Malut Line

LABUHA, Malutline — Seorang calon nasabah di Labuha mempertanyakan alasan penundaan proses kredit di salah satu bank setelah disebut memiliki “pinjaman di Shopee”. Nasabah tersebut dengan tegas membantah pernah mengajukan pinjaman, PayLater, maupun fasilitas pembiayaan apa pun melalui platform e-commerce tersebut.

Menurut pengakuannya, seluruh persyaratan administrasi pengajuan kredit telah dipenuhi. Namun, proses disebut tertahan setelah muncul informasi adanya riwayat pinjaman yang tidak pernah ia lakukan.

“Saya tidak pernah pakai Shopee PayLater atau pinjaman online apa pun. Tiba-tiba disebut ada tunggakan di Shopee, ini yang membuat saya bingung,” ujarnya.

Kasus ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sumber data yang digunakan dalam analisis kredit perbankan. Sejumlah warga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak bank mengenai dasar penilaian tersebut, sekaligus memastikan tidak terjadi kekeliruan data atau penyalahgunaan identitas.

Tokoh masyarakat setempat menilai, jika benar terdapat rujukan data dari pihak ketiga, maka penting bagi nasabah untuk diberi kesempatan klarifikasi dan verifikasi secara transparan.

Warga juga mendorong agar persoalan ini dapat dijelaskan secara resmi, termasuk kemungkinan penelusuran melalui SLIK OJK atau mekanisme pengecekan riwayat kredit lainnya, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan spekulasi di publik.

Hingga kini, pihak bank yang disebut dalam keluhan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap ada klarifikasi agar proses layanan kredit berjalan jelas, adil, dan dapat dipahami oleh nasabah. (Red)

LABUHA, Malutline— Polemik mewarnai lanjutan Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Halmahera Selatan setelah panitia mengeluarkan keputusan resmi terkait hasil validasi pemain dan penetapan jadwal partai puncak. Keputusan tersebut tertuang dalam surat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halsel yang memuat kronologi pertandingan, hasil verifikasi data pemain, hingga penetapan laga final dan perebutan posisi juara III–IV.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pada babak semifinal, Desa Kampung Makian dan Desa Marabose telah melaksanakan pertandingan sesuai jadwal. Kampung Makian dinyatakan lolos ke final I–II, sementara Marabose masuk perebutan posisi III–IV.

Sementara itu, pada laga perempat final antara Desa Hidayat dan Desa Laiwui, Hidayat dinyatakan sebagai pemenang. Namun, Desa Laiwui kemudian mengajukan protes terkait dugaan pemain tidak sah. Menindaklanjuti protes tersebut, panitia meminta validasi data pemain ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Hasil validasi Dukcapil terhadap kedua tim disebutkan menemukan adanya pemain yang dinyatakan tidak sah. Dalam surat itu juga disebutkan bahwa Desa Hidayat mengajukan banding dan kemudian “diakomodir kembali” untuk melanjutkan pertandingan pada perebutan posisi III–IV, dengan ketentuan pemain yang dinyatakan tidak sah tidak diperbolehkan tampil pada pertandingan selanjutnya.

Berdasarkan keputusan tersebut, panitia
menetapkan jadwal Kampung Makian vs Mandaong (Final I–II) Marabose vs Hidayat (Perebutan Juara III–IV) Panitia juga menegaskan bahwa tim yang tidak mematuhi keputusan akan dinyatakan gugur, tidak memperoleh bonus, serta dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti event yang dibuat pemerintah daerah selama lima tahun.

Namun, keputusan ini memunculkan keberatan dari pihak Hidayat FC dan masyarakat Desa Hidayat. Mereka mempertanyakan dasar penetapan Mandaong sebagai finalis, sementara laga semifinal antara Hidayat FC dan Mandaong FC disebut belum pernah terlaksana di lapangan.

Pihak Hidayat menilai, penerapan regulasi terkesan tidak konsisten dan merasa aturan justru diberlakukan lebih ketat kepada tim mereka. Mereka meminta penjelasan terbuka dari panitia terkait landasan aturan yang digunakan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Di sisi lain, dalam poin penutup surat keputusan, panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dan kekurangan dalam penyelenggaraan turnamen yang disebut sempat menimbulkan keresahan di kalangan tim, pemerhati sepak bola, dan masyarakat Halmahera Selatan. Panitia juga membuka ruang perbaikan apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan dalam keputusan tersebut.

Masyarakat Desa Hidayat berharap persoalan ini dapat dijernihkan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas. Mereka juga meminta perhatian Bupati Halmahera Selatan untuk memfasilitasi pertemuan antara panitia dan pihak Hidayat FC guna mendapatkan penjelasan resmi mengenai regulasi yang diterapkan.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola lokal, sembari menunggu klarifikasi lanjutan dari panitia penyelenggara. (Jais)

LABUHA, Malutline— Tim dan masyarakat Desa Hidayat menyampaikan keberatan atas keputusan panitia Turnamen Bupati Cup yang menyatakan Hidayat FC akan bertanding memperebutkan posisi juara 3–4, sementara laga semifinal antara Hidayat FC dan Mandaong FC disebut belum terlaksana di lapangan.

