WEDA, Malutline — Warga di Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya Kecamatan Patani, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak setelah beredar informasi dugaan percobaan penculikan anak yang terjadi di Desa Waleh, pada Selasa sore.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan melalui unggahan media sosial Facebook oleh seorang warga. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa terdapat dua orang tak dikenal (OTK) yang diduga mencoba membawa seorang anak menggunakan kendaraan roda dua.

Beruntung, upaya tersebut tidak berhasil. Anak yang menjadi sasaran diduga menyadari akan dibawa secara paksa, lalu melakukan perlawanan dan melompat dari sepeda motor, sehingga berhasil menyelamatkan diri.

“Syukur anak masih bisa selamat karena sadar kalau mau diculik, sehingga melakukan perlawanan dan melompat dari motor,” tulis pengunggah dalam keterangannya.

Unggahan tersebut juga disertai foto kondisi anak setelah kejadian, sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, terutama saat anak-anak bermain di luar rumah atau di sekitar jalan.

Warga setempat mengimbau para orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain sendirian, serta memperketat pengawasan, terutama pada jam-jam sore hingga malam hari. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat desa atau pihak kepolisian apabila melihat orang mencurigakan atau kejadian serupa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Namun warga berharap aparat keamanan segera melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi serta mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya peran bersama antara orang tua, aparat, dan lingkungan dalam menjaga keselamatan anak-anak di wilayah Halmahera Tengah. (Red)

HALSEL, Malutline — Kebijakan pengembalian Kas Daerah (Kasda) yang berdampak pada pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP) terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Mandioli Utara menuai sorotan dan pertanyaan.

Pasalnya, TTP yang seharusnya diterima oleh masing-masing ASN sebesar Rp 9.100.000, justru dipotong secara signifikan hingga hanya diterima sekitar Rp 4.000.000. Pemotongan tersebut dinilai tidak sewajarnya dan menimbulkan rasa ketidakpuasan di kalangan ASN yang terdampak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pemotongan TTP tersebut berkaitan dengan kebijakan pengembalian Kasda. Namun demikian, hingga kini para ASN mengaku belum mendapatkan penjelasan yang transparan dan rinci mengenai dasar hukum, mekanisme, serta perhitungan pemotongan tersebut.

“Kami mempertanyakan dasar pemotongan ini. Jumlah yang dipotong sangat besar, tetapi tidak disertai penjelasan tertulis yang jelas,” ungkap salah satu ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Lebih lanjut, para ASN juga mengaku bingung dengan adanya perbedaan penjelasan antara pimpinan dan pengelola keuangan kecamatan. Camat Mandioli Utara, Abubakar Ode Maja, disebut menyampaikan bahwa persoalan tersebut merupakan kesalahan bendahara.

Sementara itu, bendahara kecamatan justru menyatakan bahwa pemotongan dilakukan berdasarkan arahan pimpinan.
“Camat menyebut bendahara yang salah, bendahara mengatakan camat yang salah. Akhirnya kami sebagai ASN yang dirugikan tidak mendapatkan kepastian,” tambah sumber tersebut.

Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu suasana kerja di lingkungan Kecamatan Mandioli Utara. Para ASN berharap Camat Abubakar Ode Maja bersama bendahara kecamatan dapat memberikan klarifikasi terbuka dan bertanggung jawab agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Selain itu, para ASN juga meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi serta pengawasan, guna memastikan hak-hak ASN dibayarkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Camat Mandioli Utara Abubakar Ode Maja maupun pihak bendahara kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait pemotongan TTP tersebut. (Jul/red)

HALSEL, Malutline— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Halmahera Selatan. Andi Kamal, penulis muda asal Desa Bajo Sangkuan, Kecamatan Botang Lomang, resmi tercatat sebagai penulis buku nasional berjudul “Kesehatan Mental Remaja” yang diterbitkan oleh CV. U ME Publishing.

Andi Kamal merupakan putra dari pasangan M. Sallo Andi Ara dan Nurlia Daeng Karosa. Atas kontribusinya dalam penulisan buku tersebut, ia menerima sertifikat kepenulisan resmi yang diterbitkan pada 5 Januari 2026 di Padang, lengkap dengan ISBN: 978-634-7520-14-2, serta terdaftar melalui penerbit yang berjejaring dengan IKAPI dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Buku Kesehatan Mental Remaja mengangkat isu penting dan relevan terkait kondisi psikologis generasi muda di tengah dinamika zaman, seperti tekanan akademik, pengaruh media sosial, krisis kepercayaan diri, serta pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam menjaga kesehatan mental remaja. Karya ini diharapkan dapat menjadi referensi edukatif sekaligus inspiratif bagi pelajar, orang tua, pendidik, dan masyarakat luas.

