan terobosan strategis dalam pembinaan, pendampingan, dan pengawasan perguruan tinggi swasta di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Rektor, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa Universitas Nurul Hasan Bacan menyambut baik penunjukan ini dengan penuh optimisme, Keberadaan PLT Kepala LLDIKTI yang memahami karakteristik wilayah kepulauan, tantangan akses, serta dinamika perguruan tinggi daerah diyakini akan membawa angin segar bagi percepatan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, peran LLDIKTI sangat strategis sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, kepemimpinan Prof. Dr. Saiful Deni diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem akademik yang sehat, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada mutu dan relevansi lulusan.

Universitas Nurul Hasan Bacan menaruh harapan besar agar sinergi antara LLDIKTI Wilayah XII dan perguruan tinggi terus diperkuat, baik melalui pembinaan kelembagaan, peningkatan kualitas dosen, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maupun akselerasi akreditasi dan transformasi digital pendidikan tinggi.

Lebih dari itu, pengangkatan ini juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi sivitas akademika, khususnya generasi muda akademisi, bahwa dedikasi, konsistensi, dan komitmen terhadap pendidikan akan selalu menemukan jalannya menuju pengabdian yang lebih luas bagi bangsa dan daerah.

Akhir kata, Civitas Akademika Universitas Nurul Hasan Bacan mendoakan semoga Prof. Dr. Saiful Deni senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai PLT Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, serta mampu membawa kemajuan nyata bagi pendidikan tinggi di kawasan ini.

Selamat bertugas dan sukses selalu.
Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian terbaik untuk kemajuan pendidikan dan masa depan generasi bangsa. (Haji)

LABUHA, Malutline – Warga Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menyuarakan kebutuhan akan pembangunan pasar yang lebih layak di Desa Laluin, Pasar yang berada di desa tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tidak hanya bagi warga Desa Laluin, tetapi juga dimanfaatkan oleh warga dari desa lain di kabupaten Halmahera Selatan.

Pasar Desa Laluin diketahui menjadi tempat berjualan dan berbelanja bagi warga dari Desa Orimakurunga, Sagawelei, ngute-ngyte Posi-Posi, hingga desa-desa lain di wilayah Kayoa Selatan. Bahkan, sejumlah pedagang dari kecamatan lain juga kerap datang untuk menjajakan hasil pertanian, perikanan, dan kebutuhan pokok di pasar tersebut. Hal ini menjadikan Pasar Laluin sebagai salah satu pusat ekonomi terpenting di wilayah tersebut.

Namun, kondisi pasar saat ini dinilai belum memadai. Fasilitas yang terbatas, tidak lapak yang tidak tertata dengan baik, serta minimnya sarana pendukung seperti atap permanen, sehingga pedagang Barito dan sayuran harus berjualan di atas tanah beralaskan karun sehingga sangat mengganggu para pedagang terutama saat musim hujan. Para pedagang sering mengeluhkan kondisi jalan sempit, mengganggu warga desa laluin karena badan jalan sudah di gunakan untuk berjualan dan pembeli merasa kurang aman dan nyaman saat bertransaksi.

Salah seorang warga Kayoa Selatan menyampaikan bahwa pasar di desa laluin seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah untuk membangun. “kareja jika Pasar di Laluin ini vangun bukan hanya milik satu desa. Hampir seluruh warga sekecamatan Kayoa Selatan beraktivitas di sini. Kalau pasarnya lebih di bangun lebih layak, tentu ekonomi masyarakat akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten dapat melihat peran strategis Pasar Laluin sebagai pusat ekonomi rakyat. Pembangunan pasar yang lebih representatif dinilai dapat meningkatkan pendapatan pedagang, memperlancar distribusi hasil bumi dan hasil laut, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kayoa Selatan secara keseluruhan.

Selain itu, keberadaan pasar yang layak juga diyakini dapat menarik lebih banyak pedagang dari luar wilayah, sehingga perputaran uang di Kecamatan Kayoa Selatan semakin meningkat. Warga menilai, dengan potensi tersebut, Pasar Desa Laluin sudah selayaknya mendapatkan perhatian dan anggaran pembangunan yang memadai.

Hingga kini, masyarakat Kayoa Selatan masih menantikan langkah nyata dari pemerintah untuk menjawab kebutuhan tersebut. Mereka berharap pembangunan pasar yang layak tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera direalisasikan demi kesejahteraan bersama.(Red)

HALSEL, Malutline– Dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial kembali mencuat di Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang mahasiswa bernama M. Rizal Rizky Ramli secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Selatan, Jumat (9/1/2026).

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPL) dengan nomor STPL/24/I/2026/SPKT, yang dikeluarkan oleh Polres Halmahera Selatan, Polda Maluku Utara. Dalam laporan itu, pelapor mengadukan dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan melalui percakapan di grup WhatsApp keluarga.

Berdasarkan isi laporan, M. Rizal Rizky Ramli yang merupakan mahasiswa asal Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, melaporkan kejadian tersebut atas kuasa dari Sdri. Fatima M. Nasir, yang disebut sebagai ibu kandungnya. Dugaan pencemaran nama baik itu diduga dilakukan oleh pihak tertentu melalui percakapan di grup WhatsApp keluarga, yang kemudian menimbulkan dampak serius terhadap nama baik dan kehormatan korban.

Dalam laporan tersebut dijelaskan, dugaan perbuatan tersebut baru diketahui oleh korban setelah adanya percakapan di dalam grup WhatsApp keluarga yang dinilai mengandung unsur pencemaran nama baik. Percakapan tersebut kemudian didokumentasikan, termasuk dengan cara mengambil tangkapan layar (screenshot), sebagai bukti awal yang dilampirkan dalam pengaduan ke pihak kepolisian.

Peristiwa dugaan pencemaran nama baik itu disebut terjadi di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, pada 1 Januari 2026. Akibat kejadian tersebut, pihak korban mengaku merasa dirugikan secara moral dan nama baiknya tercemar di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Dengan adanya permasalahan ini, kami merasa dirugikan sehingga memilih menempuh jalur hukum agar persoalan ini dapat diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian keterangan yang tertuang dalam laporan pengaduan tersebut.

Pihak Polres Halmahera Selatan melalui SPKT telah menerima laporan tersebut dan menerbitkan STPL sebagai bukti awal penerimaan pengaduan. Dokumen tersebut ditandatangani oleh petugas SPKT Polres Halmahera Selatan atas nama Kepala Kepolisian Resor Halmahera Selatan.

Kasus ini selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, termasuk pendalaman materi laporan, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengumpulan alat bukti untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan grup percakapan digital, terutama yang berkaitan dengan penyampaian informasi, opini, maupun pernyataan yang dapat berdampak pada kehormatan dan nama baik seseorang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan proses awal penanganan laporan dan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan kasus tersebut. (Haji)