HALSEL, Malutline — Kepedulian warga kembali terlihat dalam sebuah peristiwa kemanusiaan yang terjadi pada Rabu (14/01/2026), ketika dua anak ditemukan menangis di pinggir jalan mandaong pantai kecamatan Bacan selatan kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara dalam kondisi kebingungan dan tidak mengetahui jalan pulang.

Menurut informasi yang dihimpun, kedua anak tersebut ditemukan oleh warga saat melintas di sekitar jembatan Mandaong, tepatnya di kawasan pantai belakang lokasi cetakan batu nisan. Saat ditemukan, kedua anak tampak ketakutan, menangis terus-menerus, dan tidak dapat menjelaskan dengan jelas dari mana asal mereka maupun di mana rumah orang tua mereka berada.

Melihat kondisi tersebut, warga yang menemukan kedua anak itu segera mengambil langkah penyelamatan dengan membawa mereka ke tempat yang lebih aman. Untuk sementara waktu, kedua anak tersebut diamankan di kediaman Kepala Desa Imbu-Imbu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Anak-anak ini kami temukan di jalan dalam keadaan menangis dan bingung Mereka tidak tahu jalan pulang, jadi demi keselamatan, kami bawa dan titipkan di rumah kepala desa,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam proses penyelamatan.

Peristiwa ini kemudian disampaikan kepada masyarakat luas dengan harapan ada warga yang mengenali kedua anak tersebut atau mengetahui identitas keluarganya. Warga juga mengimbau kepada siapa pun yang merasa kehilangan anak atau mengenali ciri-ciri keduanya agar segera menghubungi pihak desa atau datang langsung ke kediaman Kepala Desa Imbu-Imbu.

Hingga berita ini diturunkan, kedua anak tersebut dalam kondisi aman dan berada dalam pengawasan orang dewasa. Warga setempat memastikan kebutuhan dasar mereka sementara waktu tetap terpenuhi sambil menunggu informasi dari pihak keluarga.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan kuatnya nilai solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat yang sigap membantu sesama dalam situasi darurat.

Masyarakat berharap informasi ini dapat segera sampai kepada keluarga kedua anak tersebut, sehingga mereka dapat segera dipertemukan kembali dan terhindar dari risiko yang lebih besar. (Haji)

HALSEL, Malutline— Seorang warga Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mengeluhkan tindakan pihak PLN Bacan yang melakukan pergantian meteran listrik tanpa koordinasi dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan.

Menurut penuturan warga, pergantian meteran tersebut justru menimbulkan persoalan baru, Setelah meteran diganti, kualitas aliran listrik menjadi tidak stabil dan kerap mengalami pemadaman Akibatnya, sejumlah peralatan listrik tidak dapat berfungsi dengan baik, termasuk alat pendingin ruangan (AC).

“Setelah meteran diganti, listrik sering padam AC tidak bisa menyala, padahal di rumah ada anak balita,” ujar warga tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/01/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut sangat berdampak pada kesehatan anaknya, Saat listrik padam dan suhu udara panas, balita di dalam kamar mengalami kepanasan hingga merasakan sesak napas.

“Kami sangat khawatir. Anak kecil tidak tahan panas, apalagi di ruangan tertutup tanpa AC,” ungkapnya.

Warga tersebut menyesalkan sikap PLN yang dinilai sepihak dalam melakukan pergantian meteran listrik yang rusak tanpa adanya koordinasi atau pemberitahuan sebelumnya kepada pemilik rumah. Padahal, sesuai prosedur, pergantian meteran seharusnya dilakukan dengan pemberitahuan lebih dulu dan disaksikan oleh pelanggan atau perwakilannya.

Ia berharap pihak PLN dapat lebih profesional dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Selain itu, warga meminta agar PLN segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar aliran listrik kembali normal dan tidak merugikan pelanggan.

