TERNATE, Malutline — Kabar bahagia datang dari keluarga Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar. Ia dan istri tercinta kembali dikaruniai buah hati, sebuah anugerah yang disambut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Kelahiran buah hati ini merupakan pengalaman kelahiran yang kedua, yang kembali dilalui dengan lancar dan penuh ketenangan. Momentum tersebut menjadi momen istimewa bagi keluarga Wakil Wali Kota Ternate, sekaligus menghadirkan suasana haru dan sukacita.

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada tim pendamping kelahiran yang telah memberikan pelayanan dan pendampingan dengan penuh perhatian dan profesionalisme. Kepercayaan yang kembali diberikan dinilai sebagai bentuk hubungan baik yang terjalin atas dasar ketulusan dan saling menghargai.

Kehadiran buah hati ini diharapkan menjadi penambah semangat dan motivasi bagi Nasri Abubakar dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya sebagai Wakil Wali Kota Ternate. Di tengah amanah pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, kebahagiaan keluarga diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang kuat dan berempati.

Ucapan selamat dan doa pun mengalir dari berbagai pihak. Diharapkan sang buah hati tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta kelak menjadi kebanggaan keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Nasri Abubakar dan keluarga didoakan senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam kehidupan pribadi maupun pengabdian kepada daerah.

Kelahiran ini menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan dan tanggung jawab seorang pemimpin, terdapat peran keluarga sebagai sumber kekuatan, ketenangan, dan motivasi dalam mengemban amanah publik. (Red)

MANADO, Malutline— Semangat kebersamaan dan pemberdayaan terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Manado. Salah satunya melalui kegiatan Home Party Center yang rutin digelar oleh 313 Erllyn Family Manado Center, sebuah komunitas yang aktif membangun ruang belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan dalam semangat positif bersama Atomy.

Kegiatan Home Party Atomy ini dilaksanakan setiap hari Senin, dimulai pukul 18.00 WITA hingga selesai, bertempat di Center Atomy 313 Erllyn Family, Ruko 7 Tikala Baru, Manado. Acara ini terbuka untuk umum dan mengundang seluruh lapisan masyarakat—baik bapak, ibu, saudara, maupun sahabat—untuk hadir dan merasakan atmosfer kebersamaan yang inspiratif.

Home Party bukan sekadar ajang pertemuan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah belajar bersama, saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta motivasi tentang gaya hidup sehat, peluang pengembangan diri, dan nilai-nilai positif yang ditawarkan Atomy.

“Di sini kita belajar bersama, bertumbuh bersama, dan saling menguatkan. Tidak ada sekat, semua datang sebagai keluarga,” ungkap salah satu penggerak 313 Erllyn Family Manado Center.

Menariknya, peserta tidak hanya diajak untuk hadir, tetapi juga mengajak teman, kerabat, dan relasi sebanyak mungkin. Semangat berbagi ini diyakini mampu membuka peluang baru bagi banyak orang, baik dalam hal pengetahuan, relasi, maupun inspirasi untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Suasana Home Party dikemas secara santai namun penuh makna. Peserta dapat berdiskusi, bertanya, dan berbagi cerita dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan motivasi baru, sudut pandang berbeda, bahkan kepercayaan diri untuk melangkah ke arah yang lebih positif setelah mengikuti kegiatan ini.

“Kadang yang kita butuhkan bukan hanya produk atau informasi, tapi lingkungan yang mendukung dan orang-orang yang saling menyemangati,” ujar salah satu peserta.

Melalui kegiatan rutin ini, 313 Erllyn Family Manado Center berharap dapat menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat, tempat lahirnya semangat kolaborasi, pembelajaran, dan perubahan ke arah yang lebih baik. Komunitas ini percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari pertemuan kecil yang penuh niat baik.

Bagi masyarakat Manado dan sekitarnya, Home Party Atomy ini menjadi kesempatan emas untuk belajar, membangun relasi, dan menemukan inspirasi baru. Tidak ada kewajiban, tidak ada paksaan—yang ada hanyalah semangat kebersamaan dan keinginan untuk maju bersama.

Dengan moto belajar bersama, bertumbuh bersama, dan berbagi bersama, 313 Erllyn Family Manado Center terus membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkembang, memperluas wawasan, dan menjadi bagian dari komunitas yang positif dan saling mendukung.

Satu pertemuan kecil bisa mengubah cara pandang, satu komunitas positif bisa mengubah masa depan. Datang, belajar, dan bertumbuhlah bersama kami.” (red)

HALSEL, Malutline — Puluhan warga Desa Fluk, Kabupaten Halmahera Selatan, menyuarakan keresahan serius terkait aktivitas PT GTS yang telah beroperasi di wilayah mereka selama kurang lebih dua tahun terakhir. Warga menilai kehadiran perusahaan tersebut justru membawa penderitaan, bukan kesejahteraan.

Kelompok warga Desa Fluk mengaku menjadi korban dampak lingkungan yang diduga kuat berasal dari limbah perusahaan. Akibatnya, ratusan tanaman produktif milik warga—seperti kelapa, cengkeh, dan pala—yang selama ratusan tahun menjadi sumber penghidupan turun-temurun, kini mati dan rusak parah.

“Tanaman ini bukan baru ditanam kemarin. Ini warisan hidup kami dari leluhur. Tapi sekarang mati satu per satu akibat limbah perusahaan,” ungkap perwakilan warga dengan nada geram.

