HALSEL, Malutline — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Halmahera Selatan menggelar aksi sosial berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, Kegiatan penuh makna ini menjadi wujud nyata kepedulian para bidan terhadap sesama, sekaligus bentuk rasa syukur menyongsong bulan penuh berkah.

Dengan mengusung tema “Sucikan Harta Dengan Berbagi, Terangi Hati Dengan Peduli”, kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana namun sarat makna. Sejumlah paket sembako disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan, terutama para lansia dan keluarga kurang mampu.

Ketua IBI Halmahera Selatan Hj Erna Yusup dan jajaran turun langsung menyerahkan bantuan kepada penerima, Suasana haru dan bahagia terlihat saat paket sembako diterima, Senyum tulus para penerima menjadi gambaran bahwa kepedulian sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

“Kegiatan ini adalah bentuk kebersamaan kami sebagai organisasi profesi. Bidan bukan hanya bertugas melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat,” ujar salah satu pengurus IBI Halmahera Selatan di sela kegiatan Minggu (12/02/2026).

Ia menambahkan, Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan empati, serta mempererat silaturahmi antar sesama. Melalui kegiatan berbagi ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Tak hanya berbagi kebahagiaan, setelah kegiatan sosial tersebut, rombongan IBI Halmahera Selatan juga melanjutkan agenda dengan mengunjungi rumah duka suami salah satu rekan sejawat Bidan IPA. Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan moril dan empati kepada keluarga yang sedang berduka.

Kehadiran para bidan di rumah duka menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan dalam organisasi. Dalam suasana penuh haru, para pengurus dan anggota memberikan doa serta penguatan kepada keluarga almarhum agar diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Aksi sosial dan kepedulian ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat,
Warga berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga pada momen-momen lainnya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi, IBI Halmahera Selatan kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi profesi yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Semoga setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal ibadah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan suci ini. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak berbagi dan mempererat ukhuwah. (Haji)

HALSEL, Malutline — Peristiwa dugaan pengeroyokan yang menimpa Kepala KUA Kecamatan Bajo, O.N., di Desa Silang, Kecamatan Bacan Barat Selatan, kini menjadi sorotan tajam publik Halmahera Selatan. Bukan hanya karena korbannya adalah pejabat pelayanan keagamaan, tetapi juga karena lokasi kejadian disebut terjadi di dalam rumah Kepala Desa Silang sendiri.

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan dengan STLP Nomor: STLP/44/II/2026/SPKT Polres Halsel tertanggal 8 Februari 2026.

Dalam laporan tersebut, tercantum empat nama terduga pelaku Aldi, Amran, Amrin, dan Ajaidin — yang informasinya diketahui merupakan adik kandung Kepala Desa Silang Kejadian dilaporkan berlangsung pada Sabtu malam, 8 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIT. Akibat insiden itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, sempat tidak sadarkan diri, dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Labuha.

Pertanyaan publik pun bermunculan.
Apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah itu? Mengapa bisa berujung pada dugaan pengeroyokan hingga korban tak sadarkan diri? Hingga saat ini, motif dan kronologi pasti masih dalam penyelidikan polisi.

Isu Visum yang Mengundang Tanda Tanya
Informasi lain yang ikut menyulut perhatian adalah kabar bahwa pihak kepolisian telah datang ke RSUD Labuha membawa surat pengantar visum. Namun, beredar informasi bahwa visum belum dilakukan, yang disebut-sebut karena adanya permintaan agar korban tidak divisum.

Informasi ini belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit maupun pihak terkait, namun sudah terlanjur memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, Kuasa Hukum Tangani Serius dan Transparan Kuasa hukum korban, Fardi Tolangara, SH, meminta agar Polres Halsel menangani perkara ini secara serius.

“Klien kami adalah korban dan masih dirawat. Kami berharap proses hukum berjalan profesional, transparan, dan para terlapor diproses sesuai ketentuan,” tegasnya.

Publik Menunggu Ketegasan Aparat
Kasus ini bukan lagi sekadar persoalan keluarga. Ketika dugaan kekerasan terjadi, melibatkan pejabat publik, dan dilaporkan resmi ke polisi, maka yang dipertaruhkan adalah wibawa hukum di mata masyarakat.

Warga Halsel kini menunggu:
sejauh mana keseriusan aparat mengusut kasus ini, mengingat nama-nama yang disebut memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan desa.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Silang belum memberikan keterangan resmi, dan polisi masih melakukan penyelidikan.

Satu hal yang pasti, peristiwa ini telah mengguncang perhatian publik — dan semua mata kini tertuju pada langkah Polres Halmahera Selatan dalam mengungkap terang-benderang apa yang sebenarnya terjadi di Desa Silang pada Sabtu malam itu. (Red)

HALSEL, Malutline— Penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan Kecamatan Botang Lomang kembali menjadi sorotan warga. Kali ini bukan karena keterlambatan, melainkan justru karena distribusi yang dinilai sangat cepat, bahkan sebelum sekolah memulai apel pagi, makanan sudah tiba di desa tujuan.

