LABUHA, Malutline – Tokoh masyarakat asal Bajo Desa Laluin kecamatan kayoa selatan Muslim Jufri, menegaskan bahwa masyarakat Bajo tidak memiliki ambisi berlebihan terhadap jabatan struktural pemerintahan Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin dapat dirasakan secara adil oleh seluruh suku yang ada di daerah tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Muslim di akun facebooknya kamis (15/01/2026) menanggapi berbagai diskusi publik terkait keterwakilan masyarakat Bajo dalam struktur pemerintahan daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Ia menekankan bahwa masyarakat Bajo sejak dulu dikenal sebagai komunitas yang hidup sederhana dan menjunjung tinggi kebersamaan.

“Orang Bajo tidak ambisi dengan jabatan Yang penting bagi kami, kebijakan Pak Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba dan Pak Wakil Bupati Helmi Umar Muksin bisa dinikmati oleh semua suku yang ada di Halsel, tanpa terkecuali,” ujar Muslim.

Menurutnya, pemerintahan yang baik bukan semata diukur dari siapa yang menduduki jabatan, tetapi dari sejauh mana program dan kebijakan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Muslim juga menyampaikan bahwa masyarakat Bajo tetap mendukung penuh jalannya pemerintahan daerah selama kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak diskriminatif. Ia berharap pembangunan di Halmahera Selatan terus mengedepankan prinsip keadilan, pemerataan, dan persatuan.

“Kami ingin pembangunan berjalan merata. Selama masyarakat merasakan manfaatnya, itu sudah cukup bagi kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muslim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan. Menurutnya, Halmahera Selatan adalah rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh suku dan golongan.

Dengan pernyataan tersebut, Jufri berharap pemerintah daerah terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan dan keadilan sosial. (Haji)

LABUHA, Malutline – Usaha kuliner Doyan Ayam resmi dibuka untuk umum pada Kamis, 15 Januari 2026. Grand opening yang berlangsung meriah ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh pemilik Doyan Ayam, Charles Ong, pada pukul 10.13 WIT Dengan alamat di jalan SPBU sebelum toko firman, sebagai simbol dimulainya operasional restoran tersebut.

Doyan Ayam hadir dengan konsep ayam geprek dan fried chicken modern yang mengusung keunikan pada pilihan saus. Mengusung tagline “Pelopornya Geprek Saus”, Doyan Ayam menawarkan pengalaman berbeda bagi pecinta kuliner, khususnya penggemar olahan ayam crispy.

Dalam sambutannya, Charles Ong menyampaikan bahwa Doyan Ayam lahir dari keinginan menghadirkan sajian ayam berkualitas dengan cita rasa internasional namun tetap sesuai dengan lidah masyarakat lokal.

“Doyan Ayam kami hadirkan bukan hanya sebagai tempat makan, tetapi sebagai ruang menikmati inovasi rasa. Kami ingin pelanggan bisa memilih saus sesuai karakter dan selera masing-masing,” ujar Charles Ong.

Berbeda dari ayam geprek pada umumnya, Doyan Ayam menyediakan tujuh varian saus unggulan, yaitu Honey, Spicy Ginger, Black Pepper, Creamy Garlic, Cheese, Korean BBQ, dan Hot Nashville. Ragam saus ini menjadi daya tarik utama yang membedakan Doyan Ayam dari usaha kuliner sejenis.

Selain ayam geprek dan fried chicken, Doyan Ayam juga menyediakan menu pendamping seperti minuman segar dan milkshake yang dirancang untuk melengkapi pengalaman bersantap pelanggan.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh kerabat, mitra usaha, serta masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan peresmian dan mencicipi langsung menu andalan Doyan Ayam Sejak dibuka, restoran ini langsung dipadati pengunjung yang penasaran dengan konsep dan rasa yang ditawarkan.

Dengan hadirnya Doyan Ayam, diharapkan dapat menambah pilihan kuliner berkualitas serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja.

VARIAN 1: STRAIGHT NEWS (RINGKAS & MEDIA ONLINE) Doyan Ayam Resmi Dibuka, Tawarkan Konsep Ayam Geprek dengan 7 Varian Saus, Restoran Doyan Ayam resmi dibuka pada Kamis, 15 Januari 2026. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh pemilik usaha, Charles Ong, pada pukul 10.13 WIT.

Mengusung konsep “Pelopornya Geprek Saus”, Doyan Ayam menghadirkan ayam geprek dan fried chicken dengan tujuh pilihan saus, mulai dari Honey, Spicy Ginger, Black Pepper, hingga Hot Nashville.

Pemilik Doyan Ayam, Charles Ong, mengatakan bahwa konsep ini dihadirkan untuk memberikan variasi rasa yang lebih luas bagi pencinta kuliner ayam.

