HALSEL, Malutline— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Halmahera Selatan turut serta memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Partai Hanura yang diperingati pada 8 Januari 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Hanura Berbagi”, sebagai bentuk komitmen Partai Hanura untuk terus hadir dan berbagi bersama masyarakat.

Rangkaian kegiatan HUT ke-19 Partai Hanura yang diselenggarakan oleh DPC Partai Hanura Halmahera Selatan meliputi aksi sosial berbagi bersama penyandang disabilitas dan anak yatim piatu, serta doa bersama (tahlilan) dengan warga atau masyarakat yang berada di sekitar lingkungan Kantor DPC Partai Hanura Halsel, yang beralamat di Jalan Raya Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh jajaran pengurus DPC Partai Hanura Halsel dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui aksi Hanura Berbagi, partai ingin menegaskan bahwa perjuangan politik harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sekretaris DPD II Partai Hanura Kabupaten Halmahera Selatan, Nasarudin Kausaha, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-19 Partai Hanura tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi sebagai momentum memperkuat kedekatan antara partai dan masyarakat.

“Tema Hanura Berbagi merupakan wujud nyata bahwa Partai Hanura selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan anak yatim piatu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial partai,” ujar Nasarudin Kausaha.

Ia menambahkan bahwa kegiatan doa bersama (tahlilan) bersama warga sekitar menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi daerah, bangsa, dan Partai Hanura dalam menjalankan perjuangan politik ke depan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh masyarakat sekitar lingkungan Kantor DPC Hanura Halsel, yang menyambut positif aksi sosial dan doa bersama tersebut. Warga menilai kehadiran Partai Hanura melalui kegiatan kemanusiaan seperti ini memberikan kesan politik yang sejuk dan membumi.

Dengan bertambahnya usia Partai Hanura yang ke-19, DPC Partai Hanura Kabupaten Halmahera Selatan berharap partai semakin dewasa dalam berpolitik, konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, serta terus menjaga nilai persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan. (Haji)

HALSEL, Malutline — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Selatan kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan saat berkendara, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah penggunaan helm yang benar, bukan hanya dipakai di kepala, tetapi dipasang dan dikunci hingga pengaitnya berbunyi “KLIK”.

Kasat Lantas Polres Halmahera Selatan menegaskan bahwa helm merupakan alat pelindung utama kepala yang dapat menyelamatkan nyawa saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun, fungsi tersebut tidak akan maksimal jika helm digunakan secara asal-asalan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara sepeda motor, baik pengendara maupun yang dibonceng, agar selalu menggunakan helm standar dan memastikan pengaitnya terkunci sampai terdengar bunyi ‘KLIK’. Helm jangan hanya dipakai, tetapi harus benar-benar terpasang dengan aman,” tegas Kasat Lantas Polres Halmahera Selatan.

Menurutnya, dari berbagai kejadian kecelakaan lalu lintas yang ditangani, banyak korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia akibat tidak menggunakan helm atau menggunakan helm tanpa pengait terkunci.

Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kepala saat berkendara.

“Jangan sampai menyesal setelah kecelakaan terjadi. Sudah sering kita lihat kecelakaan fatal dialami oleh mereka yang mengabaikan penggunaan helm. Keselamatan itu bukan pilihan, tetapi keharusan,” lanjutnya.

Kasat Lantas juga menekankan bahwa kepatuhan berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi hukum, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya. Jalan raya adalah ruang bersama yang menuntut sikap disiplin dan saling menghargai.

Melalui imbauan ini, Satlantas Polres Halmahera Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya, dimulai dari kebiasaan kecil namun berdampak besar, yakni memastikan helm terpasang dengan benar setiap kali berkendara.

“Ingat, satu bunyi ‘KLIK’ pada helm bisa menjadi pembeda antara selamat dan celaka. Patuhi aturan, lindungi kepala, dan pulanglah dengan selamat kepada keluarga,” tutup Kasat Lantas. (Haji)

TERNATE, Malutline — Sebuah artikel ilmiah internasional yang diterbitkan dalam jurnal Geographies tahun 2026 menyoroti dinamika relokasi ibu kota dan tata kelola spasial di wilayah kepulauan Indonesia, dengan fokus khusus pada Provinsi Maluku Utara. Studi ini menilai bahwa Sofifi, sebagai ibu kota provinsi, hingga kini belum sepenuhnya berkembang sebagai pusat pemerintahan yang fungsional dan hidup secara urban.

Artikel berjudul “Capital City Relocation and Spatial Governance in Archipelagic Indonesia: Institutional Inertia and Urban Vitality in North Maluku” tersebut ditulis oleh Muhammad Rusydan Hi Arby, Seth Appiah-Opoku, dan Alifath Satria Negara Syaban. Penelitian ini mengkaji pengalaman global relokasi ibu kota dan menarik pelajaran penting yang relevan bagi Maluku Utara.

Dalam abstraknya, para penulis menjelaskan bahwa relokasi ibu kota tidak sekadar keputusan administratif, melainkan juga proses politik, institusional, dan sosial yang kompleks. Studi ini menggunakan enam perspektif teoretis, antara lain teori pertumbuhan wilayah, pembangunan polisentris, inersia kelembagaan, metabolisme perkotaan, keadilan spasial, dan vitalitas kota.

Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan relokasi ibu kota di berbagai negara—seperti Brasilia (Brasil), Abuja (Nigeria), Putrajaya (Malaysia), Naypyidaw (Myanmar), Randstad (Belanda), hingga Nusantara (Indonesia)—sangat ditentukan oleh kuatnya visi politik, integrasi kelembagaan, serta partisipasi masyarakat dalam perencanaan kota.

