TERNATE, MALUTLINE–Dugaan penyalahgunaan waktu setelah agenda kedinasan kembali menjadi sorotan. Sejumlah oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) disebut-sebut kerap memanfaatkan kesempatan usai mengikuti studi banding (stuban) maupun konsultasi di Jakarta untuk mendatangi tempat hiburan malam dan mengonsumsi minuman keras (miras).

Informasi tersebut kini menjadi perhatian Lembaga Pengawasan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (LPP-Tipikor) Maluku Utara.

Devisi Advokasi dan Investigasi LPP-Tipikor Maluku Utara, Sudarmono Tamher, mengaku pihaknya telah menerima informasi yang menurutnya cukup kuat mengenai dugaan aktivitas sejumlah anggota DPRD Halsel tersebut.

Tak ingin berhenti pada informasi, LPP-Tipikor menyatakan akan membawa persoalan itu ke ranah internal partai politik.

“Informasi yang kami terima menyebutkan ada sejumlah oknum anggota DPRD Halsel yang diduga kerap masuk diskotek dan mengonsumsi minuman keras ketika berada di Jakarta. Nama-nama yang sudah kami kantongi akan kami laporkan kepada pimpinan partai politik masing-masing, baik di tingkat provinsi maupun DPP,” ujar Sudarmono.

Tak Sekadar Soal Dugem

Menurut Sudarmono, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas pribadi seseorang. Yang menjadi perhatian adalah apabila kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian perjalanan kedinasan yang menggunakan fasilitas atau anggaran negara/daerah.

Ia menilai perlu ada pemeriksaan untuk memastikan apakah seluruh aktivitas dan penggunaan anggaran selama perjalanan dinas benar-benar berkaitan dengan agenda kedinasan.

“Yang perlu kami lihat adalah apakah kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian perjalanan dinas, bagaimana penggunaan anggarannya, dan apakah ada pelanggaran terhadap kode etik maupun aturan partai,” katanya.

LPP-Tipikor, lanjut dia, tidak ingin memberikan vonis sebelum proses klarifikasi dilakukan.

Namun, apabila dugaan tersebut terbukti, partai politik dinilai memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap kadernya sesuai aturan organisasi.

Bisa Berujung Sanksi Partai

Sudarmono menjelaskan, anggota DPRD merupakan kader partai politik yang terikat dengan aturan internal partai.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, sanksi dapat diberikan sesuai tingkat kesalahan dan ketentuan masing-masing partai.

Mulai dari teguran, peringatan keras, pencopotan dari jabatan strategis di partai maupun alat kelengkapan DPRD, hingga kemungkinan Penggantian Antarwaktu (PAW) apabila memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Partai politik memiliki mekanisme sendiri. Karena itu, kami akan menyerahkan laporan beserta informasi dan bukti yang kami miliki kepada pimpinan partai agar dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Badan Kehormatan DPRD Bisa Ikut Didorong

Selain kepada partai politik, LPP-Tipikor juga membuka kemungkinan mendorong persoalan tersebut ke Badan Kehormatan DPRD Halsel apabila ditemukan dugaan pelanggaran kode etik.

Menurut Sudarmono, anggota DPRD memiliki sumpah/janji jabatan dan kode etik yang harus dijaga.

Apabila perilaku seorang anggota dewan dinilai merendahkan kehormatan lembaga dan memenuhi unsur pelanggaran etik, maka mekanisme pemeriksaan melalui Badan Kehormatan dapat ditempuh.

“Kalau pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran etik, tentu Badan Kehormatan harus menjalankan kewenangannya. Jangan sampai marwah lembaga DPRD dipertaruhkan akibat perilaku oknum,” ujarnya.

LPP-Tipikor: Jangan Campur Anggaran Rakyat dengan Hiburan Pribadi

Sorotan semakin serius apabila kegiatan hiburan tersebut ternyata berkaitan dengan perjalanan dinas yang dibiayai APBD.

Sudarmono meminta agar penggunaan uang rakyat untuk perjalanan kedinasan benar-benar dipertanggungjawabkan sesuai tujuan kegiatan.

“Kalau perjalanan itu menggunakan uang rakyat, maka pertanggungjawabannya juga harus jelas. Jangan sampai agenda resmi pemerintah atau DPRD justru dijadikan kesempatan untuk membiayai aktivitas pribadi,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan pendalaman sebelum menyerahkan laporan kepada masing-masing partai politik.

“Kami tidak ingin hanya berdasarkan cerita. Kami akan kumpulkan bukti dan informasi pendukung. Setelah itu, kami serahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk memeriksa dan mengambil keputusan,” jelasnya.

