LABUHA, Malutline — Dugaan adanya data siswa fiktif atau bayangan di SDN 81 Halmahera Selatan mulai mencuat ke publik. Kepala Sekolah SDN 81 Halsel, Marlina Hasan, mengakui bahwa memang terdapat data siswa yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Menurut pengakuan Kepala Sekolah, sejumlah siswa aktif ternyata tidak terdaftar dalam daftar asesmen, sementara di sisi lain, data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sekolah justru mencatat jumlah siswa yang jauh lebih banyak dari yang sebenarnya.

“Benar, memang ada data fiktif atau bayangan. Bahkan ada siswa aktif yang namanya tidak masuk dalam daftar asesmen,” ujar Marlina Hasan saat dikonfirmasi.

Pertanyaan Publik: Dinas dan Pengawasan ke Mana? dan Temuan ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, Bagaimana bisa seorang kepala sekolah tidak mengetahui adanya data fiktif yang sudah berlangsung lama? Mengapa Dinas Pendidikan Halmahera Selatan juga tidak pernah memberikan teguran atau melakukan evaluasi terkait ketidaksesuaian data tersebut?

Menurut informasi yang beredar, praktek data siswa bayangan ini bukan hal baru. Bahkan disebut-sebut telah terjadi dari tahun ke tahun, tanpa tindak lanjut serius dari pihak terkait, “Kalau baru satu kelas saja sudah ada siswa bayangan, bagaimana dengan kelas satu sampai enam?” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya.

Jumlah Siswa Tidak Sesuai Data Dapodik, Dari data di lapangan, jumlah siswa yang benar-benar aktif bersekolah di SDN 81 Halsel hanya sekitar 90 orang.
Namun, dalam data Dapodik, tercatat ratusan siswa yang terdaftar sebagai peserta didik aktif.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa data fiktif tersebut berpotensi berkaitan dengan penyaluran Dana BOS.

Dana BOS dan Jumlah Siswa, Sebagaimana diketahui, besaran Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diterima tiap sekolah sangat bergantung pada jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik.

Jika jumlah siswa di data lebih besar dari kenyataan, maka alokasi dana yang diterima pun ikut membengkak.
Hal ini membuka peluang terjadinya penyalahgunaan anggaran pendidikan.

Desakan Ganti Kepala Sekolah, Masyarakat pun mulai mendesak agar Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan segera mengevaluasi dan mengganti Kepala Sekolah SDN 81 Halsel, mengingat persoalan ini telah lama terjadi tanpa penyelesaian.

“Jangan hanya ganti nama di dinas, tapi perbaiki kinerja. Kami sangat sayangkan, anak-anak kami yang benar-benar bersekolah malah tidak terdaftar di data resmi,” ungkap salah satu wali murid dengan nada kecewa, Penegasan Diharapkan dari Dinas Pendidikan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan data fiktif di SDN 81 Halsel.

Publik berharap adanya audit dan pemeriksaan data Dapodik secara menyeluruh, agar tidak ada lagi penyimpangan yang merugikan dunia pendidikan. (Red)

LABUHA, Malutline — Warga Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali dibuat resah oleh kondisi tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan pantai Desa Tuwokona menuju Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan. Sampah yang menumpuk dan dibiarkan membusuk di pinggir jalan itu menimbulkan bau tidak sedap hingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi, tumpukan sampah tampak menggunung di beberapa titik. Plastik, sisa makanan, bahkan limbah rumah tangga berserakan hingga ke badan jalan. Ironisnya, sampah-sampah tersebut merupakan hasil pembuangan resmi di tempat yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan.

Namun, tempat pembuangan itu justru berubah menjadi sumber masalah karena sampah tidak pernah diangkut dalam waktu lama. Akibatnya, sampah menimbulkan bau menyengat, dikerubungi lalat, dan mencemari udara di sekitar kawasan pantai yang seharusnya menjadi jalur wisata lokal.

“Kami sudah tidak tahan lagi. Setiap kali lewat sini, baunya luar biasa. Apalagi kalau siang hari, panasnya membuat aroma busuk semakin menyengat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Malutline, kamis (16/10/2025).

Warga mengaku kecewa terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Halsel yang dinilai tidak sigap dan tidak konsisten dalam penanganan sampah, baik di kawasan perkotaan Labuha maupun di wilayah pesisir seperti Bacan Selatan.

