Malut Line

LABUHA, Malutline — Program pembiayaan khusus PPPK yang ditawarkan PT BPRS Saruma Sejahtera Halmahera Selatan memang memberikan harapan bagi banyak pegawai kontrak pemerintah. Dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta dan sistem potong gaji langsung, skema ini dinilai sangat membantu kebutuhan finansial PPPK.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan di atas kertas, sejumlah nasabah mulai menyuarakan keluhan terkait proses pengajuan kredit yang dinilai terlalu dipersulit, meskipun SK Pengangkatan PPPK disebut-sebut sebagai jaminan utama dalam skema pembiayaan tersebut.

Beberapa nasabah mengaku, ketika memiliki riwayat tunggakan kredit di tempat lain — bahkan bukan atas nama pribadi, melainkan pasangan — pengajuan kredit di BPRS Saruma Sejahtera menjadi tidak dapat diproses.

“Katanya SK PPPK jadi jaminan utama. Tapi saat mau ajukan pinjaman, yang diperiksa justru riwayat kredit suami. Akhirnya pengajuan ditolak,” ungkap salah satu nasabah yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan ini mencuat karena banyak PPPK merasa bahwa posisi mereka seharusnya kuat secara administratif. Dengan adanya SK resmi, daftar gaji, serta sistem potong gaji langsung melalui bendahara instansi, risiko kredit macet dinilai sangat kecil.

“Kalau sudah ada potong gaji langsung, mestinya tidak perlu lagi dipersulit dengan persoalan lain. Apalagi ini bank daerah yang seharusnya memahami kondisi masyarakatnya sendiri,” tambah nasabah lainnya.

Menurut para nasabah, penolakan dengan alasan riwayat kredit pasangan dinilai tidak relevan dengan skema jaminan yang ditawarkan bank. Mereka menilai, jika SK sudah dijadikan dasar jaminan dan pembayaran melalui potong gaji, maka penilaian kredit semestinya lebih fokus pada kemampuan bayar pemohon, bukan faktor lain di luar itu.

Kondisi ini membuat sebagian PPPK merasa bingung. Di satu sisi, brosur resmi menampilkan kemudahan akses kredit, namun di sisi lain praktik di lapangan dianggap tidak sejalan dengan yang dijanjikan.

Sejumlah PPPK berharap ada kejelasan dari pihak bank mengenai standar penilaian kredit, agar tidak menimbulkan kesan tebang pilih atau perlakuan yang berbeda antara satu nasabah dengan nasabah lainnya.

“Kalau memang ada aturan seperti itu, harusnya dijelaskan dari awal. Jangan sampai orang sudah kumpul berkas, sudah berharap, tapi akhirnya ditolak dengan alasan yang tidak dijelaskan sejak awal,” ujar seorang PPPK di wilayah Bacan.

Keluhan ini menjadi perhatian karena BPRS Saruma Sejahtera merupakan bank milik daerah yang selama ini diharapkan menjadi solusi keuangan masyarakat Halmahera Selatan, termasuk bagi para aparatur pemerintah.

Para nasabah berharap pihak manajemen bank dapat memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme penilaian kredit PPPK, agar program pembiayaan ini benar-benar dirasakan manfaatnya secara adil dan transparan.

Bagi PPPK, keberadaan program ini sangat penting. Namun mereka juga berharap, kemudahan yang tertulis dalam brosur tidak berhenti sebagai informasi semata, melainkan benar-benar terwujud dalam pelayanan di lapangan. (Red)

LABUHA, Malutline — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersiap menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan cara yang berbeda dan penuh makna, Melalui Sekretariat Daerah, seluruh Asisten, Staf Ahli, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) resmi diundang untuk ikut ambil bagian dalam Pawai Menyambut Ramadhan yang akan digelar di ibu kota kabupaten.

Kegiatan religius bernuansa kebersamaan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, mulai pukul 15.30 WIT hingga selesai. Titik start pawai dipusatkan di UMKM Milenial Desa Tembal, Bacan Selatan, dan akan berakhir di Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan.

