LABUHA, Malutline. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa yang dialokasikan untuk pembentukan dan operasional Koperasi Merah Putih di tingkat desa.

Kepala DPMD Halsel, M. Zaki Abdul Wahab, menjelaskan bahwa penggunaan Dana Desa untuk mendukung pembentukan koperasi telah diatur secara ketat dalam Permendesa PDT Nomor 10 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025.

Menurut Zaki, maksimal 3 persen dari total Dana Desa dapat digunakan untuk biaya operasional pembentukan koperasi, seperti biaya koordinasi, rapat pembentukan, dan pengurusan akta pendirian. Namun, Dana Desa tidak boleh dikelola secara langsung oleh koperasi.

“Dana Desa hanya boleh digunakan untuk mendukung proses awal pembentukan koperasi, bukan untuk dikelola sebagai modal usaha. Kami tekankan agar setiap kepala desa dan pengurus koperasi memahami aturan ini,” ujar M. Zaki Abdul Wahab, Jumat (10/10/2025).

Ia juga menegaskan, setelah program Koperasi Merah Putih mulai berjalan, pihaknya akan lebih ketat melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran serta menjamin agar dana yang disalurkan tepat sasaran dan tepat guna.

“Ketika koperasi sudah mulai beroperasi, pengawasan akan ditingkatkan. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah Dana Desa yang digunakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi berbasis komunitas lokal. (Red)

LABUHA, Malutline — Aksi tidak terpuji terjadi di lingkungan aparat penegak hukum. Seorang oknum sekuriti DPRD Halmahera Selatan (Halsel) bernama Takdir Abdulah diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga, Abd. Azis Lasaibu alias Randu, di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halsel, Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 13.00 WIT.

Insiden ini terjadi saat korban mendampingi mertuanya, Taslim Kader, dalam proses mediasi perjanjian kerja jual beli papan dan balok antara dirinya dengan pelaku di ruang SPKT. Dalam pertemuan yang dimediasi oleh petugas piket SPKT, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat terkait persoalan tersebut.

Namun suasana mediasi berubah tegang ketika korban menyampaikan tanggapan terkait perbedaan pendapat mengenai jenis kayu yang disebut pelaku tidak sesuai pesanan.

“Saya hanya bertanya, kalau kayu yang kami siapkan dianggap bengkok, kenapa tidak beli saja di pangkalan lain? Kan banyak tempat di Labuha,” ujar Abd. Azis saat dikonfirmasi Malutline.

Pernyataan itu diduga membuat pelaku tersulut emosi. Tanpa diduga, Takdir Abdulah langsung melayangkan pukulan ke wajah korban di depan petugas SPKT yang bertugas sebagai mediator. Akibat pemukulan itu, korban mengalami memar di bagian pipi dan mata sebelah kiri.

Tindakan pelaku dianggap tidak beretika dan arogan, apalagi dilakukan di hadapan aparat penegak hukum dan di dalam lingkungan kantor polisi.

Ironisnya, usai kejadian, korban mengaku mendapat intimidasi dari salah satu anggota Polres Halsel, berinisial Adi, yang disebut-sebut merupakan teman dekat pelaku. Oknum tersebut diduga membela pelaku dan menggertak korban dengan nada keras, hingga suara bentakan terdengar hingga ke luar ruang SPKT.

“Saya merasa tertekan dan tidak nyaman. Harusnya polisi melindungi, bukan malah ikut menekan warga yang menjadi korban,” tegas Abd. Azis.

Atas kejadian ini, korban telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke pihak berwenang dan meminta agar kasus ini diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap Kapolres Halmahera Selatan dapat menindak tegas setiap bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum di lingkungan kepolisian, agar kepercayaan publik terhadap institusi Polri tetap terjaga. (Red)

LABUHA, Malutline — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Nur S.yifah Al Haddad, siswi asal Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang internasional Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Nur Syifah, yang saat ini menempuh pendidikan di SMA IT Nurul Hasan Ternate, menjadi salah satu pelajar terpilih dari Indonesia Timur untuk mengikuti program bergengsi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga pendidikan dan kepemudaan resmi yang terdaftar di Kemenkumham RI.

Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor 001/I/LOA-JIES/X/2025 tertanggal 10 Oktober 2025, Nur Syifah ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Melalui kegiatan ini, Nur Syifah akan berpartisipasi dalam sejumlah program internasional seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour di The University of Tokyo, program volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, hingga aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba, Jepang.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa lolos menjadi delegasi Indonesia. Ini kesempatan besar untuk belajar tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Halmahera Selatan,” ujar Nur Syifah penuh semangat saat dihubungi Malutline, Jumat (11/10/2025).