Perwakilan Hidayat FC menilai, penetapan Mandaong FC sebagai finalis sebelum pertandingan semifinal dimainkan menimbulkan tanda tanya di kalangan tim dan pendukung. Mereka juga menyoroti penerapan regulasi yang, menurut mereka, terasa tidak konsisten.

“Kami mempertanyakan dasar keputusan tersebut. Pertandingan semifinal belum berjalan, tetapi hasilnya seolah sudah ditetapkan. Ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan pemain serta masyarakat,” ujar perwakilan Hidayat FC.

Pihak Hidayat menyebut, selama turnamen berlangsung, regulasi dinilai diberlakukan secara ketat kepada tim mereka. Karena itu, mereka meminta penjelasan terbuka dari panitia mengenai aturan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Masyarakat Desa Hidayat juga berharap persoalan ini dapat dijernihkan secara transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas di tengah euforia turnamen.

“Kami hanya meminta kejelasan. Jika memang ada aturan yang menjadi dasar keputusan, sampaikan secara terbuka agar semua pihak memahami,” tambahnya.

Untuk itu, masyarakat Desa Hidayat meminta perhatian Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar dapat memfasilitasi pertemuan antara panitia dan pihak Hidayat FC di desa setempat guna memberikan penjelasan resmi terkait regulasi dan keputusan yang diambil.

Hingga berita ini diturunkan, panitia turnamen belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan yang disampaikan pihak Hidayat FC. (Jais)

LABUHA, Malutline — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan semangat kebersamaan melalui kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi agenda resmi pemerintah daerah sebagai bentuk syiar Islam sekaligus momentum mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Pawai dijadwalkan dimulai pukul 15.30 WIT hingga selesai, dengan titik kumpul di kawasan UMKM Tembal dan rute menuju Terminal Perhubungan Labuha.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, mengajak masyarakat dari berbagai kalangan—ASN, pelajar, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga warga umum—untuk ikut ambil bagian dalam pawai tersebut.

“Kegiatan ini bukan sekadar pawai, tetapi ajakan bersama untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh kebahagiaan, dan semangat memperbanyak amal ibadah,” demikian ajakan yang disampaikan melalui publikasi resmi kegiatan.

Pawai Tarhib Ramadhan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kekeluargaan di tengah keberagaman masyarakat Halmahera Selatan. Nuansa religius akan terasa melalui lantunan salawat, takbir, serta atribut islami yang dikenakan peserta sepanjang rute pawai.

Panitia menetapkan dresscode hitam putih atau putih putih, sebagai simbol kesederhanaan, kesucian, dan kesiapan lahir batin dalam menyambut bulan penuh berkah.

Selain sebagai syiar, kegiatan ini juga diproyeksikan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan, karena titik kumpul pawai berada di kawasan UMKM Tembal yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan digelarnya Pawai Tarhib Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berharap semangat Ramadhan sudah mulai terasa sebelum bulan suci tiba. Masyarakat diharapkan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual untuk memasuki bulan yang penuh ampunan dan rahmat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga perayaan kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga di Bumi Saruma. (Haji)

LABUHA, Malutline.com Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan menyiapkan langkah antisipatif demi menjamin keselamatan peserta dan penonton pada lanjutan Turnamen Sepak Bola Piala Bupati.

Melalui surat resmi tertanggal 10 Februari 2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasyim, SKM., M.Kes, Dinkes menginstruksikan penugasan tim medis dari RSUD Labuha, Puskesmas Labuha, dan Puskesmas Gandasuli untuk siaga selama rangkaian pertandingan.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat panitia turnamen yang sebelumnya sempat tertunda. Dalam surat itu diatur pembagian tugas tim medis, penempatan personel di lokasi pertandingan, serta kesiapan ambulans dan bahan medis habis pakai (BMHP).

Rangkaian kesiapsiagaan dimulai dengan gladi pengamanan pada Rabu, dilanjutkan semifinal pada Kamis, dan partai final pada Jumat, seluruhnya berlangsung pada sore hari. Tim medis ditempatkan di area GOR/lapangan guna memastikan respons cepat apabila terjadi cedera atau kondisi darurat.

Perhatian khusus dalam surat itu tertuju pada potensi hambatan rujukan pasien ke RSUD Labuha akibat penutupan akses jalan di wilayah Hidayat. Untuk mengantisipasi risiko keterlambatan penanganan, Dinkes menginstruksikan agar Puskesmas Gandasuli tetap membuka pelayanan penuh selama pertandingan, sehingga dapat menerima pasien atau korban bila jalur rujukan ke RSUD terhambat.

Langkah ini menunjukkan perencanaan yang matang, mengingat pertandingan sepak bola memiliki risiko cedera bagi pemain maupun penonton. Dengan menyiapkan lebih dari satu titik layanan kesehatan, penanganan darurat diharapkan tetap cepat dan efektif tanpa bergantung pada satu jalur rujukan.

Selain penugasan personel, setiap fasilitas kesehatan yang terlibat juga diminta menyiapkan ambulans dan perlengkapan medis yang memadai untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Kesiapan tim medis yang terstruktur ini menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen olahraga di Halmahera Selatan tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. (Haji)