oleh

Hilang di Laut, Nelayan Irfan Ditemukan Selamat di Perairan Bacan

LABUHA, Malutline — Setelah dinyatakan hilang selama beberapa hari di laut, seorang nelayan asal Desa Silang, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Irfan Adnan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Kabar bahagia ini disambut haru oleh keluarga dan warga setempat yang sejak awal aktif melakukan pencarian.

Informasi yang diterima Malutline menyebutkan, Irfan ditemukan oleh sekelompok nelayan di sekitar perairan Bacan pada Selasa pagi (8/10/2025). Saat ditemukan, ia tampak lemah namun masih dalam keadaan sadar dan bisa berkomunikasi dengan para nelayan yang mengevakuasinya ke daratan.

Dari sejumlah foto yang beredar, Irfan terlihat mengenakan kaos merah bertuliskan “MANISE 89”. Ia tampak duduk di atas kapal dengan tubuh lemas namun senyum lega tak bisa disembunyikan. “Alhamdulillah masih hidup, ini semua berkat doa dan kerja keras para nelayan,” ujar salah satu kerabat korban dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keterangan warga, upaya pencarian dilakukan sejak Senin malam (6/10) setelah keluarga melaporkan Irfan tak kunjung kembali dari rumpon tempatnya biasa berjaga, yang dikenal dengan nama Rumpon Ramasya 01 di sekitar perairan dekat Aurora. Sejumlah nelayan bersama aparat desa dan warga pesisir langsung bergerak menggunakan perahu untuk melakukan penyisiran hingga akhirnya Irfan berhasil ditemukan.

Pihak keluarga melalui kakaknya, Wiaya, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Basarnas, BPBD Halsel, dan para nelayan pesisir Bacan yang turut membantu pencarian.

“Kami sangat berterima kasih atas doa dan bantuan semua orang. Semoga Allah membalas kebaikan para nelayan yang menemukan adik kami,” ujarnya penuh haru.

Saat ini Irfan telah dibawa pulang ke rumah keluarganya di Desa Silang untuk menjalani pemulihan. Ia hanya mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan setelah bertahan beberapa hari di laut tanpa komunikasi.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan saat melaut, termasuk membawa alat komunikasi dan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah perairan Halmahera Selatan. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed