HALSEL, Malutline.com Kepala Desa Kasdam, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Muhamad Konoras, diduga kuat melakukan penggelapan gaji para kaur desa dan Badan Syara selama dua tahun terakhir. Nilai dugaan penyelewengan mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah perangkat desa, tunggakan gaji kaur dan Badan Syara tahun 2024 selama dua bulan hingga kini belum dibayarkan. Sementara untuk tahun 2025, gaji perangkat desa, termasuk seluruh kaur dan Badan Syara, belum diterima selama sepuluh bulan.

Seorang sumber dari perangkat desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, seharusnya gaji kaur desa berdasarkan SK Bupati sebesar Rp1.800.000 per bulan, namun yang diterima hanya Rp1.500.000 per bulan.
“Setiap bulan dipotong Rp300.000. Pemotongan ini sudah terjadi sejak Pak Kades menjabat,” ujarnya.

Selain permasalahan gaji, sumber tersebut juga menyoroti proyek pembangunan fisik desa yang didanai dari Dana Desa (DD) setiap tahun anggaran. Ia menyebut banyak pekerjaan tidak selesai, bahkan ada yang mangkrak hingga kini, termasuk pembangunan pagar desa.

“Tidak jelas mana anggaran yang sudah digunakan dan mana yang belum, karena kepala desa terlalu tertutup dalam pengelolaan keuangan,” tambahnya.

Masyarakat dan perangkat desa berharap, Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan dapat turun tangan memproses dugaan penyalahgunaan dana tersebut agar ada efek jera bagi pelaku.

“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ret-ret di Jatinangor, Pak Kades bisa berubah dan segera merealisasikan hak-hak perangkat desa, membayar tunggakan gaji selama 12 bulan, serta menuntaskan semua pekerjaan fisik yang belum selesai,” pungkasnya. (Red)

HALSEL, Malutline.com Bau busuk menyengat dari aliran limbah cair milik PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kini menjadi saksi bisu lemahnya pengawasan lingkungan hidup di daerah ini.

Limbah berwarna kehitaman itu diduga kuat dialirkan melalui pipa aktif langsung ke parit yang bermuara ke sungai tanpa melalui proses pengolahan sebagaimana diwajibkan oleh regulasi.

Temuan ini memperlihatkan potret buram penegakan hukum lingkungan di Halsel. Padahal, pembuangan limbah tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan pelanggaran berat sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Air sungai sudah berubah warna dan bau sekali. Kami sudah lapor ke Dinas Lingkungan Hidup, tapi sampai sekarang belum pernah ada petugas datang periksa,” ungkap seorang warga sekitar dengan nada kesal, karena DLH Diduga Tutup Mata

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Selatan belum mengambil langkah konkret. Tidak ada penyegelan, tidak ada sanksi administratif, bahkan tidak ada klarifikasi resmi kepada publik.

 

Sikap diam ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis terhadap praktik pencemaran lingkungan oleh perusahaan tersebut.

“Kalau DLH terus diam, masyarakat bisa menilai sendiri siapa yang dilindungi — rakyat atau perusahaan,” ujar salah satu aktivis lingkungan di Labuha.

Diduga Tak Miliki IPA, Berdasarkan hasil Penelusuran Malu menemukan adanya pipa pembuangan aktif di area pabrik yang mengalirkan limbah langsung ke parit menuju sungai.

Sumber internal menyebutkan, PT GMM belum mengoperasikan IPAL secara optimal, bahkan diduga tidak memenuhi ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagaimana dipersyaratkan.

Jika benar terbukti, perusahaan dapat dijerat Pasal 60 dan Pasal 104 UU No. 32/2009, dengan ancaman pidana penjara hingga 3 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar.

Keadilan Lingkungan Diuji, Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Warga mendesak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba agar segera memerintahkan investigasi independen terhadap DLH dan manajemen PT GMM.

“Kalau hukum tak bergerak, bau busuk di sungai itu bukan cuma dari limbah — tapi dari sistem pengawasan yang ikut membusuk,” tegas salah satu tokoh masyarakat di Bacan Timur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) maupun Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan pencemaran dan pembiaran tersebut.

Tim Malutline masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan menelusuri fakta lapangan untuk memastikan dugaan pelanggaran ini. (Jul/Red)

Jatinangor, Jawa Barat, Malutline— Kepala Desa Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut ambil bagian dalam kegiatan Ret-Ret Kepemimpinan dan Pembinaan Mental yang digelar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.

Kegiatan ini merupakan inisiatif langsung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, di bawah kepemimpinan Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, dan kadis DPMD Halsel M ZAKI A Wahab yang berkomitmen membangun aparatur desa yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa melayani.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta — terdiri dari para camat dan kepala desa se-Kabupaten Halmahera Selatan — mendapatkan berbagai materi dan pembinaan mulai dari penguatan karakter, disiplin kepemimpinan, manajemen pemerintahan desa, hingga semangat pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat.

Kepala Desa Bahu menyebut pengalaman ini sebagai pelajaran yang luar biasa dan sangat berharga.
Menurutnya, kegiatan ret-ret di IPDN bukan sekadar pelatihan, tetapi momentum pembentukan mental dan spiritual bagi para pemimpin desa agar mampu memimpin dengan hati, disiplin, dan tanggung jawab yang tinggi.

“Kami banyak belajar di sini. Tentang kepemimpinan yang melayani, pentingnya kedisiplinan, dan bagaimana menjadi kepala desa yang bukan hanya memimpin, tapi juga mengayomi masyarakat. Jika semua nilai-nilai ini diterapkan di desa, saya yakin Halsel akan jauh lebih maju ke depan,” ujar Kades Bahu dengan penuh semangat.