Khusus untuk Maluku Utara, penelitian ini menilai bahwa pengembangan Sofifi masih menghadapi tantangan inersia kelembagaan, yakni lambannya pemindahan dan penguatan fungsi-fungsi pemerintahan provinsi secara menyeluruh. Akibatnya, relokasi ibu kota cenderung bersifat simbolik dan belum sepenuhnya menciptakan sistem perkotaan yang aktif dan terintegrasi.

“Tanpa koordinasi kelembagaan yang kuat, konektivitas antarwilayah, dan pendekatan inklusif, relokasi ibu kota berisiko tidak menghasilkan vitalitas perkotaan yang diharapkan,” tulis para peneliti dalam kajian tersebut.

Studi ini juga menekankan pentingnya konektivitas antarpulau, peningkatan layanan publik, serta pemerataan akses sebagai kunci untuk mendorong Sofifi menjadi pusat pemerintahan yang benar-benar berfungsi di wilayah kepulauan.

Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual yang mengaitkan desain spasial, reformasi institusional, dan kehidupan sosial perkotaan dalam upaya membangun ibu kota yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mengevaluasi kebijakan relokasi ibu kota provinsi, khususnya di daerah kepulauan seperti Maluku Utara, agar tidak berhenti pada penetapan administratif semata, tetapi benar-benar mendorong transformasi tata kelola dan pembangunan wilayah secara menyeluruh. (Haji)

LABUHA, Malutline— Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan ucapan Dirgahayu ke-19 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai bentuk apresiasi terhadap peran partai politik dalam menjaga demokrasi dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ucapan tersebut disampaikan melalui media visual resmi yang menampilkan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, dengan mengusung tema “Senyum Humanis” sebagai simbol kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, pelayanan publik, dan keberpihakan kepada rakyat.

Di Kabupaten Halmahera Selatan, Partai Hanura dipimpin oleh Ketua Alim Rahman Adam dengan Nasurudin Kausaha sebagai Sekretaris, yang selama ini dikenal aktif dalam dinamika politik lokal serta konsisten mengawal aspirasi masyarakat.

Dalam kontestasi politik daerah, Partai Hanura juga tercatat sebagai salah satu partai koalisi pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin.

Peran Partai Hanura sebagai bagian dari koalisi pemerintahan daerah dinilai strategis dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat legitimasi pemerintahan hasil pilihan rakyat. Sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam memastikan program-program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Bupati Halmahera Selatan dalam pesan moral yang tercermin dari ucapan tersebut menegaskan bahwa partai politik merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. Kolaborasi yang sehat dan berorientasi pada kepentingan rakyat dinilai mampu melahirkan kebijakan publik yang adil dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin berharap momentum Dirgahayu ke-19 Partai Hanura dapat menjadi refleksi bagi seluruh elemen politik untuk terus menjaga etika demokrasi, persatuan, serta komitmen kebangsaan demi kemajuan Halmahera Selatan.

Tema “Senyum Humanis” yang diangkat Pemda Halmahera Selatan juga dimaknai sebagai ajakan membangun iklim politik yang sejuk, santun, dan bermartabat, jauh dari praktik politik transaksional maupun konflik yang dapat memecah belah masyarakat.

Peringatan hari lahir ke-19 Partai Hanura ini diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi politik daerah, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara pemerintah dan partai koalisi dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat Halmahera Selatan. (Haji)

HALSEL, Malutline — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang membanggakan, Evaluasi kinerja tahunan yang telah rampung menunjukkan progres pelaksanaan program mencapai 96 persen, disertai raihan 40 penghargaan dari berbagai level serta satu inovasi unggulan yang berhasil masuk nominasi inovasi daerah.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DP3AKB Halmahera Selatan, Karima Nasarudin, melalui unggahan reflektif bernuansa syukur dan optimisme. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa seluruh hasil yang diraih merupakan buah dari kerja kolektif, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, ‘ala kulli haal’—dalam setiap keadaan kami tetap bersyukur. Evaluasi capaian kinerja DP3AKB tahun 2025 telah selesai dengan hasil yang patut disyukuri bersama,” tulis Karima Nasarudin.

Salah satu capaian penting adalah lahirnya inovasi SIKAT (Sarana Implementasi Kontrasepsi Berkualitas) yang berhasil menembus nominasi inovasi daerah. Inovasi ini dinilai mampu memperkuat kualitas layanan keluarga berencana melalui pendekatan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Tak berhenti pada capaian tahun berjalan, DP3AKB Halmahera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus berjuang mengawal program prioritas berkelanjutan ke depan.

Sejumlah agenda strategis telah ditetapkan sebagai fokus utama, antara lain Percepatan penurunan stunting,
Pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak secara terintegrasi dan kolaboratif, Penguatan Kabupaten Layak Anak (KLA), Pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas, serta Penguatan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai garda layanan keluarga.

Menurut Karima, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin serta, DPRD Komisi III, serta seluruh jajaran yang selama ini menjadi mitra strategis DP3AKB.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kru hebat DP3AKB, para ASN dan P3K, serta jajaran BKKBN, yang dinilai telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan semangat pengabdian tanpa lelah.
“Terima kasih atas kerja keras, loyalitas, dan semangat pengabdian seluruh tim. Capaian ini bukan milik individu, tetapi hasil kerja bersama,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Karima Nasarudin mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus menjadi agen perubahan, membawa semangat pembangunan dari Negeri Saruma untuk Indonesia yang lebih baik.

“Teruslah menjadi agen perubahan untuk Indonesia dari Negeri Saruma, Halmahera Selatan,” pungkasnya.

Capaian DP3AKB Halmahera Selatan ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi, inovasi, dan konsistensi, pembangunan sumber daya manusia—khususnya perempuan, anak, dan keluarga—dapat berjalan selaras menuju masa depan yang lebih berkualitas. (Haji)