HALSEL, Malutline — Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kabupaten Halmahera Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai ruang dialektika intelektual dan sosial melalui penyelenggaraan Dialog Publik bertema “Membangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Agama, Kepedulian Sosial, dan Etika Lingkungan”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, mulai pukul 20.00 WIT.
Dialog publik ini dirancang sebagai forum terbuka yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan dalam satu ruang diskusi strategis. Tujuannya adalah memperkuat gagasan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan dan pembangunan fisik, tetapi juga berakar kuat pada nilai moral, tanggung jawab sosial, serta kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir sebagai narasumber, di antaranya Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, perwakilan Polda Maluku Utara, unsur Forkopimda, akademisi, serta tokoh-tokoh pemuda dan agama yang selama ini aktif dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keumatan.
Ketua panitia menyampaikan bahwa dialog publik ini merupakan bagian dari ikhtiar KB PII untuk menghadirkan diskursus kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya di daerah kepulauan seperti Halmahera Selatan yang dihadapkan pada dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kompleks.
“Kepemimpinan hari ini tidak cukup hanya cakap secara administratif, tetapi juga harus memiliki landasan nilai agama, empati sosial, serta kepekaan terhadap isu lingkungan. Dialog ini menjadi ruang untuk merumuskan gagasan tersebut secara kolektif,” ujarnya.
Dalam dialog ini, peserta akan diajak membedah berbagai persoalan aktual, mulai dari peran pemimpin dalam menjaga harmoni sosial, tantangan etika dalam birokrasi dan politik, hingga tanggung jawab moral pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.
Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan perspektif kritis sekaligus solutif, terutama bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
Moderator dialog, Maulana Patra Syah, SH, MH, akan memandu jalannya diskusi agar berlangsung dinamis, interaktif, dan substansial. Kehadiran moderator berlatar belakang hukum dan aktivisme sosial diharapkan mampu menjaga alur diskusi tetap fokus pada substansi kepemimpinan yang berkeadaban.
KB PII Halmahera Selatan menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, pemuda, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.
Melalui dialog publik ini, KB PII berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kepemimpinan yang ideal adalah kepemimpinan yang berpijak pada nilai, berpihak pada rakyat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan terselenggaranya dialog publik ini, KB PII Halmahera Selatan menegaskan posisinya sebagai organisasi kader yang tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun ruang-ruang intelektual demi kemajuan daerah dan bangsa. (Haji)





“Kalau hujan deras sedikit saja, air langsung naik. Bukan cuma satu rumah, tapi hampir satu desa. Torang ini hidup selalu dalam rasa was-was,” ungkap salah seorang warga Yaba.