HALSEL, Malutline— Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Kabupaten Halmahera Selatan dijadwalkan akan menggelar Pelantikan Pengurus Cabang sekaligus Dialog Publik sebagai bagian dari penguatan peran pelajar dan pemuda dalam pembangunan daerah yang berlandaskan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan etika lingkungan.

Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, mulai pukul 20.00 WIT hingga selesai. Acara ini menjadi momentum penting bagi KB-PII Halmahera Selatan dalam meneguhkan komitmen organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

Panitia pelaksana secara resmi telah mengundang Bupati Halmahera Selatan, Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk berkenan hadir sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepala daerah diharapkan dapat memberikan arahan, motivasi, serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan berbasis keislaman.

Dalam undangan resmi yang dikeluarkan panitia, pelantikan dan dialog publik ini mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Agama, Kepedulian Sosial, dan Etika Lingkungan.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya dalam menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, berakhlak, dan peka terhadap persoalan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Bahrudin Saji, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan diskusi terbuka mengenai peran strategis pelajar dan pemuda Islam dalam pembangunan daerah.

“Melalui dialog publik ini, kami ingin menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif yang berorientasi pada solusi, serta memperkuat kontribusi pelajar Islam dalam menjaga harmoni sosial dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Abdul Murad, menambahkan bahwa pelantikan pengurus cabang KB-PII Halmahera Selatan periode 2025–2029 menjadi tonggak awal konsolidasi organisasi ke depan, guna memperkuat kaderisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.

Kegiatan ini berada di bawah kepemimpinan Irwan Abubakar selaku Ketua Formatur Pengurus Cabang KB-PII Halmahera Selatan, yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin progresif dan responsif terhadap dinamika zaman.

Dengan terselenggaranya pelantikan dan dialog publik ini, KB-PII Halmahera Selatan berharap dapat melahirkan kepemimpinan pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual, demi terwujudnya Halmahera Selatan yang berkeadaban, religius, dan berkelanjutan. (Haji)

HALSEL, Malutline— Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Obi terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Obi. Melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), kepolisian mengedepankan pendekatan preventif, persuasif, dan humanis dalam menyikapi dinamika sosial, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas tempat hiburan dan peredaran minuman keras.

Kapolsek Obi, IPDA Dafa, menjelaskan bahwa patroli KRYD tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan dialog antara aparat kepolisian dengan masyarakat serta pelaku usaha hiburan.

“Kami secara rutin mengingatkan pengelola tempat hiburan terkait ketentuan-ketentuan yang berlaku melalui patroli KRYD. Selain itu, kami juga melaksanakan razia minuman keras di wilayah hukum Polsek Obi sebagai langkah pencegahan gangguan kamtibmas,” ujar IPDA Dafa saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/01/2026).

Menurutnya, keberadaan tempat hiburan merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu dikelola dengan baik agar tetap berjalan selaras dengan norma hukum, sosial, dan budaya setempat. Oleh karena itu, penataan jam operasional dan izin usaha menjadi hal penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Terkait jam operasional tempat hiburan, Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian mengedepankan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam hal perizinan.

“Untuk jam operasional tempat hiburan, kami akan berkoordinasi dan memastikan bersama pihak pemerintah daerah agar dapat menindaklanjuti persoalan izin operasional sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Pendekatan ini, kata IPDA Dafa, diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan hak masyarakat untuk memperoleh rasa aman dan nyaman. Polsek Obi berkomitmen untuk tidak bertindak sepihak, melainkan menjadikan komunikasi dan kerja sama sebagai dasar utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui jalur yang tepat, sehingga dapat ditangani secara cepat dan proporsional.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, kami optimistis situasi kamtibmas di wilayah Obi dapat terus terjaga dengan baik,” tutup Kapolsek.

Langkah preventif dan koordinatif yang dilakukan Polsek Obi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan iklim sosial yang aman, tertib, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan nilai-nilai ketertiban dan kenyamanan publik. (Haji)

HALSEL, Malutline— Kesabaran warga Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kian berada di batas akhir. Ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa akibat kabel listrik PLN yang terjatuh dan melintang di atas pagar rumah warga hingga kini tak kunjung ditangani, meski keluhan telah disampaikan berulang kali.

Kondisi tersebut bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman langsung terhadap nyawa manusia, terutama anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi. Kabel listrik bertegangan tinggi yang dibiarkan menjuntai rendah dan terbuka itu berpotensi menimbulkan sengatan listrik mematikan kapan saja.