Program ret-ret ini menjadi terobosan baru yang menegaskan komitmen Bupati Bassam Kasuba dalam membangun mental aparatur pemerintahan yang kuat dan berkarakter, Selain memperkuat kinerja kepala desa, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan etos kerja yang jujur, profesional, dan berjiwa sosial tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan IPDN Jatinangor itu juga diisi dengan latihan fisik, kegiatan refleksi, pembinaan rohani, serta diskusi kepemimpinan yang dipandu langsung oleh instruktur dan pembina berpengalaman dari IPDN.

Para peserta diajak keluar dari zona nyaman, belajar tentang arti pelayanan publik, serta memahami bahwa kemajuan daerah berawal dari desa yang kuat dan pemimpin yang berintegritas.

Kepala Desa Bahu menegaskan bahwa sepulang dari kegiatan ini, dirinya siap menerapkan berbagai pembelajaran di desanya — mulai dari pengelolaan pemerintahan yang lebih transparan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penataan pembangunan desa yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami datang ke sini bukan hanya untuk belajar, tapi untuk pulang membawa semangat baru. Ini langkah awal untuk perubahan yang nyata di desa kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Halsel berharap seluruh kepala desa mampu menjadi agen perubahan dan teladan bagi masyarakat, sehingga cita-cita menuju Halsel Maju, Berdaya, dan Bermartabat dapat benar-benar terwujud, HALSEL MANYALAAAA! Dari Jatinangor, semangat perubahan itu kembali menyala untuk membangun dari desa. (Red)

WEDA, Malutline — Siang itu, suasana di Halmahera Tengah terasa berbeda. Tak ada seremoni besar, tak ada protokol panjang. Hanya pertemuan sederhana antara Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji, dan seorang penjual ikan dari Desa Tepeleo bernama Fata — sosok yang tak bisa berbicara, namun mampu menyampaikan pesan paling jujur lewat tindakannya.

Fata datang jauh-jauh dari Patani Utara, menempuh perjalanan panjang hanya untuk bertemu sang bupati. Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya, namun kehadirannya menjadi bahasa cinta yang lebih dalam dari sekadar ucapan.

“Ia tidak bisa bicara, tapi hatinya lantang dalam memberi pesan,” kata Bupati Ikram dengan mata yang terlihat berkaca.

Menurut Ikram, langkah kecil Fata bukan sekadar kunjungan biasa. Di balik kesederhanaannya, ada makna besar tentang ketulusan, tentang kepedulian yang sering luput dari pandangan banyak orang.

> “Bagi sebagian orang mungkin ini hal sepele. Tapi bagi saya, dan warga di sini, kedatangan Fata adalah tanda cinta dan kepedulian yang luar biasa,” ujar Ikram dengan nada haru.

Hari itu, tak ada kata sambutan, tak ada panggung, hanya senyum tulus yang menautkan dua hati  seorang pemimpin dan rakyat kecilnya.

“Hari ini, hati saya bahagia. Bahagia yang tulus, bahagia yang tak akan pudar,” ucap Ikram.

Langkah Fata memang kecil, tapi maknanya melampaui jarak dan kata-kata. Ia datang bukan untuk meminta, melainkan untuk mengingatkan: bahwa cinta, empati, dan ketulusan adalah bahasa kemanusiaan yang paling murni. (Red)

HALBAR, Malutline-, 2025 — Seruan kebanggaan “Halsel Menyalaaa!” kembali menggema setelah Tim Penggerak PKK Kabupaten Halmahera Selatan berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Provinsi Maluku Utara yang digelar di Kabupaten Halmahera Barat.

Di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Halsel, Hj. Rifaat Al Sa’adah Bassam Kasuba, kontingen Halmahera Selatan tampil memukau dan sukses memborong sejumlah juara dari berbagai cabang lomba yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Prestasi yang diraih PKK Halsel tahun ini benar-benar membanggakan:
🏆 Stand UP2K – Juara 1
🏆 Tanaman TOGA – Juara 1
🥈 Fashion Show Ketua TP PKK – Juara 2
🥈 Lomba Aku Hatinya PKK – Juara 2
🥉 Senam Kreasi – Juara 3
🎖️ Tebak Kata Cinta – Harapan 3
🎖️ Penyuluhan Kader PKK – Harapan 3

Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras seluruh kader PKK di Halmahera Selatan terus menyala untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketua TP PKK Halsel, Hj. Rifaat Al Sa’adah Bassam Kasuba, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras semua pihak, mulai dari kader PKK desa, kecamatan hingga kabupaten, yang telah berjuang dengan penuh dedikasi.

> “Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja bersama. Kemenangan ini bukan semata-mata milik tim PKK, tapi milik seluruh masyarakat Halmahera Selatan yang selalu mendukung setiap langkah dan inovasi kami. Insyaa Allah, semangat ini akan terus kita nyalakan — Halsel Manyalaaaa!” ujar Rifaat penuh semangat.

Kegiatan HKG PKK ke-53 ini menjadi ajang silaturahmi, inovasi, dan kreativitas antar TP PKK se-Maluku Utara. Selain perlombaan, kegiatan ini juga menampilkan berbagai pameran hasil karya unggulan daerah, produk lokal, serta inovasi pemberdayaan keluarga dari tiap kabupaten/kota.

Dengan kemenangan ini, Halmahera Selatan membuktikan diri sebagai daerah yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga unggul dalam pemberdayaan keluarga, kreativitas, dan peran aktif kaum perempuan.

Selamat untuk TP PKK Halmahera Selatan! Terus Manyalaa, terus berkarya untuk keluarga dan daerah tercinta (red)