Undangan resmi bernomor 400.1/440/2026 yang ditandatangani oleh Pj. Sekretaris Daerah Halsel, Dr. Abdillah Kamarullah, SE., MM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan aparatur serta masyarakat dalam menyongsong bulan penuh berkah.

Dalam surat tersebut, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pawai dengan format jalan kaki mengenakan pakaian putih, sebagai simbol kesucian hati dalam menyambut Ramadhan. Masing-masing instansi juga diminta membawa spanduk atau banner berisi pesan dan ucapan menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata keterlibatan pemerintah daerah dalam membangun suasana religius yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh nilai kebersamaan, kekompakan, dan spiritualitas aparatur.

“Ini bukan sekadar pawai. Ini pesan moral bahwa pemerintah hadir bukan hanya dalam urusan administrasi, tapi juga dalam pembinaan nilai keagamaan,” ujar salah satu ASN di lingkup Pemda Halsel menanggapi rencana kegiatan tersebut.

Rute pawai yang dimulai dari kawasan UMKM Milenial hingga berakhir di Kantor Dinas Perhubungan diperkirakan akan menjadi pusat perhatian masyarakat Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga memberi ruang interaksi antara aparatur pemerintah dengan warga yang menyaksikan sepanjang jalur pawai.

Pemerintah daerah berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum awal untuk menciptakan suasana Ramadhan yang penuh kedamaian, kebersamaan, dan semangat ibadah di seluruh wilayah Halmahera Selatan.

Dengan keterlibatan langsung para pimpinan OPD, asisten, dan staf ahli, pawai ini juga menjadi simbol bahwa semangat menyambut Ramadhan dimulai dari jajaran pemerintah sebelum menyebar luas ke tengah masyarakat.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan memperkuat nilai keimanan. Melalui pawai ini, Pemda Halsel ingin mengirim pesan kuat Ramadhan disambut dengan langkah kaki, niat suci, dan kebersamaan. (Haji)

LABUHA, Malutline— Sejumlah warga di Kabupaten Halmahera Selatan mengaku mengalami kendala serius saat mengajukan kredit motor, mobil, maupun pinjaman di bank. Pengajuan mereka ditolak setelah pihak bank menemukan adanya catatan tunggakan dari layanan Shopee PayLater atau SPinjam di data SLIK OJK.

Yang mengejutkan, para warga tersebut menyatakan tidak pernah mengajukan pinjaman, tidak pernah berbelanja dengan sistem cicilan, bahkan ada yang mengaku tidak memiliki akun Shopee. Namun, nama mereka tetap tercatat memiliki kewajiban angsuran.

Kondisi ini membuat warga resah karena riwayat kredit mereka dinilai bermasalah akibat tagihan yang tidak pernah mereka buat. Dampaknya, akses terhadap layanan pembiayaan dari bank maupun dealer kendaraan menjadi terhambat.

Sejumlah warga kepada media ini Rabu (11/02/2026) menduga telah terjadi penyalahgunaan data pribadi, seperti KTP dan nomor telepon, yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mendaftarkan akun dan mengaktifkan fasilitas pinjaman di aplikasi tersebut.

Pihak perbankan sendiri tidak dapat memproses pengajuan kredit karena hanya mengacu pada data resmi di SLIK OJK. Selama catatan tunggakan itu masih ada, pengajuan kredit otomatis tertolak.

Melihat banyaknya keluhan, warga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital serta rutin memeriksa data kreditnya melalui layanan SLIK OJK. Jika menemukan pinjaman yang tidak dikenal, masyarakat diminta segera melapor ke OJK dan menyampaikan pengaduan resmi ke pihak Shopee untuk klarifikasi dan perbaikan data.

Warga berharap ada perhatian dan penelusuran dari pihak terkait agar persoalan ini tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat yang merasa tidak pernah melakukan transaksi, namun harus menanggung dampak berupa catatan kredit bermasalah. (Red)

Jelang Ramadhan 2026, PDAM Halsel Perkuat Pelayanan Air Bersih, “Kebutuhan Warga Saat Sahur dan Berbuka Jadi Prioritas”

LABUHA — Menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2026, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan melakukan berbagai langkah penguatan pelayanan guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga, khususnya pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan berbuka puasa.