“Kalau di kota Labuha saja banyak sampah yang tidak terurus, apalagi di luar kota. Kami heran, untuk apa disiapkan tempat pembuangan kalau tidak pernah diangkut. Akhirnya jadi sumber penyakit dan merusak pemandangan,” keluh warga lainnya.

DLH Halsel yang dipimpin oleh Kepala Dinas Syamsu Abubakar disebut-sebut tidak mampu mengatasi persoalan kebersihan daerah secara menyeluruh. Warga menilai, persoalan sampah yang berlarut-larut ini menunjukkan lemahnya sistem pengelolaan dan pengawasan dari dinas terkait.

Masyarakat pun mendesak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba untuk segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kadis DLH, agar masalah kebersihan di daerah itu tidak semakin parah.

“Kami berharap Bupati Halsel tidak tinggal diam. Kepala Dinas DLH harus dievaluasi. Kalau tidak mampu, lebih baik diganti saja dengan orang yang punya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” tegas warga.

Sejumlah tokoh masyarakat Bacan Selatan juga menyoroti bahwa masalah sampah bukan hanya urusan estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan publik dan citra daerah. Apalagi Kabupaten Halmahera Selatan tengah berupaya mendorong potensi pariwisata pantai yang bersih dan ramah lingkungan.

“Bagaimana wisatawan lokal mau berkunjung di tempat wisata apalagi wisatawan nasional, karena pantai tuwokona menjadi wisata Posi-Posi Desa tuwokona kecamatan Bacan selatan, wisatawan mau datang bagaimana kalau jalan pantai penuh sampah dan bau busuk? Pemerintah daerah harus serius menata persoalan ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Halsel belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga dan kondisi tumpukan sampah di jalur pantai Tuwokona–Panambuang.

Namun, warga berharap agar DLH segera bertindak cepat melakukan pengangkutan dan pembersihan, serta memperbaiki sistem pengelolaan sampah di dalam kota Halmahera Selatan — baik di pusat kota maupun di desa bagian bacan selatan dan Bacan timur.

Sebab bagi warga, kebersihan bukan sekadar slogan, tetapi ukuran nyata dari kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. (Red)

WEDA, Malutline — Di tengah padatnya aktivitas pelayanan masyarakat, satu pesan sederhana namun penuh makna datang dari Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Halmahera Tengah, Masqun Abduqish. Ia mengingatkan seluruh personel dan masyarakat bahwa dalam setiap tugas dan pengabdian, senyum adalah kekuatan yang mampu mengubah suasana dan membangun kepercayaan.

“Bekerjalah dengan senyuman. Senyummu dapat mengubah dunia. Senyummu dapat mengubah cara orang melihatmu. Jangan pernah lupakan itu dan selalu jadi dirimu yang cantik,” ujar Masqun Abdulqish dengan nada hangat dalam sebuah kegiatan pembinaan personel di halaman Mapolres Halteng, kamis 16/10/2025).

Menurutnya, senyum bukan sekadar ekspresi wajah, melainkan bahasa universal kebaikan yang bisa menyentuh hati siapa pun, bahkan di tengah situasi paling sulit. Dalam menjalankan tugas kepolisian — terutama pelayanan lalu lintas yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari — sikap ramah, senyum, dan ketulusan menjadi jembatan penting antara aparat dan warga.

“Senyum itu bukan tanda lemah, tapi tanda kuat. Karena hanya orang yang punya hati besar yang mampu tersenyum di tengah tekanan. Dan itu yang saya harapkan dari seluruh anggota Lantas Halteng — tetap humanis, tetap profesional, dan selalu melayani dengan hati,” lanjutnya.

Ia menegaskan, tugas polisi lalu lintas tidak sekadar menertibkan pengguna jalan, tetapi juga membangun kesadaran dan menciptakan rasa aman melalui pendekatan yang persuasif. Salah satu cara efektif mewujudkan hal itu adalah dengan senyum tulus saat bertugas.

Masqun Abduqish juga menambahkan bahwa senyum dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian. Di mata publik, seorang petugas yang tersenyum akan terlihat lebih terbuka, bersahabat, dan dipercaya.