Menunggu Klarifikasi DPRD dan Partai Politik

Dugaan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi DPRD Halsel maupun partai politik tempat para anggota dewan tersebut bernaung.

Publik tentu berhak mengetahui apakah perjalanan dinas yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan apakah seluruh pertanggungjawaban anggaran dapat dibuktikan secara administratif maupun faktual.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD Halsel maupun partai politik terkait dugaan tersebut.

Media ini juga memberikan ruang hak jawab kepada anggota DPRD yang merasa disebut atau dirugikan oleh pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka. (Lan)

HALSEL, Malutline–Kontingen cabang olahraga (Cabor) Atletik Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tampil gemilang di POPDA XII Morotatai Maluku Utara dengan mengukir prestasi membanggakan pada ajang kompetisi atletik. Meski hanya diperkuat 10 atlet, tim atletik Halsel berhasil membawa pulang enam medali, terdiri dari dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di Halmahera Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. Semangat juang para atlet di lintasan mampu mengharumkan nama daerah di tengah persaingan yang ketat dengan kontingen dari kabupaten dan kota lainnya.

Salah satu bintang kemenangan Halsel adalah Tiara La jemi yang tampil luar biasa dengan menyabet dua medali emas. Tiara sukses menjadi yang tercepat dan terbaik pada nomor lari 1.500 meter putri serta lari 800 meter, sekaligus menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen atletik Halsel.

Sementara itu, Mufti Zufar A. Tomagola turut menyumbangkan medali perak setelah finis di posisi kedua pada nomor lari 5.000 meter putra, memperlihatkan daya tahan dan strategi balap yang impresif.

Di nomor sprint, Rifai H. Sangaji juga tampil membanggakan dengan meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putra, setelah bersaing ketat dengan para sprinter terbaik dari daerah lain.

Tambahan prestasi juga datang dari M. Rehan Wanto yang berhasil merebut medali perunggu pada nomor lari 800 meter putra, serta Ridat Nasrun yang mempersembahkan medali perunggu di nomor lari 100 meter putra.

Di balik pencapaian tersebut, peran pelatih (coach Sadam Husein M. Mayor) bersama seluruh tim pendukung menjadi faktor penting dalam mempersiapkan atlet hingga mampu tampil maksimal di arena pertandingan.

Dengan torehan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu, kontingen Atletik Halmahera Selatan menutup kejuaraan dengan total enam medali, sebuah capaian yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi generasi muda Halmahera Selatan untuk terus mengembangkan bakat di bidang olahraga, sekaligus menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah mampu bersaing dan mengharumkan nama Halmahera Selatan di berbagai ajang kompetisi. Selamat kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial atas kerja keras serta dedikasi yang telah mengantarkan Halmahera Selatan meraih prestasi gemilang. (Red)

LABUHA, Malutline.com–Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Halmahera Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara Tahun 2026 yang akan berlangsung di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, pada 8 hingga 15 Juni 2026.

Mengusung semangat juang tinggi, PASI Halmahera Selatan mengirimkan 12 atlet terbaik yang telah melalui proses seleksi berdasarkan capaian prestasi dan target limit yang ditetapkan oleh tim pelatih. Para atlet tersebut diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Halmahera Selatan sekaligus membawa pulang medali emas dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

Pelatih Atletik Halmahera Selatan, Sadam Husain M. Mayor, S.Hut, mengatakan bahwa seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan atlet-atlet pilihan yang memiliki pengalaman bertanding serta rekam jejak prestasi yang membanggakan di berbagai ajang olahraga sebelumnya.

“Atlet yang kami kirim adalah atlet yang telah memenuhi target prestasi dan memiliki pengalaman bertanding di tingkat daerah maupun nasional. Kami optimistis cabang olahraga atletik mampu menyumbangkan medali emas bagi Halmahera Selatan pada Porprov V Maluku Utara,” ujar Sadam.

Menurutnya, persiapan atlet telah dilakukan jauh hari melalui program latihan yang terukur dan berkelanjutan. Selain peningkatan kemampuan teknik dan fisik, para atlet juga dibekali kesiapan mental untuk menghadapi persaingan ketat dengan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota lainnya di Maluku Utara.