Ironisnya, jeritan warga seolah tak bernilai di mata petugas PLN Kayoa. Berulang kali laporan disampaikan, namun tak satu pun tindakan nyata dilakukan. Sikap abai ini dinilai sebagai bentuk kelalaian fatal dan mencerminkan buruknya tanggung jawab pelayanan publik.

“Kami sudah lapor berkali-kali. Tapi sampai sekarang tidak ada petugas yang datang. Kalau nanti ada korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab?” keluh salah satu warga dengan nada geram.

Warga menilai, pembiaran ini bukan lagi persoalan teknis, melainkan cermin kegagalan kepemimpinan Kepala PLN Kecamatan Kayoa dalam menjamin keselamatan masyarakat. Listrik yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berubah menjadi ancaman kematian akibat kelalaian aparat terkait.

Atas dasar itu, warga Orimakurunga secara tegas meminta PLN Tidore turun tangan dan segera mencopot Kepala PLN Kecamatan Kayoa. Mereka menilai, pejabat yang tidak responsif terhadap ancaman keselamatan publik tidak layak menduduki jabatan strategis.

“Kalau PLN tidak mampu melindungi warga, maka jangan salahkan masyarakat jika kemarahan berubah menjadi aksi,” tegas warga lainnya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi manajemen PLN, khususnya di wilayah kepulauan, agar tidak memandang enteng keselamatan warga desa. Nyawa rakyat bukan angka statistik, dan pelayanan publik tidak boleh dijalankan dengan sikap acuh tak acuh.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Kayoa maupun PLN Tidore belum memberikan tanggapan resmi. Warga berharap, sebelum jatuh korban, tindakan nyata segera dilakukan, bukan sekadar janji yang terus diabaikan. (Red

HALSEL, Malutline — Hari-hari di Halmahera Selatan kini berjalan dengan langkah yang lebih pelan, Seolah waktu ikut berduka Langit sering mendung, dan doa-doa mengalir lebih panjang dari biasanya, Kepergian Usman Sidik, mantan Bupati Halmahera Selatan, menjadi luka yang tidak berdarah, namun terasa perih di dalam dada banyak orang.

Kabar duka itu tidak datang dengan suara keras, Ia hadir dalam keheningan, menyelinap ke ruang-ruang hati masyarakat, membuat banyak orang terdiam, menunduk, lalu mengucap istigfar dengan suara gemetar. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dari Allah kita datang, dan kepada-Nya pula kita kembali.

Pergi di Saat Pengabdian Belum Usai Usman Sidik adalah manusia biasa yang memikul amanah besar. Ia menjalani kepemimpinan bukan dengan gemerlap, tetapi dengan kesabaran. Ia berjalan di jalan-jalan sunyi pengabdian, kadang diterpa kritik, kadang dililit keterbatasan, namun tetap bertahan karena keyakinan bahwa amanah adalah ibadah.

Kini, ketika langkahnya terhenti, banyak yang merasa kehilangan bukan hanya pemimpin, tetapi juga arah. Ia pergi di saat pengabdian belum sepenuhnya usai, meninggalkan rencana yang belum rampung, dan harapan yang masih menggantung di langit Halmahera Selatan.

Jejak Amal yang Kini Menjadi Saksi
Apa yang ditinggalkan Usman Sidik bukan hanya bangunan dan program, tetapi jejak amal, Setiap jalan yang terbuka, setiap layanan publik yang berusaha dibenahi, menjadi saksi di hadapan Tuhan tentang niat baik seorang hamba yang ingin memberi manfaat bagi sesama.

Dalam keyakinan iman dan islam, tidak ada amal yang sia-sia. Mungkin manusia lupa, mungkin waktu mengaburkan, tetapi Tuhan Allah SWT Maha Mencatat. Dan di sanalah harapan terbesar bagi seorang pemimpin yang telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Air Mata Rakyat sebagai Doa yang Tak Terucap Kesedihan rakyat kecil mengalir tanpa banyak kata. Air mata yang jatuh di pipi mereka menjadi doa yang paling jujur. Karena mereka tahu, almarhum pernah hadir, pernah mendengar, dan pernah mencoba.

Bagi mereka, kehilangan sosok Usman sidik ini bukan sekadar kabar berita, tetapi duka pribadi, Seorang pemimpin yang mereka kenal, sosok yang sederhana apa adanya dalam penampilan cara berpakaiannya maupun kesehariannya kini hanya bisa mereka sebut namanya dalam doa, memohon agar kuburnya dilapangkan dan dosanya diampuni.

Renungan tentang Amanah dan Kematian
Kepergian Usman Sidik adalah pengingat keras bagi yang masih hidup. Bahwa jabatan hanyalah titipan. Bahwa kekuasaan akan berakhir di satu titik sunyi bernama kematian. Dan bahwa yang akan dibawa pulang bukanlah nama besar, melainkan amal dan niat.