Warga menyebut, pengantaran MBG yang saat ini berjalan dinilai efektif dari sisi waktu tempuh. Jalur laut dari Desa Bajo menuju desa-desa lain seperti Tanjung Obit, misalnya, dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Hal ini membuat distribusi logistik bisa dilakukan sejak pagi buta, sehingga setibanya di desa, makanan sudah siap disalurkan ke sekolah-sekolah.

“Sekolah belum apel saja, makanan sudah sampai di desa Ini pengantaran sangat cepat,” ungkap salah satu warga Botang Lomang.

Kondisi geografis kepulauan yang selama ini dianggap menjadi kendala distribusi, justru dalam praktiknya menunjukkan bahwa jalur laut di Botang Lomang cukup mendukung kelancaran program MBG. Dengan jarak tempuh yang relatif singkat antar desa melalui laut, proses pengiriman bisa dilakukan lebih efisien dibandingkan melalui jalur darat di wilayah lain.

Warga menilai, kecepatan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai asumsi yang berkembang sebelumnya terkait hambatan distribusi MBG di wilayah kepulauan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengantaran dapat dilakukan lebih awal, bahkan sebelum aktivitas sekolah dimulai.

Namun demikian, sebagian masyarakat juga mengingatkan bahwa kecepatan pengiriman perlu dibarengi dengan pengawasan kualitas makanan dan ketepatan waktu penyajian di sekolah, agar tujuan utama program yakni pemenuhan gizi siswa benar-benar tercapai.

“Cepat itu bagus, tapi yang penting juga kualitas makanan tetap terjaga sampai dibagikan ke anak-anak,” ujar warga lainnya.

Klarifikasi ini sekaligus menggambarkan bahwa sistem pengantaran MBG di Kecamatan Botang Lomang saat ini berjalan cukup baik dari sisi distribusi waktu. Jalur laut yang singkat antar desa menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung kelancaran program pemerintah tersebut.

Masyarakat berharap pola distribusi yang sudah berjalan efektif ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan, agar manfaat program MBG dapat dirasakan maksimal oleh para siswa di seluruh desa kepulauan Botang Lomang. (Red)

HALSEL, Malutline — Kesabaran warga Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kian menipis. Camat Bacan Barat Utara, Saiful Hasan, dikeluhkan jarang berada di tempat tugasnya, sehingga pelayanan publik dinilai lumpuh dan berdampak langsung pada urusan administrasi masyarakat.

Pantauan wartawan pada 21 Januari 2026 menguatkan keluhan warga. Kantor camat tampak sepi, sementara masyarakat yang membutuhkan pelayanan terpaksa pulang dengan tangan hampa. Kondisi ini memunculkan kesan kuat bahwa kecamatan tersebut seolah kehilangan sosok pemimpin wilayah.

Salah satu warga Desa Yaba, Yuli, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menuturkan bahwa Camat Bacan Barat Utara sangat jarang berada di wilayah tugas, sehingga urusan administrasi warga kerap terbengkalai.

“Untuk tanda tangan surat saja harus menunggu berminggu-minggu. Bahkan urusan administrasi anak sekolah pun sangat susah. Camat hampir tidak pernah ada,” keluh Yuli.

Menurutnya, ketidakhadiran camat sudah berlangsung lama dan menjadi keluhan umum masyarakat. Ironisnya, camat disebut lebih sering berada di luar wilayah tugasnya.

“Bagaimana mau maju, camatnya saja baru muncul berbulan-bulan sekali. Itu pun paling lama tiga hari sudah menghilang lagi. Lebih sering tinggal di Ternate daripada di wilayah tugasnya sendiri,” ujarnya dengan nada kecewa.

Yuli menambahkan, Desa Yaba yang notabene merupakan desa induk kecamatan justru terlihat tertinggal dibanding desa-desa lain. Minimnya perhatian pimpinan wilayah membuat desa terkesan terabaikan.

“Desa kami seperti tidak punya pemimpin. Kami malu dengan desa tetangga. Padahal ini desa induk kecamatan, tapi rumput dan semak seperti hutan, seolah tidak pernah disentuh pemerintah,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Evi. Ia mengaku hampir selalu mendapatkan jawaban yang sama setiap kali mendatangi kantor camat.

“Pegawai selalu bilang camat tidak ada di tempat. Kalau dinilai sebagai pemimpin, sejauh ini sangat tidak merakyat,” tegas Evi.

Kekecewaan warga kini berubah menjadi kemarahan terbuka. Mereka menilai kepemimpinan Camat Saiful Hasan sudah tidak lagi mencerminkan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

“Kami sudah muak. Apa pemerintah daerah tidak kasihan melihat kondisi masyarakat Bacan Barat Utara?” ujar Evi dengan nada keras.

Warga pun secara tegas mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan pelayanan publik di Bacan Barat Utara.