12 Atlet Andalan Halmahera Selatan

Adapun atlet yang akan memperkuat kontingen atletik Halmahera Selatan pada Porprov V Maluku Utara antara lain:

1. Irwan Lasiadi – 100 meter, 200 meter, dan estafet 4×100 meter.

2. Rifai H. Sangaji – 100 meter, 200 meter, dan estafet 4×100 meter.

3. Nadir F. Ramadhani – 400 meter, 800 meter, dan estafet 4×100 meter.

4. La Irfan Lasiadi – 100 meter, lompat jauh, dan estafet 4×100 meter.

5. M. Rehan Wanto – 400 meter.

6. La Ardin La Juli – 800 meter dan 1.500 meter.

7. Muhammad Nur – 1.500 meter.

8. Alfin Hayun – lempar cakram dan lempar lembing.

9. Andri Darwis – lempar lembing.

10. Marten Lalala – lempar cakram.

11. Rumaisa Hi. Yunus – 400 meter dan 800 meter.

12. Tiara La Jemi – 800 meter dan 1.500 meter.

 

Diperkuat Atlet Berprestasi

Optimisme PASI Halmahera Selatan bukan tanpa alasan. Sejumlah atlet yang tergabung dalam tim kali ini telah mengoleksi medali pada berbagai kejuaraan bergengsi, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Porprov, hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Beberapa atlet yang menjadi andalan antara lain:

La Irfan Lasiadi, peraih medali emas Porprov 2017 di Tobelo dan medali emas POPDA 2018 di Ternate.

Rifai H. Sangaji, peraih medali emas POPDA 2024 di Sofifi.

Tiara La Jemi, peraih medali emas POPDA 2024 di Sofifi.

Alfin Hayun, peraih medali emas dan perak POPDA 2022 di Weda.

Irwan Lasiadi, peraih medali perak POPDA 2022 di Weda.

Marten Lalala, peraih medali perak POPDA 2018 di Ternate.

Selain itu, sejumlah atlet lainnya juga dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan kejutan dan menambah perolehan medali bagi kontingen Halmahera Selatan.

Target Emas untuk Halmahera Selatan

Menghadapi Porprov V Maluku Utara, PASI Halmahera Selatan menargetkan raihan medali emas dari nomor sprint, nomor jarak menengah, lompat jauh, hingga nomor lempar.

Sadam Husain M. Mayor menegaskan bahwa seluruh atlet telah menunjukkan perkembangan yang signifikan selama masa persiapan. Karena itu, dirinya yakin atletik akan menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali terbanyak bagi Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami berharap dukungan dan doa seluruh masyarakat Halmahera Selatan agar atlet-atlet kami dapat tampil maksimal. Mereka membawa nama daerah dan telah berlatih keras selama ini. Target kami jelas, yaitu meraih medali emas dan mengharumkan nama Halmahera Selatan di ajang Porprov V Maluku Utara,” tegasnya.

Dengan bekal pengalaman, disiplin latihan, dan semangat juang yang tinggi, kontingen atletik Halmahera Selatan kini siap bertarung di arena Porprov V Maluku Utara. Harapan besar masyarakat pun tertuju kepada para atlet muda tersebut untuk membawa pulang prestasi dan mengibarkan panji Halmahera Selatan di podium juara. (Red)

HALSEL, Lintas-Kieraha. Com Masyarakat Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, atas dimulainya pembangunan jembatan yang selama puluhan tahun menjadi harapan warga setempat.

Pembangunan jembatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat karena dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan infrastruktur yang telah lama diperjuangkan oleh warga dari generasi ke generasi. Kehadiran proyek tersebut dianggap sebagai bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

Sejumlah warga Bibinoi mengaku terharu melihat alat berat dan pekerjaan fisik mulai dilakukan di lokasi pembangunan. Menurut mereka, selama bertahun-tahun berbagai pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi telah terjadi, namun pembangunan jembatan yang diharapkan masyarakat belum juga terealisasi.

“Sudah puluhan tahun masyarakat menantikan pembangunan jembatan ini. Dari satu gubernur ke gubernur berikutnya, belum ada realisasi. Baru di masa kepemimpinan Ibu Sherly Tjoanda Laos pekerjaan ini mulai dilaksanakan,” ujar salah seorang warga Bibinoi.

Masyarakat menilai pembangunan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa janji politik yang disampaikan kepada rakyat dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Karena itu, warga berharap proyek pembangunan jembatan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.

Menurut warga, keberhasilan dimulainya pembangunan jembatan tidak terlepas dari komitmen yang pernah dibangun oleh mendiang Benny Laos bersama Sherly Tjoanda Laos saat mengikuti kontestasi politik di Maluku Utara.

Sebagaimana diketahui, perjalanan politik Sherly Tjoanda Laos menuju kursi Gubernur Maluku Utara tidak berlangsung mudah. Setelah wafatnya calon gubernur Benny Laos akibat insiden kebakaran kapal cepat di Pulau Taliabu menjelang pelaksanaan Pilkada, Sherly Tjoanda Laos kemudian melanjutkan perjuangan politik almarhum suaminya.

