HALSEL, Malutline– Pos Pelayanan (Pos Yan) Pelabuhan Kupal dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan wisata, dengan melaksanakan patroli rutin di Tempat Wisata Pulau Nusara.

Patroli yang dilaksanakan oleh petugas Satlantas ini tidak hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan himbauan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) secara langsung kepada para pengunjung lokal yang sedang menikmati pesona alam Pulau Nusara.

Selama kegiatan patrolinya, situasi dilaporkan aman, terkendali, dan kondusif, tanpa adanya gangguan signifikan maupun pelanggaran fatal yang mengganggu kenyamanan wisatawan. Petugas dengan ramah memberikan arahan kepada para pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan keselamatan, serta saling menghormati satu sama lain demi terciptanya suasana wisata yang nyaman dan damai.

Kasatlantas Polres Halmahera Selatan, IPTU Irfan Muzaffar Sondani, menyatakan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari pelayanan publik yang dilaksanakan Satlantas guna menghadirkan rasa aman juga bagi masyarakat dan wisatawan.

“Patroli dan himbauan kami lakukan bukan hanya di jalur utama, tetapi juga di titik-titik keramaian seperti lokasi wisata. Ini wujud pelayanan kami kepada masyarakat agar suasana tetap aman dan nyaman,” ujar IPTU Irfan Muzaffar Sondani saat ditemui di lokasi patroli.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban, baik di jalan raya maupun di ruang publik wisata. Petugas memberikan arahan agar segala aktivitas wisata dilakukan dengan tetap memerhatikan keselamatan pribadi dan orang lain.

Kendati fokus utama Satlantas adalah tertib berlalu lintas, kata IPTU Irfan, namun keamanan secara umum tetap menjadi prioritas. Patroli seperti ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara polisi lalu lintas dengan warga dan wisatawan, sehingga tercipta hubungan harmonis yang berdampak positif terhadap citra Polri di tengah masyarakat.

Pulau Nusara sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga lokal, sehingga kehadiran petugas menjadi jaminan kenyamanan dan ketertiban selama kunjungan wisata. Wisatawan yang ditemui pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran polisi lalu lintas di lokasi, karena merasa lebih aman dan tenang saat beraktivitas di tempat wisata.

Dengan dukungan dari komunitas lokal dan masyarakat pengunjung, Satlantas Polres Halmahera Selatan melalui Pos Yan Pelabuhan Kupal terus berkomitmen menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus menciptakan lingkungan wisata yang aman dan tertib di seluruh wilayah Halmahera Selatan. (Bur/red)

HALSEL, Malutline– Himbauan Kamtibmas yang dikeluarkan Kapolres Halmahera Selatan menjelang malam pergantian tahun 2025 ke 2026 dinilai berhasil dan efektif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah hukum Polres Halmahera Selatan.

Sepanjang malam pergantian tahun, tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol. Aktivitas masyarakat berlangsung tertib, arus lalu lintas relatif lancar, serta minim aksi balap liar, konvoi kendaraan, penggunaan knalpot brong, maupun pesta minuman keras yang kerap menjadi potensi gangguan di setiap akhir tahun.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari himbauan tegas namun humanis yang disampaikan Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, S.H., S.I.K., M.M., kepada seluruh lapisan masyarakat. Dalam himbauannya, Kapolres mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru 2026 dengan kegiatan positif seperti ibadah, doa bersama, serta aktivitas bermanfaat lainnya.

Selain itu, Kapolres juga menegaskan larangan penggunaan petasan dan kembang api berbahaya, aksi balap liar, penggunaan knalpot brong, serta peredaran dan konsumsi minuman beralkohol dan narkoba. Masyarakat pun diimbau untuk menjaga toleransi antarumat beragama demi terciptanya suasana damai.

Respons Positif Masyarakat
Masyarakat Halmahera Selatan dinilai cukup patuh dan responsif terhadap himbauan tersebut. Banyak warga memilih merayakan malam pergantian tahun secara sederhana bersama keluarga, di rumah ibadah, atau dengan kegiatan doa bersama di lingkungan masing-masing.
Tokoh masyarakat dan pemuda setempat turut berperan aktif membantu aparat kepolisian menjaga keamanan lingkungan.

Sinergi antara Polres Halmahera Selatan, TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama suksesnya pengamanan malam tahun baru.

Situasi Kondusif Jadi Modal Awal 2026
Situasi aman dan terkendali di malam pergantian tahun ini menjadi modal penting mengawali Tahun 2026 dengan suasana yang lebih tertib dan harmonis. Keberhasilan ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan bersama.

Kapolres Halmahera Selatan melalui jajarannya terus mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui Call Center 110 Polri atau pos pengamanan terdekat.

Dengan berakhirnya tahun 2025 tanpa gangguan berarti dan dimulainya 2026 dalam suasana aman dan damai, diharapkan semangat kebersamaan dan kepatuhan terhadap aturan ini dapat terus terjaga, tidak hanya di momen tertentu, tetapi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Halmahera Selatan. (Bur/red)

HALSEL, Malutline – Desa Sidanga, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, kembali merasakan dampak buruk dari abainya pembangunan infrastruktur dasar. Setiap kali hujan turun, desa yang juga bagian tak terpisahkan dari Halmahera Selatan ini selalu dilanda banjir akibat meluapnya aliran kali yang hingga kini belum memiliki talud penahan.
Ironisnya, persoalan ini bukan hal baru.

Warga Desa Sidanga mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan talud kali melalui forum resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa hingga kecamatan. Namun hingga kini, usulan tersebut tak pernah berbuah hasil.

