HALSEL, Malutline – Sikap seorang petugas lapangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan menuai keluhan dari seorang pelanggan. Petugas yang disebut bernama Isra itu diduga bersikap tidak sopan saat melakukan penagihan tunggakan rekening air.
Menurut pengakuan pelanggan, petugas datang ke rumah untuk menagih tunggakan sekaligus hendak menyegel sambungan air dengan alasan pembayaran telah menunggak.
Pelanggan mengaku sempat mempersilakan petugas masuk dan duduk terlebih dahulu sambil menjelaskan bahwa pembayaran akan segera dilakukan melalui transfer, baik langsung kepada petugas maupun ke loket PDAM. Namun, tawaran tersebut diklaim tidak diterima.
Pelanggan menuturkan, petugas justru berbicara dengan nada tinggi dan mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak pantas.
«”Torang ini bapanas-panas, orang-orang di kantor sana sanang baru mau transfer ke kantor. Bilang di kantor, bilang saya nama Isra. Kalau tara bayar tunai, saya kase putus sekarang,” tutur pelanggan menirukan ucapan yang diduga disampaikan petugas.»
Merasa khawatir sambungan air akan diputus saat itu juga, pelanggan akhirnya pergi menarik uang tunai di ATM untuk melunasi seluruh tunggakan rekening air.
Meski kewajibannya telah dipenuhi, pelanggan mengaku sangat menyesalkan cara petugas berkomunikasi. Menurutnya, penagihan merupakan hak PDAM, namun harus dilakukan dengan mengedepankan etika pelayanan, kesopanan, serta menghormati pelanggan.
Pelanggan juga menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran bukan karena sengaja menghindari kewajiban, melainkan karena sedang berada di Kota Ternate untuk menjalani pengobatan. Sesampainya di rumah, pelanggan berkomitmen untuk segera menyelesaikan tunggakan.
Atas kejadian tersebut, pelanggan meminta Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, agar melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap petugas lapangan sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih mengedepankan sikap ramah, santun, dan profesional sesuai semangat pelayanan publik. (Red)











Komentar