HALSEL, Malutline— Program santunan kematian Pemerintah Daerah Halmahera Selatan yang dikelola melalui Badan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dinyatakan telah kehabisan anggaran. Informasi ini dibenarkan langsung oleh pejabat terkait, Yudi Eka Prasetiya, yang mengakui bahwa alokasi dana untuk tahun berjalan sudah tidak tersedia.

“Benar, anggaran santunan kematian yang melekat di Bagian Kesra sudah habis,” kata Yudi saat dikonfirmasi. Ia menyebutkan bahwa tingginya jumlah pengajuan santunan dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor cepatnya penyerap­an anggaran.

Program santunan kematian merupakan bantuan yang diberikan kepada keluarga ahli waris untuk meringankan biaya pemakaman dan kebutuhan darurat setelah kehilangan anggota keluarga. Namun dengan habisnya anggaran tersebut, sejumlah warga yang mengajukan bantuan dikabarkan terpaksa harus menunggu hingga kebijakan anggaran berikutnya.

Sejumlah tokoh masyarakat menyayangkan kondisi ini, mengingat santunan kematian termasuk program yang sangat dibutuhkan warga, terutama keluarga kurang mampu.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah, baik melalui penyesuaian anggaran perubahan maupun kebijakan tambahan, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti terlalu lama.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemda belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai solusi atau tindak lanjut atas kekosongan anggaran tersebut. (Red)

LABUHA, Malutline — Program transmigrasi di Desa Jojame, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali mendapat sorotan. Tokoh masyarakat Halsel yang juga mantan anggota DPRD Halsel dari Partai Hanura, Samuel Ongky, menyatakan bahwa program tersebut seharusnya memprioritaskan warga lokal yang sudah berkeluarga namun belum memiliki lahan kebun.

Menurutnya, kondisi lahan di Halmahera Selatan yang semakin terbatas membuat prioritas transmigrasi dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa, dinilai kurang tepat.

“Saya berpendapat program transmigrasi di Desa Jojame seharusnya diperuntukkan bagi warga lokal Halsel yang sudah berkeluarga dan belum punya lahan kebun, agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” ujar Samuel.

Ia menegaskan bahwa warga lokal yang belum memiliki lahan merupakan kelompok yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kalau transmigrasi dari Jawa, saya kurang setuju. Lahan di Halsel semakin sedikit. Sebaiknya fokus pada transmigrasi lokal saja,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mengundang perhatian publik, terutama di tengah wacana pengembangan wilayah dan pemanfaatan lahan bagi masyarakat. Samuel berharap pemerintah dapat meninjau kembali skema transmigrasi agar lebih berpihak pada masyarakat lokal yang membutuhkan lahan untuk bertani maupun berkebun.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan terkait pernyataan tersebut.(Red)

HALSEL, Malutline— Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti prosesi Aqiqah Muhammad Sa’ad Abdurahman Kasuba, putra Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba. Acara yang berlangsung di kediaman keluarga besar Kasuba di Desa Babang itu dihadiri kerabat dekat dan sejumlah tokoh penting, sekaligus menjadi momentum penuh doa untuk sang buah hati.

Ungkapan syukur keluarga terlihat dari lantunan doa-doa yang mengiringi jalannya prosesi. “MaasyaAllah Tabaarakallah… semoga semua bagian dalam hidupnya menjadi keberkahan dan kebaikan dunia akhirat,” demikian harapan yang disampaikan keluarga untuk Muhammad Sa’ad.

Doa Qur’ani رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا turut dibacakan sebagai pengharapan agar sang anak tumbuh menjadi generasi yang menyejukkan hati, berakhlak mulia, dan menjadi penerus kebaikan di masa depan.

Aqiqah ini menjadi simbol rasa syukur dan komitmen keluarga besar Kasuba dalam memberikan yang terbaik bagi putra mereka, sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara keluarga dan tamu yang hadir.

Momentum sakral tersebut tidak hanya menjadi catatan indah bagi keluarga, tetapi juga menjadi doa bersama agar Muhammad Sa’ad Abdurahman Kasuba tumbuh dalam lindungan Allah SWT dan menjadi kebanggaan masyarakat Halmahera Selatan. (Red)

LABUHA, Malutline – Semangat kebersamaan dan optimisme menjelang akhir tahun begitu terasa dalam kegiatan Year-End Media Gathering yang digelar Harita Nickel bersama para jurnalis di Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel). Acara yang berlangsung di Starlight Cafe, Labuha, pada Selasa (02/12/2025), menghadirkan suasana penuh keakraban antara tim Media Relations Harita Nickel dan para insan pers dari berbagai media lokal hingga nasional.

Disajikan dalam format santai dan interaktif, pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi kedua pihak untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi pandangan, serta memperkuat kolaborasi dalam penyampaian informasi terkait perkembangan perusahaan. Sejak para jurnalis mulai berdatangan, suasana hangat langsung tercipta melalui percakapan ringan seputar dinamika pemberitaan dan isu aktual di Halmahera Selatan.

Vice President Media Relations Harita Nickel, Irsyad Prakasa, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremoni akhir tahun. Media, ujarnya, merupakan mitra strategis perusahaan dalam memastikan informasi yang sampai ke masyarakat bersifat akurat, transparan, dan berimbang.

“Pertemuan seperti ini adalah ruang silaturahmi untuk memperkuat relasi dan memastikan komunikasi antara Harita Nickel dan rekan-rekan media berjalan dengan transparan. Kami percaya kerja kolaboratif bersama media merupakan kunci terciptanya ekosistem informasi yang sehat,” ungkap Irsyad di hadapan para jurnalis.

Sementara itu, Assistant Vice President Media Relations Harita Nickel, Bayu Gialucca Vialli, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan komunikasi dua arah yang terus diperkuat dari tahun ke tahun. Ia menekankan pentingnya ruang dialog terbuka dalam menjaga kualitas pemberitaan mengenai aktivitas perusahaan, baik terkait operasional, program sosial, maupun komitmen keberlanjutan.

“Silaturahmi ini bukan sekadar temu akhir tahun, tetapi bentuk ajakan bagi seluruh media untuk terus berkolaborasi dalam publikasi informasi yang bermanfaat. Harita Nickel selalu membuka pintu dialog, berbagi data, serta memberikan akses bagi media demi terciptanya pemberitaan yang objektif dan konstruktif,” tutur Bayu.

Acara berlangsung semakin dinamis dengan diskusi santai dan sesi tanya jawab. Para jurnalis antusias memberikan masukan terkait pola komunikasi perusahaan, kecepatan respons informasi, hingga mekanisme klarifikasi yang selama ini dinilai cukup baik. Harita Nickel menerima setiap masukan tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan hubungan dengan media.

Suasana keakraban memuncak saat kegiatan diakhiri dengan makan malam bersama. Para peserta tampak berbaur tanpa sekat, membicarakan peluang kolaborasi dan agenda peliputan di tahun mendatang. Para jurnalis mengapresiasi konsistensi Harita Nickel dalam menjaga komunikasi terbuka dan responsif terhadap isu-isu yang membutuhkan klarifikasi perusahaan.

Year-End Media Gathering ini diharapkan menjadi momentum penguatan kemitraan yang lebih solid antara Harita Nickel dan insan pers di Halmahera Selatan. Dengan semangat keterbukaan dan komitmen transparansi, kedua pihak optimis dapat terus berjalan bersama menuju keberlanjutan perusahaan dan kemajuan daerah khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan.(Red)

LABUHA, Malutline — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kediaman pribadi mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode, DR. H. Muhammad Kasuba, di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, pada Selasa (2/12/2025). Ribuan doa dan ungkapan syukur dipanjatkan dalam prosesi cukur rambut putra Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Kasuba.

Acara religi yang sarat makna itu menjadi ajang silaturahmi para tokoh penting Halmahera Selatan. Hadir langsung DR. H. Muhammad Kasuba, sang kakek yang dikenal sebagai salah satu figur sentral perkembangan Halsel. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga simbol perjalanan panjang kepemimpinan dan pengabdian keluarga Kasuba bagi daerah.

Selain itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, turut hadir memberikan penghormatan dan doa terbaik. Ia datang bersama sejumlah pejabat teras lingkup Pemerintah Daerah Halsel, memperlihatkan kekompakan dan solidaritas jajaran pemerintahan terhadap pemimpin daerah yang tengah berbahagia.

Prosesi cukur rambut, yang dalam tradisi Islam disebut Aqiqah, diawali dengan pembacaan doa-doa keselamatan dan keberkahan. Para tokoh dan keluarga secara bergantian melakukan pemotongan rambut sebagai simbol pengharapan agar sang anak tumbuh dalam lindungan Allah SWT, menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, serta membawa manfaat bagi masyarakat.

Suasana kekeluargaan terasa sangat kuat. Tawa renyah anak-anak, canda para keluarga, hingga ucapan selamat dari para tamu undangan menjadikan acara ini bukan hanya bernilai spiritual, tetapi juga penuh kedekatan emosional. Para tamu juga disuguhkan hidangan khas Halmahera Selatan sebagai bentuk penghormatan bagi setiap yang datang.

Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tokoh dan pejabat yang meluangkan waktu di tengah kesibukan mereka. Ia berharap dukungan moral dan doa yang diberikan menjadi awal baik bagi masa depan putranya.

“Ini bukan hanya acara keluarga, tetapi momentum penuh syukur. Kami sangat berterima kasih atas doa, dukungan, dan kehadiran semua pihak,” ujar Bassam.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi gambaran kuatnya nilai kekeluargaan dan tradisi di Halmahera Selatan. Prosesi tersebut sekaligus menegaskan bahwa keharmonisan dan persatuan dalam masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah daerah.

Dengan doa-doa terbaik yang dipanjatkan, keluarga besar Kasuba berharap putra Bupati dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang membawa cahaya kebaikan bagi Halmahera Selatan di masa mendatang.

Sebuah momen haru menyelimuti keluarga Kasuba ketika doa khusus dipanjatkan untuk putra mereka, Muhammad Sa’ad Abdurahman Kasuba. Dalam suasana penuh kekhidmatan, keluarga memohon limpahan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT agar putra tercinta tumbuh menjadi pribadi saleh dan membawa kebaikan bagi sesama.

Dalam doa yang dipanjatkan, keluarga berharap agar Sa’ad diberikan umur panjang dalam ketaatan, hati yang lembut, akhlak yang kuat, serta menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Mereka juga memohon agar setiap langkah hidupnya dipenuhi petunjuk Ilahi dan dijauhkan dari segala bentuk keburukan.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keberkahan-Mu kepada putra kami. Jadikanlah setiap detik hidupnya dipenuhi kebaikan dan cahaya petunjuk-Mu,” demikian salah satu penggalan doa yang dipanjatkan.

Keluarga juga berharap Muhammad Sa’ad dapat tumbuh menjadi penyejuk mata keluarga, pembawa ketenangan, serta penerus kebaikan. Tidak hanya itu, mereka memohon agar ia dikaruniai ilmu yang bermanfaat, rezeki halal nan luas, serta hati yang senantiasa terpaut dengan iman dan Al-Qur’an.

Doa penuh harap itu menjadi simbol kecintaan dan tanggung jawab moral keluarga dalam membimbing generasi penerus agar tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.
(Red)