“Kami berharap Pak Bupati segera mencopot Saiful Hasan dari jabatannya sebagai Camat Bacan Barat Utara. Supaya desa kami bisa berubah dan maju seperti desa-desa lain,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Camat Bacan Barat Utara belum memberikan klarifikasi terkait tudingan jarang berada di tempat tugas. Sementara itu, publik menanti sikap tegas Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar pelayanan masyarakat tidak terus menjadi korban kelalaian pejabat wilayah. (Haji/red)

LABUHA, Malutline – Usaha kuliner Doyan Ayam resmi dibuka untuk umum pada Kamis, 15 Januari 2026. Grand opening yang berlangsung meriah ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh pemilik Doyan Ayam, Charles Ong, pada pukul 10.13 WIT Dengan alamat di jalan SPBU sebelum toko firman, sebagai simbol dimulainya operasional restoran tersebut.

Doyan Ayam hadir dengan konsep ayam geprek dan fried chicken modern yang mengusung keunikan pada pilihan saus. Mengusung tagline “Pelopornya Geprek Saus”, Doyan Ayam menawarkan pengalaman berbeda bagi pecinta kuliner, khususnya penggemar olahan ayam crispy.

Dalam sambutannya, Charles Ong menyampaikan bahwa Doyan Ayam lahir dari keinginan menghadirkan sajian ayam berkualitas dengan cita rasa internasional namun tetap sesuai dengan lidah masyarakat lokal.

“Doyan Ayam kami hadirkan bukan hanya sebagai tempat makan, tetapi sebagai ruang menikmati inovasi rasa. Kami ingin pelanggan bisa memilih saus sesuai karakter dan selera masing-masing,” ujar Charles Ong.

Berbeda dari ayam geprek pada umumnya, Doyan Ayam menyediakan tujuh varian saus unggulan, yaitu Honey, Spicy Ginger, Black Pepper, Creamy Garlic, Cheese, Korean BBQ, dan Hot Nashville. Ragam saus ini menjadi daya tarik utama yang membedakan Doyan Ayam dari usaha kuliner sejenis.

Selain ayam geprek dan fried chicken, Doyan Ayam juga menyediakan menu pendamping seperti minuman segar dan milkshake yang dirancang untuk melengkapi pengalaman bersantap pelanggan.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh kerabat, mitra usaha, serta masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan peresmian dan mencicipi langsung menu andalan Doyan Ayam Sejak dibuka, restoran ini langsung dipadati pengunjung yang penasaran dengan konsep dan rasa yang ditawarkan.

Dengan hadirnya Doyan Ayam, diharapkan dapat menambah pilihan kuliner berkualitas serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja.

VARIAN 1: STRAIGHT NEWS (RINGKAS & MEDIA ONLINE) Doyan Ayam Resmi Dibuka, Tawarkan Konsep Ayam Geprek dengan 7 Varian Saus, Restoran Doyan Ayam resmi dibuka pada Kamis, 15 Januari 2026. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh pemilik usaha, Charles Ong, pada pukul 10.13 WIT.

Mengusung konsep “Pelopornya Geprek Saus”, Doyan Ayam menghadirkan ayam geprek dan fried chicken dengan tujuh pilihan saus, mulai dari Honey, Spicy Ginger, Black Pepper, hingga Hot Nashville.

Pemilik Doyan Ayam, Charles Ong, mengatakan bahwa konsep ini dihadirkan untuk memberikan variasi rasa yang lebih luas bagi pencinta kuliner ayam.

Kehadiran Doyan Ayam disambut antusias oleh masyarakat di okasi sejak hari pertama pembukaan.

VARIAN 2 HUMAN INTEREST (LEBIH NARATIF & MENARIK Dari Ide ke Meja Makan, Doyan Ayam Hadirkan Inovasi Ayam Geprek Saus, Di tengah menjamurnya usaha kuliner ayam, Doyan Ayam hadir membawa pembeda. Kamis pagi, 15 Januari 2026, tepat pukul 10.13 WIT, Charles Ong menggunting pita sebagai tanda resmi dibukanya Doyan Ayam.

Dengan wajah sumringah, Charles Ong mengungkapkan bahwa usaha ini dirintis dari kegemarannya mengeksplorasi rasa saus yang beragam. Dari Honey yang manis hingga Hot Nashville yang pedas menggigit, setiap saus dirancang untuk memberi pengalaman rasa yang berbeda.
“Setiap orang punya selera sendiri. Di Doyan Ayam, pelanggan bebas memilih rasa yang paling mereka sukai,” katanya.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak jam pertama pembukaan, Banyak yang mengaku penasaran dengan konsep geprek saus yang jarang ditemui di tempat lain.

VARIAN 3: PROMOSI / SOFT OPENING MEDIA SOSIAL, Grand Opening Doyan Ayam! Pelopornya Geprek Saus Resmi Hadir Doyan Ayam resmi dibuka!
Kamis, 15 Januari 2026, pukul 10.13 WIT, pemilik Charles Ong secara resmi membuka Doyan Ayam dengan pengguntingan pita.

Nikmati ayam geprek & fried chicken dengan 7 varian saus favorit, Honey
Spicy Ginger, Creamy Garlic, Cheese
Korean BBQ, Hot Nashville, Black Pepper

Satu ayam, banyak rasa!
Yuk, rasakan sendiri sensasi Pelopornya Geprek Saus hanya di Doyan Ayam (Red)