Dengan waktu kampanye yang relatif singkat dan kondisi politik yang tidak mudah, Sherly berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat Maluku Utara hingga akhirnya terpilih memimpin provinsi tersebut.

Bagi masyarakat Bibinoi, keberhasilan merealisasikan pembangunan jembatan menjadi simbol bahwa komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat tidak berhenti sebagai janji kampanye semata.

Selain pembangunan jembatan, warga juga menilai berbagai program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, bantuan bagi petani dan nelayan, hingga program perbaikan rumah tidak layak huni disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami melihat ada kerja nyata yang dilakukan. Bukan hanya pembangunan jembatan, tetapi juga program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil,” kata warga lainnya.

Pembangunan jembatan di Desa Bibinoi sendiri diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, mempermudah akses transportasi, serta mendukung pertumbuhan sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan di kawasan Bacan Timur Tengah.

Di media sosial, apresiasi masyarakat Bibinoi terhadap Gubernur Sherly Tjoanda Laos juga menjadi perbincangan luas. Sebuah video pendek yang beredar di berbagai platform digital memperlihatkan sejumlah warga menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut.

Dalam video yang viral itu, beberapa warga bahkan menyampaikan harapan agar kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos dapat terus berlanjut pada periode berikutnya. Menurut mereka, berbagai program pembangunan yang mulai berjalan perlu mendapat dukungan agar dapat diselesaikan secara berkelanjutan.

Meski demikian, masyarakat berharap pembangunan jembatan di Desa Bibinoi dapat terus dikawal hingga selesai sesuai target yang telah ditetapkan. Warga juga meminta pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur lainnya yang masih menjadi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Bagi masyarakat Desa Bibinoi, dimulainya pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan simbol hadirnya harapan baru setelah puluhan tahun menunggu realisasi pembangunan yang selama ini hanya menjadi impian. Kini, harapan itu perlahan mulai menjadi kenyataan melalui pembangunan yang telah dimulai di era kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos. (Lan/red)

TERNATE, Malutline — Langkah politik dan pengabdian Rusdi Yusuf atau yang akrab disapa RY menuju bursa calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara mulai terlihat semakin serius. Pada Jumat malam, Rusdi Yusuf melakukan silaturahmi sekaligus berpamitan kepada Sultan Ternate Hidayat Mudafar Syah sebagai bentuk penghormatan adat dan budaya sebelum maju dalam kontestasi pemilihan Ketua KADIN Maluku Utara.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting bagi Rusdi Yusuf dalam membangun komunikasi serta meminta doa restu atas niat dan ikhtiar yang tengah diperjuangkannya.

Dalam suasana penuh keakraban, Rusdi Yusuf menyampaikan komitmennya untuk ikut berkontribusi dalam mendorong kemajuan dunia usaha dan perekonomian di Maluku Utara melalui organisasi KADIN.

“Silaturahmi ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada Sultan Ternate Hidayat Mudafar Syah sebagai tokoh adat dan panutan masyarakat Maluku Utara. Kami datang untuk berpamitan sekaligus memohon doa restu agar langkah dan perjuangan ini diberi kemudahan,” ujar Rusdi Yusuf.

Menurutnya, KADIN memiliki peran strategis dalam membangun kemitraan antara pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Rusdi Yusuf menilai Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan perlu dikelola secara baik agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan sinergi kuat antara pengusaha lokal, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Maluku Utara memiliki peluang besar untuk berkembang. KADIN harus menjadi rumah bersama bagi para pelaku usaha serta mampu menghadirkan program-program yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Silaturahmi tersebut juga mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai langkah Rusdi Yusuf menunjukkan sikap santun dan menghargai nilai-nilai budaya serta adat istiadat sebelum mengambil langkah besar dalam dunia organisasi dan kepemimpinan.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai pertemuan tersebut. Selain membahas perkembangan daerah, pertemuan itu juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai masa depan Maluku Utara, khususnya dalam bidang ekonomi dan investasi.

Dukungan serta doa dari berbagai pihak pun terus mengalir kepada Rusdi Yusuf agar niat baik dan perjuangannya dalam kontestasi KADIN Maluku Utara dapat berjalan lancar.

“Semoga langkah dan ikhtiar ini mendapat ridho Allah SWT serta membuka jalan terbaik dalam perjuangan untuk kemajuan Maluku Utara,” ucap salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Momen silaturahmi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga hubungan antara tokoh adat, masyarakat, dan para pemimpin daerah dalam membangun Maluku Utara yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera di masa mendatang. (Red)