Kehadiran Doyan Ayam disambut antusias oleh masyarakat di okasi sejak hari pertama pembukaan.

VARIAN 2 HUMAN INTEREST (LEBIH NARATIF & MENARIK Dari Ide ke Meja Makan, Doyan Ayam Hadirkan Inovasi Ayam Geprek Saus, Di tengah menjamurnya usaha kuliner ayam, Doyan Ayam hadir membawa pembeda. Kamis pagi, 15 Januari 2026, tepat pukul 10.13 WIT, Charles Ong menggunting pita sebagai tanda resmi dibukanya Doyan Ayam.

Dengan wajah sumringah, Charles Ong mengungkapkan bahwa usaha ini dirintis dari kegemarannya mengeksplorasi rasa saus yang beragam. Dari Honey yang manis hingga Hot Nashville yang pedas menggigit, setiap saus dirancang untuk memberi pengalaman rasa yang berbeda.
“Setiap orang punya selera sendiri. Di Doyan Ayam, pelanggan bebas memilih rasa yang paling mereka sukai,” katanya.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak jam pertama pembukaan, Banyak yang mengaku penasaran dengan konsep geprek saus yang jarang ditemui di tempat lain.

VARIAN 3: PROMOSI / SOFT OPENING MEDIA SOSIAL, Grand Opening Doyan Ayam! Pelopornya Geprek Saus Resmi Hadir Doyan Ayam resmi dibuka!
Kamis, 15 Januari 2026, pukul 10.13 WIT, pemilik Charles Ong secara resmi membuka Doyan Ayam dengan pengguntingan pita.

Nikmati ayam geprek & fried chicken dengan 7 varian saus favorit, Honey
Spicy Ginger, Creamy Garlic, Cheese
Korean BBQ, Hot Nashville, Black Pepper

Satu ayam, banyak rasa!
Yuk, rasakan sendiri sensasi Pelopornya Geprek Saus hanya di Doyan Ayam (Red)

HALSEL,Malutline— Insiden kecelakaan tragis yang terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 15.20 WIT di Desa Samo, Kecamatan Gane Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali membuka mata publik terhadap lemahnya sistem pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Peristiwa tersebut merenggut nyawa dua anak di bawah umur berinisial SJ dan AI.

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi cermin kelalaian bersama, khususnya bagi pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam pelayanan dasar masyarakat. Mulai dari Pemerintah Kecamatan Gane Barat Utara, UPTD Puskesmas Dolik, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, hingga Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan sebagai pemegang otoritas tertinggi di daerah.

Dari peristiwa memilukan ini, muncul sejumlah catatan penting yang dinilai harus segera menjadi perhatian serius. Warga menilai, kematian dua anak tersebut bukan semata-mata akibat kecelakaan, melainkan diperparah oleh keterbatasan fasilitas dan kesiapsiagaan layanan kesehatan.

Seorang warga setempat menyampaikan bahwa masih banyak persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat Gane Barat Utara ketika membutuhkan penanganan medis darurat. Salah satunya adalah belum optimalnya fasilitas penanganan medis di setiap Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Pustu ada, petugas ada, tapi fasilitas yang dibutuhkan sering tidak tersedia. Dalam kondisi darurat, ini sangat berbahaya,” ungkap warga dengan nada kecewa.

Selain itu, persoalan transportasi rujukan juga menjadi masalah krusial. Hingga saat ini, fasilitas ambulans laut yang sangat dibutuhkan untuk wilayah kepulauan masih belum tersedia secara memadai.

Akibatnya, pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di wilayah lain terpaksa menunggu lama untuk menyeberang laut.
“Kalau pasien kritis dan harus dirujuk, tapi ambulans laut tidak ada, maka yang terjadi hanya buang waktu. Kita menunggu sambil melihat pasien menghembuskan napas terakhir,” ujar warga tersebut dengan nada pilu.

Tak hanya itu, kondisi fasilitas kesehatan di Puskesmas Dolik juga disorot karena dinilai masih memiliki banyak kekurangan dan perlu segera ditinjau ulang. Ketersediaan alat medis, obat-obatan, hingga sarana penunjang lainnya dinilai belum memadai untuk menangani kasus-kasus darurat.

Sorotan tajam juga diarahkan pada kehadiran tenaga medis, khususnya dokter. Warga menilai, dokter seharusnya berada di tempat tugas dan siap siaga, terutama di luar hari libur. Ketidakhadiran dokter pada saat-saat krusial dinilai dapat berdampak fatal bagi keselamatan pasien.

Atas berbagai persoalan tersebut, warga berharap kepada Camat Gane Barat Utara dan Kepala UPTD Puskesmas Dolik agar dapat menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan. Harapan besar juga disematkan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera mengambil langkah konkret dan tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat di wilayah terpencil.

