oleh

BARAH Desak Pemda Halsel dan Pertamina Tambah Kuota Minyak Tanah Bersubsidi di Obi

HALMAHERA SELATAN, Malut Line.com – Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan (Halsel) dan Pertamina menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis minyak tanah untuk masyarakat di seluruh kecamatan di Pulau Obi.

Desakan tersebut disampaikan BARAH setelah menemukan kondisi di sejumlah desa di wilayah Obi yang disebut masih kesulitan mendapatkan minyak tanah bersubsidi. Bahkan, masyarakat terpaksa membeli minyak tanah dengan harga yang cukup tinggi karena keterbatasan pasokan.

BARAH menyebut harga minyak tanah yang beredar di sejumlah desa di Obi berkisar Rp11 ribu hingga Rp13 ribu per liter. Selain harganya tinggi, masyarakat juga mengaku kesulitan memperoleh minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat berbincang dengan warga mengenai asal minyak tanah yang mereka peroleh, sebagian warga mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber pasokannya. Mereka hanya mengatakan bahwa minyak tanah sulit didapat sehingga berapa pun harganya akan dibeli selama barang tersebut tersedia.

“Kami tidak tahu dapat dari mana. Yang penting ada, berapa pun harganya kami beli karena memang susah mendapatkan minyak tanah,” demikian keluhan warga yang disampaikan kepada BARAH.

Menurut BARAH, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena minyak tanah merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi rumah tangga yang masih bergantung pada bahan bakar tersebut untuk kebutuhan memasak.

BARAH juga meminta pemerintah tidak hanya melihat Obi dari sisi kontribusinya terhadap daerah, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah tersebut mendapatkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara layak.

“Obi merupakan salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap daerah, termasuk melalui sektor penghasil pendapatan daerah. Karena itu, sudah saatnya Obi menjadi salah satu prioritas dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas BARAH.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BARAH mendesak Pemda Halsel berkoordinasi dengan Pertamina agar dilakukan evaluasi terhadap kebutuhan dan distribusi minyak tanah bersubsidi di wilayah Obi.

BARAH juga meminta agar pangkalan minyak tanah dapat dihadirkan di setiap desa di seluruh wilayah Obi, sehingga masyarakat tidak harus mencari minyak tanah ke wilayah lain atau membeli dengan harga yang jauh di atas harga subsidi.

Menurut BARAH, penambahan kuota dan pemerataan pangkalan di tingkat desa diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh minyak tanah bersubsidi sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan dan disparitas harga.

BARAH menegaskan, persoalan minyak tanah bukan sekadar masalah distribusi BBM, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Karena itu, BARAH berharap Pemda Halsel bersama Pertamina segera mengambil langkah konkret agar masyarakat di seluruh kecamatan di Obi dapat menikmati akses minyak tanah bersubsidi secara merata, mudah, dan terjangkau. (Iswan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed