Halsel, Malutline–Sebuah terobosan baru dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Untuk pertama kalinya, ret-ret kepala desa digelar di Jatinangor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa.
Program yang diinisiasi Kadis DPMD Halsel, Zaki Abdul Wahab, ini langsung mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Sekretaris LSM Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Halsel, Rusadi Saiman.
Menurut Rusadi, kegiatan ret-ret berbeda dengan program studi banding sebelumnya yang dinilai minim hasil dan masih menyisakan masalah pertanggungjawaban. Ret-ret justru menghadirkan suasana kondusif untuk pendalaman materi, penguatan spiritual, serta penerapan langsung dalam kepemimpinan pemerintahan desa.
“Ret-ret di Jatinangor ini menjadi kebutuhan mendesak bagi para kepala desa. Mereka bukan hanya menerima materi, tapi juga ditempa untuk lebih siap menghadapi tantangan dalam membangun desa. Ini langkah maju yang harus diapresiasi,” ujar Rusadi.
Belajar, Merenung, dan Membangun Desa
Ret-ret kali ini melibatkan 249 kepala desa se-Halmahera Selatan. Suasana Jatinangor yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk diyakini mampu memberi ruang refleksi, sehingga para kades tidak hanya belajar teori, tetapi juga merenungkan kembali peran dan tanggung jawab mereka.
“Kalau dulu studi banding lebih banyak jalan-jalan, hasilnya tidak terasa. Tapi ret-ret ini berbeda. Ada pendalaman materi, ada refleksi, dan yang paling penting adalah rencana tindak lanjut yang bisa dibawa pulang ke desa masing-masing,” tegas Rusadi.
Apresiasi untuk Kadis DPMD Halsel
Rusadi juga memberikan pujian khusus kepada Kadis DPMD Halsel, Zaki Abdul Wahab, yang dinilai berani menghadirkan inovasi baru dalam pembinaan kepala desa.
“Pak Zaki ini sosok ramah dan dekat dengan siapa saja, tapi juga tegas dalam mengambil keputusan. Dengan konsep ret-ret, beliau berhasil menghadirkan program yang lebih berdaya guna dibanding kegiatan sebelumnya,” katanya.
Diharapkan Jadi Tradisi Positif
LSM FDAK menilai, kegiatan ret-ret yang digelar di Jatinangor ini sebaiknya terus dilaksanakan secara rutin. Selain memperkuat kapasitas kepala desa, program ini juga menjadi wadah membangun kebersamaan dan visi yang sama dalam membangun Halmahera Selatan dari desa.
“Kalau program ini konsisten dilakukan, saya yakin desa-desa di Halsel akan jauh lebih maju, transparan, dan mandiri,” tutup Rusadi. (Red)