“Setiap Musrenbang kami selalu menyampaikan hal yang sama, pembangunan talud kali. Tapi kenyataannya selalu nihil. Tidak pernah ada realisasi,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Akibat tidak adanya talud, air kali dengan mudah meluap saat hujan deras. Banjir pun merendam rumah warga, kebun, serta fasilitas desa. Aktivitas masyarakat lumpuh, dan kerugian materi terus berulang dari tahun ke tahun.

Warga menilai, kondisi ini mencerminkan ketimpangan perhatian pembangunan, khususnya bagi desa-desa di wilayah kepulauan seperti Kasiruta Barat. Padahal, Desa Sidanga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan dan perlindungan dari bencana.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat Desa Sidanga menyampaikan harapan dan seruan langsung kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, agar membuka mata dan memberi perhatian serius terhadap persoalan yang telah berlangsung lama ini.

“Kami hanya ingin hidup aman dan tenang. Kami tidak minta yang mewah, hanya talud kali agar desa kami tidak lagi kebanjiran,” ujar warga lainnya.

Warga berharap, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini, pemerintah daerah benar-benar hadir dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, bukan sekadar mencatat usulan tanpa tindak lanjut.

Masyarakat Desa Sidanga menegaskan, pembangunan talud kali bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya.

Kini, harapan itu kembali disandarkan kepada Pemkab Halmahera Selatan dan DPRD, agar jeritan warga Desa Sidanga tidak lagi diabaikan dan segera diwujudkan dalam tindakan nyata. (Red)

LABUHA, Malutline — Program Bina Keluarga Balita (BKB) terus menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini di tingkat desa dan kelurahan. Melalui peran aktif para kader, BKB hadir tidak hanya sebagai program pendamping Posyandu, tetapi juga sebagai sarana pembinaan pola asuh dan perkembangan psikologis anak balita.

Kader BKB disebut sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Mereka memiliki peran strategis dalam memberikan penyuluhan, pendampingan, serta edukasi kepada orang tua agar mampu mengasuh dan mendidik anak secara tepat sesuai tahapan tumbuh kembang.

Dalam pelaksanaannya, kader BKB menjalankan sejumlah tugas utama, di antaranya penyuluhan dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada orang tua terkait tumbuh kembang balita. Selain itu, kader juga bertugas mengamati dan mengisi Kartu Kembang Anak (KKA) sebagai alat pemantauan perkembangan anak secara berkala.

Tak hanya itu, kader BKB juga mengarahkan penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) agar anak dapat belajar sambil bermain secara positif. Jika ditemukan keterlambatan perkembangan, kader berperan melakukan rujukan serta kunjungan rumah, khususnya kepada keluarga yang jarang mengikuti kegiatan kelompok BKB.

Sementara itu, di tingkat pengelolaan desa, pengurus BKB yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara menjalankan fungsi administrasi, koordinasi, serta perencanaan kegiatan.

Pengurus berkoordinasi dengan pemerintah desa, TP-PKK, penyuluh KB, dan petugas terkait untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan.

Program BKB juga memiliki perbedaan fokus dengan Posyandu. Jika Posyandu menitikberatkan pada kesehatan fisik anak seperti imunisasi, berat badan, dan tinggi badan, maka BKB lebih menekankan pada pola asuh, perkembangan mental, dan psikologis anak, dengan sasaran utama orang tua atau pengasuh balita.

Melalui sinergi antara Posyandu dan BKB, diharapkan kualitas tumbuh kembang anak balita dapat dipantau secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan fisik maupun perkembangan mental dan emosional.

Keberadaan kader BKB di desa menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari keluarga. Dengan pendampingan yang tepat sejak usia dini, generasi masa depan diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. (Red)

LABUHA, Malutline — Kelangkaan semen di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali dikeluhkan warga. Selain sulit didapat, pola penjualan di sejumlah toko bangunan dinilai memberatkan dan tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Warga mengaku, semen memang tersedia di beberapa toko di Kota Labuha, namun pembeli diwajibkan membeli dalam jumlah besar, minimal 15 sak. Ironisnya, pembeli juga harus mengambil sendiri semen tersebut di gudang toko menggunakan kendaraan pribadi, tanpa adanya layanan pengantaran.

“Kalau beli sedikit, seperti dua atau empat sak, tidak dilayani. Harus beli banyak, itu pun angkut sendiri. Ini sangat menyulitkan warga,” keluh salah satu warga Labuha, Minggu (4/01/2026).

Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama warga yang hanya membutuhkan semen dalam jumlah kecil untuk keperluan mendesak seperti perbaikan rumah atau pembangunan skala kecil. Warga juga menilai aturan penjualan tersebut tidak masuk akal, terlebih di tengah situasi kelangkaan bahan bangunan.

Keluhan warga semakin kuat karena disebut-sebut hanya satu toko tertentu yang menjual semen di wilayah tersebut, sehingga tidak ada pilihan lain bagi masyarakat. Situasi ini memunculkan dugaan adanya praktik monopoli yang merugikan konsumen.

“Seolah-olah karena hanya dia yang jual, jadi bikin aturan sendiri. Masyarakat terpaksa ikut meski sangat dirugikan,” ungkap warga lainnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan pihak pengawas, segera turun tangan untuk menertibkan distribusi dan pola penjualan semen di Halmahera Selatan. Mereka meminta agar penjualan semen dilakukan secara wajar, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa syarat yang memberatkan.

Kelangkaan semen ini dinilai tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas pembangunan di daerah, khususnya pembangunan rumah warga dan proyek kecil mandiri.(Red)