“Kadang satu senyuman bisa menenangkan orang yang sedang panik, bisa membuat pengendara yang tegang jadi lebih sabar, dan bahkan bisa meredam emosi di jalanan,” tuturnya.

Pesan inspiratif ini bukan hanya ditujukan kepada anggota kepolisian, tapi juga kepada masyarakat luas — agar setiap orang bisa menanamkan nilai positif dalam aktivitas sehari-hari. Sebab dunia yang penuh tekanan dan tantangan akan terasa lebih ringan jika setiap langkah disertai senyum.

“Kita tidak bisa mengubah semua hal besar sekaligus, tapi kita bisa mulai dari hal kecil. Dan senyum adalah langkah kecil yang punya dampak besar,” pungkas Kasat Lantas Halteng itu.

Dengan pesan tersebut, Kasat Lantas Masqun Abdulqish berharap semangat “senyum dalam tugas” menjadi budaya pelayanan humanis di Halmahera Tengah. Karena pada akhirnya, senyum bukan hanya tanda kebahagiaan, melainkan sumber kekuatan dan keikhlasan dalam mengabdi kepada masyarakat. (Red)

Malutline.com Kata-kata ini tampak sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam.
Pohon yang tidak berbuah tidak akan menarik perhatian siapa pun;
tak ada yang repot melemparinya.
Namun, ketika pohon itu mulai berbuah lebat — dari hasil karya, kebaikan, atau prestasi seseorang — barulah tangan-tangan mulai melempar batu.
Bukan karena pohon itu bersalah, melainkan karena ia memberi manfaat dan menonjol di antara yang lain.

Dalam kehidupan, semakin besar kontribusimu, semakin banyak pula mata yang memperhatikanmu — termasuk mata yang iri, tidak suka, atau salah paham.
Kritik dan serangan sering kali bukan tanda kegagalan,
melainkan bukti bahwa apa yang kamu lakukan berarti.
Orang tidak akan menggugat sesuatu yang tidak penting;
mereka hanya menggugat hal yang berpengaruh.

Karena itu, jangan biarkan “batu-batu” itu mematahkan semangatmu.
Jadikan setiap lemparan sebagai pengingat bahwa kamu sedang berbuah —
bahwa kerja kerasmu mulai terlihat.

Pohon yang berbuah tidak membalas dengan batu;
ia tetap menunduk dan memberi.
Begitu pula jiwa yang matang:
ia tidak membalas kebencian dengan amarah,
melainkan dengan kesabaran dan keluhuran hati.

Tanda bahwa kamu sedang berada di jalan yang benar
bukanlah ketika semua orang memujimu,
melainkan ketika kamu tetap tenang meski dilempari batu karena buah yang kamu hasilkan.

#Semangat 💪💪
✍️ Hajirin Radja

LABUHA, Malutline — Kepala Desa Kasdam, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Muhamad Konoras, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya menunggak pembayaran gaji kaur desa dan Badan Syara hingga belasan bulan. Ia menegaskan bahwa gaji tersebut belum dicairkan, bukan diselewengkan.

Menurut Muhamad Konoras, gaji kaur desa yang belum terbayarkan hanya delapan bulan, dan hal itu terjadi karena belum dilakukan pencairan anggaran, “Gaji kaur desa memang belum dibayarkan delapan bulan, tapi saya belum lakukan pencairan. Setelah kegiatan ret-ret ini selesai, saya akan cairkan dan selesaikan tunggakan tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).

B. Ia juga menepis tudingan bahwa dirinya telah menggunakan atau menahan dana gaji perangkat desa. Menurutnya, proses administrasi pencairan membutuhkan waktu dan bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan pembinaan aparatur desa di Jatinangor.

“Mungkin para kaur berpikir saya sudah cairkan dan tidak menyalurkan, padahal itu tidak benar. Dana gaji mereka belum saya cairkan sama sekali,” tegasnya.

Terkait pembangunan fisik di Desa Kasdam, Muhamad Konoras menegaskan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menilai tidak ada masalah berarti dalam pelaksanaan program fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD).
“Untuk pembangunan desa, semua kegiatan fisik berjalan sesuai APBDes. Tidak ada masalah,” ujarnya.

Muhamad berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman di masyarakat, terutama di kalangan perangkat desa, agar komunikasi dan koordinasi ke depan dapat berjalan lebih baik. (Red)