Hari ini, Halmahera Selatan bukan hanya berduka, tetapi juga sedang belajar.

Belajar tentang keterbatasan manusia, Belajar bahwa sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang sadar bahwa kepemimpinan adalah jalan menuju pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.
Doa Negeri Saruma Mengiringi Kepergian
Di masjid-masjid, doa dipanjatkan. Di rumah-rumah, Al-Fatihah dibacakan. Di sudut-sudut malam, tangan-tangan terangkat memohon ampunan bagi almarhum.

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu Usman Sidik, Terimalah segala amal baktinya.
Lapangkan kuburnya, terangilah peristirahatan terakhirnya, Jadikan apa yang ia bangun sebagai amal jariyah yang terus mengalir.

Dan untuk kami yang ditinggalkan,
berilah kekuatan untuk melanjutkan amanah, keikhlasan untuk menerima takdir, serta kebijaksanaan untuk belajar dari kepergiannya.

Pergi sebagai Hamba, Dikenang sebagai Amanah

Usman Sidik telah kembali kepada sang ilahi, Ia pergi sebagai hamba, bukan sebagai pejabat, Ia meninggalkan dunia dengan membawa amal bukan jabatan,
Halmahera Selatan akan terus melangkah, meski dengan hati yang masih basah oleh air mata, Dan dalam setiap langkah itu, namanya akan tetap disebut—bukan dengan sorak, tetapi dengan doa.
Selamat jalan, Usman Sidik.

Semoga Allah meridhai perjalananmu,
dan semoga negeri ini tidak melupakan pelajaran yang kau tinggalkan. (Haji)

HALSEL, Malutline— Kenangan tentang almarhumah Nurdiyana Joy Sangaji, yang akrab disapa Umi Bassam, hingga kini masih hidup dalam ingatan masyarakat Halmahera Selatan, Almarhumah merupakan istri dari Dr. H. Muhammad Kasuba, Bupati Halmahera Selatan yang memimpin daerah ini selama dua periode.

Sosoknya dikenang luas bukan karena status dan jabatan, melainkan karena kebaikan hati, ketulusan, serta kedekatannya dengan masyarakat, Bagi banyak warga, Umi Bassam adalah figur ibu yang penuh empati. Ia dikenal ramah, sederhana, dan tidak pernah menjaga jarak dengan rakyat kecil. Kesaksian tentang kebaikannya terus mengalir dari berbagai pelosok Halmahera Selatan.

“Beliau itu orangnya lembut, tutur katanya halus, dan selalu peduli. Tidak pernah merasa lebih tinggi meski berstatus istri bupati,” ungkap salah satu warga Bacan saat mengenang almarhumah.

Selama mendampingi Dr. H. Muhammad Kasuba memimpin Halmahera Selatan, Umi Bassam aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Ia kerap turun langsung ke masyarakat, mengunjungi warga, menyapa kaum ibu, serta memberi perhatian kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu. Banyak kebaikannya dilakukan secara senyap, tanpa sorotan dan tanpa pamrih.

Warga juga mengenang kepedulian almarhumah terhadap kaum perempuan. Ia sering menjadi tempat berbagi cerita dan keluh kesah, memberikan nasihat dengan bahasa yang menenangkan. Kehadirannya selalu membawa rasa teduh dan kehangatan.

“Kalau Umi Bassam datang, suasananya beda. Kami merasa seperti didatangi orang tua sendiri,” tutur seorang ibu rumah tangga di Halsel.

Kesederhanaan menjadi ciri khas almarhumah. Meski mendampingi seorang bupati dua periode, Umi Bassam dikenal jauh dari gaya hidup berlebihan. Sikap rendah hati dan ketulusan itulah yang membuatnya dihormati lintas kalangan—dari masyarakat biasa hingga tokoh adat dan tokoh agama.

Banyak pihak menilai, Umi Bassam adalah penopang moral penting di balik kepemimpinan Dr. H. Muhammad Kasuba. Ia menjadi sumber ketenangan dan penguat nilai-nilai religius serta kemanusiaan dalam menjalani amanah kepemimpinan.

Kini, meski almarhumah telah berpulang, jejak kebaikannya tetap membekas dalam ingatan masyarakat Halmahera Selatan. Namanya disebut dengan penuh hormat dan doa. Bagi warga, Umi Bassam bukan sekadar istri seorang pemimpin, melainkan bagian dari perjalanan sosial dan kemanusiaan daerah ini.

Kebaikan yang ditanam dengan tulus akan selalu hidup, bahkan ketika raga telah tiada. (Haji)