“Ini bukan sekadar kritik, tapi jeritan masyarakat. Kami ingin ke depan, jika ada warga Gane Barat Utara yang kritis dan membutuhkan penanganan medis atau rujukan ke rumah sakit, mereka bisa mendapatkan fasilitas yang layak dan memadai,” tegas warga.

Tragedi yang merenggut nyawa SJ dan AI kini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan di Halmahera Selatan. Masyarakat berharap, duka ini tidak berlalu begitu saja tanpa evaluasi dan perbaikan nyata, agar kalimat duka innalillahi tidak terus berulang akibat kelalaian sistem yang seharusnya melindungi nyawa. (Haji/red)

HALSEL, Malutline — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah di Kabupaten Halmahera Selatan justru menuai kritik tajam dari masyarakat. Salah satu menu yang disajikan, yakni pisang rebus, dinilai tidak layak dan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah.

Sejumlah orang tua dan pemerhati pendidikan menilai, menu pisang rebus lebih cocok sebagai makanan ringan atau menu diet bagi orang dewasa, bukan sebagai makanan bergizi untuk menunjang pertumbuhan dan konsentrasi belajar anak-anak.

“Pisang rebus itu cocoknya untuk ibu-ibu diet, bukan untuk anak sekolah yang butuh protein, karbohidrat seimbang, dan gizi lengkap,” ujar salah satu orang tua siswa dengan nada kecewa.

Kritik tersebut muncul karena program MBG memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan asupan gizi anak-anak, mencegah stunting, serta mendukung kualitas pendidikan. Namun, menu yang dinilai tidak variatif dan minim kandungan protein dianggap bertolak belakang dengan tujuan tersebut.

Warga mempertanyakan dasar penyusunan menu MBG di Halmahera Selatan. Mereka menilai, anak sekolah membutuhkan makanan dengan kandungan gizi seimbang, seperti protein hewani, sayur-mayur, serta sumber energi yang cukup, bukan sekadar makanan pengganjal perut.

“Anak-anak itu bukan cuma butuh kenyang, tapi butuh gizi. Kalau hanya pisang rebus, itu tidak cukup untuk menunjang aktivitas dan perkembangan mereka,” ungkap warga lainnya.

Selain kandungan gizi, aspek psikologis anak juga menjadi sorotan. Menu yang monoton dan kurang menarik dikhawatirkan membuat anak enggan mengonsumsi makanan yang disediakan, sehingga tujuan program tidak tercapai secara maksimal.

Masyarakat juga mendesak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu MBG. Mereka meminta agar penyusunan menu melibatkan ahli gizi serta mempertimbangkan kebutuhan anak sesuai usia dan aktivitas mereka.

“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya harus benar. Jangan sampai anggaran besar tapi hasilnya tidak sebanding,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak menutup mata terhadap kritik ini. Evaluasi menu MBG dinilai mendesak agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah, bukan sekadar formalitas atau pelaporan administrasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari dinas terkait mengenai alasan penetapan pisang rebus sebagai salah satu menu MBG di Halmahera Selatan.

Masyarakat berharap, ke depan menu MBG disusun lebih variatif, bergizi seimbang, dan layak dikonsumsi anak sekolah, sehingga tujuan menciptakan generasi sehat dan cerdas dapat benar-benar terwujud. (Haji)

HALSEL, Malutline— Wahana permainan anak di kawasan UMKM Milenial dikeluhkan para orang tua akibat kondisi penerangan yang padam total sejak Rabu malam, 14 Januari 2026. Berdasarkan keterangan warga, lampu di area permainan tersebut tidak menyala sejak pukul 19.30 WIT.

Padamnya lampu pada jam-jam ramai pengunjung membuat area permainan anak berada dalam kondisi gelap, Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius dari para orang tua yang membawa anak mereka untuk bermain di lokasi tersebut.
“Sejak jam setengah delapan malam lampunya padam total. Anak-anak masih ingin bermain, tapi kami takut mereka jatuh karena gelap,” ujar salah satu orang tua pengunjung.

UMKM Milenial yang selama ini menjadi salah satu ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat dinilai belum mendapat perhatian maksimal dalam hal perawatan fasilitas. Penerangan di area permainan anak merupakan sarana vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak.

Menurut warga, bermain di area gelap sangat berisiko, terutama pada wahana yang memiliki ketinggian atau permukaan licin. Karena kondisi tersebut, sebagian orang tua memilih membawa pulang anak mereka lebih awal.

Para orang tua berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan penerangan di kawasan UMKM Milenial. Selain lampu, fasilitas pendukung lainnya juga diminta untuk diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola UMKM Milenial maupun instansi terkait mengenai penyebab padamnya lampu tersebut.

Masyarakat berharap, keluhan ini segera ditindaklanjuti agar UMKM Milenial kembali menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. (Red)