Namun, di balik prestasi tersebut, Nur Syifah menghadapi kendala pendanaan. Untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jepang, ia membutuhkan biaya sebesar Rp 18.500.000,-. Dana tersebut mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, asuransi, serta kontribusi kegiatan internasional selama di Jepang.

Karena itu, siswi kelahiran Ngokomalako, 20 Mei 2010 ini sangat berharap adanya dukungan moril dan finansial dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, terutama Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, agar ia dapat membawa nama baik Halsel di kancah dunia.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari pelosok desa seperti saya juga bisa berprestasi di tingkat internasional. Semoga Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bisa membantu saya mewujudkan mimpi ini,” harap Nur Syifah.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Nur Syifah sebagai perwakilan Maluku Utara. (Red)

TERNATE, Malutline — Di balik tenangnya Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Halmahera Selatan, tumbuh seorang gadis muda yang kini siap mengharumkan nama Maluku Utara di pentas dunia. Dialah Maya Dira Suriandi, siswi SMA Negeri 3 Kota Ternate yang baru saja terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang internasional Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025, yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Namun, sebelum langkahnya menapaki Negeri Sakura, Maya sudah menorehkan segudang prestasi di tingkat nasional, Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, ia telah meraih tiga medali emas, dua piala juara nasional, enam piagam penghargaan, dan tiga sertifikat nasional dari berbagai ajang Olimpiade IPA, Biologi, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Saya selalu percaya bahwa anak dari desa pun bisa berprestasi kalau mau berusaha. Semua ini saya persembahkan untuk orang tua dan daerah saya,” tutur Maya dengan mata berbinar.

Sejak duduk di bangku SMP, Maya sudah menunjukkan ketertarikannya pada sains dan kegiatan sosial. Ia dikenal rajin, rendah hati, dan tak segan membantu teman-temannya belajar. Prestasinya yang gemilang membuat pihak sekolah kerap menjadikannya contoh inspiratif bagi siswa lain.

Kini, peluang emas itu datang lagi. Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor 001/I/LOA-JIES/X/2025, Maya resmi ditetapkan sebagai delegasi Indonesia untuk kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Di Jepang nanti, Maya akan mengikuti berbagai agenda penting, seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour ke The University of Tokyo, International Volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, dan Entrepreneurship Session, serta kegiatan sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba.

Namun di balik sederet prestasi itu, Maya menghadapi kenyataan berat: biaya keberangkatan sebesar Rp 12.900.000 masih harus ia perjuangkan sendiri.

“Saya sangat berharap dukungan dari Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Saya ingin membawa nama baik sekolah, kota, dan daerah saya di ajang dunia,” ucapnya lirih namun penuh semangat.

Dukungan itu, kata Maya, bukan hanya soal biaya, tapi juga bentuk penghargaan bagi generasi muda yang berjuang menorehkan prestasi dari pelosok daerah, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., turut mengapresiasi semangat Maya.

“Kami bangga ada peserta dari Halmahera Selatan dan sekolah di Ternate. Maya adalah bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia Timur punya potensi besar untuk tampil di level global,” ujarnya.

Bagi Maya, kesempatan ke Jepang bukan sekadar perjalanan belajar — tapi juga simbol dari mimpi besar anak desa yang tak pernah menyerah.

“Saya ingin buktikan bahwa dari Ngokomalako pun, kita bisa menembus dunia,” tutupnya dengan senyum penuh harapan.(Red)

Halsel, Malutline. Kepedulian Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terhadap masyarakat terus diwujudkan. Kali ini, Dinas Sosial (Dinsos) Halsel menyalurkan bantuan bagi penyandang disabilitas di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan.

Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, usai membuka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup IV di Lapangan Madihutu, Selasa (8/10/2025).

Kepala Dinsos Halsel, Hi. Fadjri Kambey, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada sembilan warga penyandang disabilitas, berupa kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat ketiak.

“Penyerahan bantuan ini berdasarkan data yang sudah ditetapkan melalui SK Bupati,” jelas Fadjri.

Dari sembilan penerima, tiga orang menerima bantuan secara simbolis langsung dari Bupati, sementara enam lainnya diantarkan ke rumah masing-masing oleh tim Dinsos.

Fadjri juga menuturkan, masih ada dua desa di wilayah Gane yang belum tersentuh bantuan tahun ini, namun akan segera disalurkan dalam waktu dekat.

“Untuk tahun 2026, kami akan turun langsung melakukan pendataan agar lebih akurat dan tidak hanya bergantung pada laporan desa,” tambahnya.

Ia menyebutkan, pendataan tahun depan akan difokuskan di wilayah Pulau Makian dan Kayoa, sejalan dengan arah pembangunan sistem zonasi yang telah dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Halsel.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Halsel dalam memberikan perhatian bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, agar mereka juga dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata. (Red)