“PLN harus memperhatikan dampak dari tindakan mereka. Ini bukan hanya soal listrik, tapi juga soal keselamatan dan kesehatan keluarga kami,” pungkasnya. (Haji)

LABUHA, Malutline – Kabar gembira datang bagi para pecinta kuliner di Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Dalam waktu dekat, sebuah usaha kuliner baru bertajuk Doyan Ayam Bacan akan segera membuka gerainya di wilayah Labuha, dengan menawarkan aneka menu ayam bercita rasa lezat yang siap memanjakan lidah masyarakat.

Hadirnya Doyan Ayam Bacan diharapkan menjadi angin segar bagi dunia kuliner lokal. Mengusung konsep rasa berkualitas dengan harga terjangkau, Doyan Ayam Bacan menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pekerja, hingga keluarga yang ingin menikmati hidangan ayam nikmat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Beragam varian menu ayam telah disiapkan untuk memenuhi selera pelanggan. Mulai dari cita rasa gurih yang menggoda, hingga sensasi pedas yang menggugah selera, seluruh menu diracik menggunakan bumbu pilihan dan proses pengolahan yang tepat, sehingga menghasilkan rasa yang lezat dan konsisten di setiap sajian.

Pengelola Doyan Ayam Bacan, kepada wartawan Rabu (14/01/2026), menyampaikan bahwa kehadiran usaha kuliner ini bertujuan untuk memberikan alternatif makanan yang enak, terjangkau, dan mudah dijangkau oleh masyarakat Bacan.

“Kami ingin Doyan Ayam Bacan menjadi pilihan kuliner yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Menu yang kami sajikan enak di mulut, namun tetap ramah di kantong. Harapannya, masyarakat Bacan bisa menikmati ayam berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya mahal,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan rasa, Doyan Ayam Bacan juga sangat memperhatikan kebersihan dan higienitas dalam setiap proses pengolahan makanan. Seluruh menu disiapkan dengan standar kebersihan yang baik, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian, demi menjaga kualitas serta kepuasan pelanggan.

Doyan Ayam Bacan akan berlokasi di Jalan SPBU, Labuha, sebuah lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat, Letaknya yang berada di jalur ramai diharapkan dapat memudahkan pelanggan untuk singgah, baik untuk makan di tempat maupun membawa pulang pesanan.

Kehadiran Doyan Ayam Bacan juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor usaha kuliner lokal di Bacan. Selain menambah pilihan tempat makan, usaha ini turut membuka peluang ekonomi dan meramaikan aktivitas usaha masyarakat setempat.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan, Doyan Ayam Bacan menyediakan layanan pemesanan melalui WhatsApp di nomor 0813 4179 795, sehingga pelanggan dapat dengan mudah memesan tanpa harus antre lama.

Doyan Ayam Bacan dijadwalkan akan resmi dibuka perdana pada Kamis (15/01/2026) pada pukul 10.00 WIT Dengan beragam varian rasa yang ditawarkan, Doyan Ayam Bacan optimistis dapat menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Bacan, Halmahera Selatan Bahkan, cita rasa khas yang dihadirkan diyakini mampu membuat pelanggan ketagihan dan “susah move on” setelah mencicipinya. (Haji/red)

LABUHA, Malutline — Kepemimpinan Kepala Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Rina Hamid kini menjadi sorotan tajam di kalangan masyarakat setempat.

Sejumlah warga menyampaikan dugaan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, mulai dari kelalaian tugas, tidak terealisasinya pembangunan fisik, hingga dugaan laporan ketahanan pangan fiktif dan penggunaan mobil desa untuk kepentingan pribadi.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, masyarakat Desa Guruapin mulai mempertanyakan kinerja kepala desa karena dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab penuh dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu poin yang paling disorot adalah dugaan kelalaian tugas. Warga menilai kepala desa jarang berada di desa dan kurang aktif dalam mengawal program-program pembangunan yang bersumber dari dana desa. Akibatnya, sejumlah kebutuhan masyarakat tidak tertangani dengan baik.

Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya realisasi pembangunan fisik desa sebagaimana yang tercantum dalam perencanaan dan anggaran desa.

Sejumlah program pembangunan yang dijanjikan disebut tidak terlihat di lapangan, sehingga memunculkan kecurigaan dan kekecewaan masyarakat.
“Kami tidak melihat pembangunan fisik yang jelas. Padahal anggaran desa setiap tahun ada. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, ke mana dana tersebut digunakan,” ujar salah seorang warga Guruapin yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Masalah lain yang turut mencuat adalah dugaan laporan ketahanan pangan yang bersifat fiktif. Warga menilai laporan yang dibuat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Program ketahanan pangan yang dilaporkan berjalan baik, justru dinilai tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

Tak hanya itu, mobil desa yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, diduga digunakan untuk kepentingan pribadi kepala desa. Dugaan ini semakin memicu kemarahan warga, karena aset desa merupakan fasilitas publik yang dibiayai dari uang negara.
“Mobil desa itu milik masyarakat, bukan milik pribadi. Kalau benar dipakai untuk urusan pribadi, ini sudah melanggar etika dan aturan,” tegas warga lainnya.

Atas berbagai dugaan tersebut, masyarakat Desa Guruapin meminta pemerintah kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana desa dan aset desa.

Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan dapat ditangani secara transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih, demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Guruapin belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai dugaan yang dialamatkan kepadanya. Media masih berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk memperoleh hak jawab sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan.

Masyarakat menegaskan bahwa langkah ini bukan bertujuan menjatuhkan pribadi tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab, agar Dana Desa benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Guruapin. (Red)

HALSEL, Malutline — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya peningkatan gizi dan kesehatan peserta didik di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kini menuai protes keras dari para orang tua siswa. Pasalnya, menu makanan yang dibagikan kepada siswa TK hingga SMA dinilai tidak layak, minim gizi, dan jauh dari harapan.

Keluhan tersebut mencuat setelah beredar informasi dan foto menu MBG yang diterima siswa, yang hanya terdiri dari dua buah pisang, sayur bersantan dalam porsi kecil, serta sepotong buah semangka. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kemarahan para orang tua, yang mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjamin pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

“Tabea, apa betul ini menu MBG untuk anak-anak TK sampai SMA seperti ini? Yakin anak-anak mau makan? Jou yah,” ungkap salah satu orang tua siswa dengan nada kecewa.

Menurut para orang tua, menu tersebut tidak mencerminkan standar makanan bergizi seimbang yang seharusnya diterima anak-anak dalam masa pertumbuhan. Mereka menilai, porsi dan variasi makanan sangat minim, tanpa sumber protein yang memadai seperti ikan, telur, atau daging.

Lebih lanjut, orang tua siswa juga menyoroti besaran anggaran per porsi yang diduga hanya berkisar Rp2.000. Jika benar demikian, mereka menilai angka tersebut sangat tidak realistis untuk menyediakan makanan bergizi dan layak konsumsi bagi siswa.

“Kalau benar anggarannya cuma dua ribu rupiah per porsi, bagaimana bisa anak-anak mendapatkan makanan bergizi? Ini bukan sekadar soal kenyang, tapi soal kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujar orang tua lainnya.

Program MBG sejatinya dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mencegah stunting dan gizi buruk. Namun, dengan menu seperti yang diterima siswa saat ini, para orang tua khawatir tujuan utama program justru tidak tercapai.

Kritik juga datang dari masyarakat yang menilai bahwa pelaksanaan program MBG di Halmahera Selatan perlu dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari perencanaan anggaran, pengadaan bahan makanan, hingga pengawasan distribusi di lapangan. Mereka meminta transparansi terkait pengelolaan anggaran dan standar menu yang digunakan.

“Anak-anak kita bukan tempat uji coba Program ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukan asal jalan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai menu MBG yang diprotes tersebut maupun klarifikasi soal besaran anggaran per porsi. Para orang tua berharap pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan instansi pelaksana program MBG, segera memberikan penjelasan terbuka serta melakukan perbaikan.

Para orang tua siswa menegaskan bahwa protes ini bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap hak anak-anak untuk mendapatkan makanan yang layak dan bergizi. Mereka berharap suara ini didengar dan segera ditindaklanjuti, agar program MBG benar-benar memberi manfaat nyata bagi generasi penerus di Halmahera Selatan. (Haji/red)