Kesiapan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PDAM dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat selama bulan Ramadhan. Air bersih menjadi kebutuhan utama, tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk keperluan memasak, berwudhu, mandi, dan aktivitas rumah tangga lainnya.

Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, kepada wartawan Rabu (11/02/2026) di ruang kerjanya menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah teknis dan operasional jauh hari sebelum Ramadhan tiba.

“Kami memahami bahwa saat bulan puasa, kebutuhan air masyarakat meningkat, terutama menjelang sahur dan berbuka. Karena itu, PDAM memastikan distribusi air berjalan lebih maksimal pada jam-jam tersebut,” ujarnya.

Menurut Soleman, sejumlah upaya telah dilakukan, di antaranya pengecekan menyeluruh jaringan pipa distribusi untuk mengantisipasi kebocoran, perawatan pompa air, serta pemantauan sumber air baku agar pasokan tetap stabil. Selain itu, PDAM juga menyiapkan tim teknis yang siaga penuh selama 24 jam untuk menangani bila terjadi gangguan mendadak di lapangan.

“Kami tidak ingin masyarakat mengalami kesulitan air saat hendak sahur atau berbuka. Tim teknis kami siagakan, dan jika ada gangguan, penanganan harus cepat,” tegasnya.

PDAM membuka jalur pengaduan cepat bagi pelanggan selama Ramadhan. Masyarakat diminta segera melaporkan jika terjadi gangguan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Soleman Bobote juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama bulan puasa, mengingat tingginya pemakaian di waktu bersamaan.

“Kami berupaya maksimal dari sisi pelayanan, namun kami juga berharap masyarakat menggunakan air dengan hemat dan bijak agar distribusi tetap merata,” pesannya.

Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, PDAM Halmahera Selatan optimistis pelayanan air bersih selama Ramadhan 2026 dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci. (Haji)

LABUHA, Malutline— Menyambut meningkatnya kebutuhan air bersih pada bulan suci Ramadhan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan melakukan langkah antisipatif secara menyeluruh, mulai dari pembersihan reservoir (bak penampung) produksi dan distribusi, penambahan kapasitas melalui sistem pompa, hingga pemeliharaan jaringan distribusi utama.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu di seluruh unit kerja PDAM, mulai dari Unit IKK, Unit Pelayanan, hingga kantor induk di Labuha, Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, kepada wartawan Rabu (11/02/2026) menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bentuk kesiapan PDAM dalam menghadapi lonjakan pemakaian air bersih yang biasanya terjadi saat Ramadhan, terutama pada waktu sahur dan menjelang berbuka puasa.

“Setiap Ramadhan, konsumsi air masyarakat meningkat signifikan. Karena itu, kami melakukan pembersihan reservoir baik di sisi produksi maupun distribusi, menambah kapasitas dengan sistem pompa, serta melakukan pemeliharaan jaringan distribusi utama agar suplai air tetap stabil,” ujar Soleman.

Menurutnya, pembersihan reservoir menjadi prioritas penting untuk memastikan kualitas air tetap terjaga dan higienis, sementara penambahan kapasitas pompa bertujuan memperkuat tekanan air agar tetap menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini berada di titik ujung distribusi.

Selain itu, tim teknis PDAM juga diterjunkan untuk memeriksa dan memperbaiki jaringan pipa distribusi utama guna mencegah kebocoran yang dapat mengganggu pasokan saat pemakaian puncak.

“Kegiatan ini bersifat menyeluruh, bukan hanya di Labuha, tetapi juga di seluruh wilayah pelayanan PDAM. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air bersih yang maksimal selama Ramadhan,” tambahnya.

PDAM Halsel juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan jika menemukan kebocoran pipa atau gangguan distribusi di lingkungan masing-masing.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi air bersih serta mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan. (Haji)