Tak hanya itu, warga juga mempersoalkan penguasaan lahan seluas kurang lebih 59 hektar yang diklaim telah digunakan PT GTS tanpa adanya penyelesaian ganti rugi hingga kini. Selama dua tahun perusahaan beroperasi, warga mengaku tidak pernah melihat itikad baik untuk menyelesaikan hak-hak masyarakat pemilik lahan.
“Lahan kami dipakai, tapi tidak ada ganti rugi. Kami merasa dirampas di tanah sendiri,” tegas warga.

Keresahan tersebut kemudian diarahkan langsung kepada Gubernur Maluku Utara. Warga mendesak agar orang nomor satu di Maluku Utara itu tidak tinggal diam melihat penderitaan masyarakat kecil yang berhadapan dengan kekuatan korporasi.

“Ini bukan sekadar konflik lahan, ini sudah masuk ke ranah penjajahan dan penyerobotan. Kami minta Ibu Gubernur jangan tutup mata. Jangan sampai kami menilai pemerintah justru bersekongkol dengan perusahaan,” tegas pernyataan warga Desa Fluk.

Warga menilai, jika pemerintah provinsi terus membiarkan persoalan ini tanpa sikap tegas, maka kehadiran negara di tengah rakyat hanya akan menjadi slogan kosong. Mereka menuntut audit lingkungan, pengukuran ulang lahan, serta penyelesaian ganti rugi secara adil dan transparan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT GTS maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan warga Desa Fluk tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Warga menegaskan, jika aspirasi mereka terus diabaikan, aksi lanjutan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas apa yang mereka sebut sebagai ketidakadilan struktural di tanah sendiri. (Red)

HALSEL, Malutline — Kondisi Desa Wayaloar di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan. Keterbatasan infrastruktur dasar, minimnya akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta kerawanan bencana alam mendorong desakan keras kepada Pemerintah Daerah Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan DPRD Halsel agar segera mengambil langkah konkret.

Hingga kini, masyarakat Wayaloar masih menghadapi akses listrik yang hanya menyala 12 jam per hari, kondisi jalan desa yang belum memadai, serta sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan dan pendidikan. Situasi tersebut diperparah dengan bencana banjir besar pada 2025, yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia serta merusak sejumlah rumah dan infrastruktur desa.

Tokoh masyarakat Wayaloar, Thamrin Ashari, menilai kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama tanpa solusi nyata dari pemerintah daerah.

“Kami mendesak Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan DPRD Halsel agar serius melihat kondisi Wayaloar. Jangan biarkan desa-desa di Pulau Obi terus tertinggal. Kami butuh jalan, listrik 24 jam, fasilitas kesehatan, dan mitigasi bencana,” tegas Thamrin.

Menurutnya, selama ini masyarakat Wayaloar bertahan dengan swadaya dan gotong royong, termasuk membangun jembatan darurat dari batang kelapa demi menunjang aktivitas warga. Namun kondisi tersebut tidak boleh terus dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab negara.

Warga berharap Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dapat turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi riil Desa Wayaloar, serta menjadikan wilayah Pulau Obi sebagai prioritas pembangunan daerah. Sementara itu, DPRD Halsel diminta menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran secara maksimal serta memperjuangkan aspirasi masyarakat desa terpencil.

“DPRD jangan hanya bekerja di ruang sidang. Kami minta turun langsung dan lihat kondisi Wayaloar. Aspirasi masyarakat harus benar-benar diperjuangkan,” tambahnya.

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menuntut kemewahan, melainkan pemenuhan hak dasar sebagai warga negara, yakni akses infrastruktur yang layak, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan dari bencana.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemda Halmahera Selatan dan DPRD Halsel belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan masyarakat Wayaloar. (Red)

HALSEL, Malutline — Layanan jasa pengiriman J&T Express di Kabupaten Halmahera Selatan menuai keluhan dari warga. Salah satu pelanggan, Faris Haris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan kurir yang dinilai tidak profesional dan merugikan konsumen.

Menurut Faris, paket yang seharusnya diantar ke alamat tujuan justru tidak diantar sama sekali. Ia menilai, jika kurir mengalami kendala di lapangan, setidaknya pihak pengiriman menghubungi penerima melalui telepon atau meminta penerima mengambil paket langsung ke kantor.

“Kalau memang tidak bisa antar, minimal telepon penerima atau bilang ambil di kantor. Ini tidak diantar, tidak ditelepon, paket malah diputar ke sana-sini,” ujar Faris dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Faris mengungkapkan bahwa paketnya sempat dibawa kembali ke kantor dan keesokan harinya kembali dibawa berkeliling tanpa kejelasan. Bahkan, ia mengaku menerima informasi bahwa paket tersebut akan dikembalikan, dengan alasan kurir tidak bisa menjalankan tugasnya.

“Kalau kurir tidak bisa kerja dengan baik, seharusnya dievaluasi. Jangan sampai konsumen yang dirugikan,” tegasnya.
Keluhan ini menjadi sorotan karena jasa pengiriman memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama di daerah kepulauan seperti Halmahera Selatan yang sangat bergantung pada layanan logistik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak J&T Express Halsel terkait keluhan tersebut. Warga berharap pihak perusahaan dapat segera melakukan evaluasi kinerja kurir, meningkatkan komunikasi dengan pelanggan, serta memperbaiki kualitas layanan agar kejadian serupa tidak terus terulang. (Red)