LABUHA, Malutline -10 Oktober 2025 Warga Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, berharap Pemerintah Daerah dan DPRD Halsel dapat menuntaskan pembangunan Break Water (pemecah ombak) yang menjadi peninggalan program Usman–Bassam pada periode sebelumnya.
Break Water tersebut merupakan proyek strategis penahan abrasi pantai yang sangat dibutuhkan masyarakat pesisir. Proyek ini sudah mulai dibangun dua tahun lalu dengan nilai anggaran sekitar Rp7 miliar, namun belum sepenuhnya rampung.
Janji Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, saat melakukan kampanye di Desa Orimakurunga beberapa waktu lalu, telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Break Water tersebut.
“Dua tahun kemarin sudah dibangun, tapi belum tuntas. Insyah Allah akan kita lanjutkan kembali agar selesai dan bermanfaat bagi masyarakat Orimakurunga,” ujar Bassam Kasuba di hadapan warga dan keluarga besar almarhum Usman Sidik.
Bassam menyampaikan, pembangunan Break Water itu merupakan bagian dari program percepatan pembangunan daerah pesisir yang sudah dimulai sejak dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi almarhum Usman Sidik.
“Itu program Usman–Bassam. Jadi yang berhak melanjutkan adalah saya. Kami tidak berhenti, justru kami teruskan semua warisan pembangunan itu,” tegas Bassam.
Komitmen Melanjutkan Program Usman–Bassam, Bassam juga menepis isu yang menyebut dirinya tidak melanjutkan program pembangunan peninggalan almarhum Usman Sidik. Ia mencontohkan sejumlah proyek besar yang masih berjalan hingga kini, seperti penataan wajah ibu kota Labuha (Proyek Multiyears), pembangunan Rumah Sakit Pratama Makian, serta jalan lingkar Pulau Makian.
“Semua program itu masih jalan dan akan tuntas Desember 2024. Jangan percaya isu liar. Kami tetap berkomitmen melanjutkan program Usman–Bassam,” tandas Bassam yang kini juga menjabat Ketua DPD PKS Halmahera Selatan.
Sementara itu, masyarakat Desa Orimakurunga melalui Kahar Hi. Noh menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memprioritaskan penyelesaian Break Water yang sangat dibutuhkan warga pesisir.
“Kami sangat berharap Bupati Bassam Kasuba dan DPRD Halsel dapat membantu menyelesaikan pembangunan Break Water di Orimakurunga. Ombak di musim angin kencang sering mengancam rumah warga di tepi pantai,” ungkap Kahar kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, program tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga di wilayah pesisir.
Setelah pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba – Helmi Umar Muksin, pemerintah daerah telah menetapkan sistem pembangunan berbasis agromaritim zonasi Makean–Kayoa dalam RPJMD Tahun 2026.
Dalam skema tersebut, Kecamatan Kayoa Selatan termasuk Desa Orimakurunga masuk zona prioritas pembangunan infrastruktur pesisir dengan kebijakan itu, warga Orimakurunga optimistis proyek Break Water peninggalan Usman–Bassam akan kembali dilanjutkan hingga tuntas.
“Kami percaya Bupati Bassam akan memenuhi janji dan perhatian beliau terhadap masyarakat Orimakurunga. Ini bukan hanya soal pembangunan, tapi soal keselamatan warga pesisir,” tutur Kahar.
Masyarakat Desa Orimakurunga menaruh harapan besar agar sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD Halmahera Selatan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Penyelesaian Break Water diharapkan menjadi bukti nyata keberlanjutan program Usman–Bassam, serta simbol komitmen pemerintah terhadap pembangunan daerah berbasis agromaritim di Halmahera Selatan yang di jalankan Bupati dan wakil Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin (Red)