Keberhasilan Andi Kamal menjadi penulis nasional tidak terlepas dari dukungan keluarga serta nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan sejak dini oleh kedua orang tuanya. Dari Desa Bajo Sangkuan, Andi Kamal membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk berkarya dan berkontribusi di tingkat nasional.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa anak daerah Halmahera Selatan mampu bersaing secara intelektual dan memberikan sumbangsih pemikiran bagi bangsa, khususnya dalam isu strategis seperti kesehatan mental generasi muda.

Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemuda-pemudi di Desa Bajo Sangkuan, Kecamatan Botang Lomang, serta Halmahera Selatan pada umumnya, untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan budaya literasi, dan berani bermimpi besar demi masa depan yang lebih baik. (Red)

HALSEL, Malutline— Warga Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, meminta bantuan seluruh masyarakat untuk memberikan informasi terkait hilangnya satu unit bodi fiber dengan nomor plat 139 yang dilaporkan raib pada subuh hari sekitar pukul 04.00 WIT.

Menurut keterangan pihak keluarga, bodi fiber tersebut diketahui hilang saat pemilik masih dalam keadaan tertidur. Keberadaan bodi baru diketahui tidak ada setelah dilakukan pengecekan pada waktu subuh. Hingga kini, bodi fiber tersebut belum ditemukan dan diduga kuat diambil oleh orang tidak dikenal.

Pihak keluarga dan warga setempat berharap apabila ada masyarakat yang melihat, menemukan, atau mengetahui keberadaan bodi fiber tersebut, agar segera menghubungi pihak keluarga melalui nomor kontak yang telah disediakan, yakni 0822 1106 2859 dan 0852 4536 6229.

“Kami sangat berharap bantuan masyarakat. Jika ada yang melihat bodi fiber dengan ciri tersebut, mohon segera menghubungi kami atau melapor ke pihak berwajib terdekat,” ungkap pihak keluarga.

Warga juga mengimbau agar masyarakat tidak membeli atau memperjualbelikan bodi fiber yang diduga hasil pencurian, karena hal tersebut melanggar hukum dan dapat merugikan pemilik yang merupakan warga nelayan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga berharap kerja sama seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan agar bodi fiber tersebut dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya. (Red)

HALSEL, Malutline — Aksi pencurian kembali meresahkan warga pesisir Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini, satu unit bodi long boat fiber lengkap dengan mesin 15 PK milik Surdi, warga Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, dilaporkan hilang dicuri oleh orang tak dikenal (OTK) pada Selasa dini hari (6/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIT.

Long boat tersebut diketahui berwarna hijau dan merupakan bantuan pemerintah untuk nelayan. Peristiwa pencurian itu terjadi saat pemilik dalam keadaan tertidur, sehingga tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi penyimpanan perahu.

Menurut keterangan keluarga korban, Surdi baru menyadari kehilangan tersebut saat bangun dan melakukan pengecekan sekitar pukul 04.00 WIT. Namun saat itu, bodi long boat beserta mesin sudah tidak berada di tempat.

“Waktu dicek subuh, perahu dan mesin sudah tidak ada. Diduga dicuri saat pemilik masih tidur,” ungkap salah satu warga setempat.

Hilangnya long boat bantuan nelayan ini tentu sangat merugikan korban, mengingat perahu tersebut menjadi sarana utama untuk mencari nafkah di laut. Warga pun menyayangkan kejadian tersebut dan berharap ada perhatian serius dari pihak berwajib.

Sejumlah warga Desa Loid menduga, pelaku pencurian berencana menjual bodi dan mesin tersebut ke pihak lain. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan atau mengetahui adanya transaksi mencurigakan terkait penjualan bodi long boat fiber berwarna hijau dengan mesin 15 PK.

“Kami harap kalau ada yang melihat atau mengetahui keberadaan bodi dan mesin tersebut, segera lapor ke polisi atau Polsek terdekat. Jangan dibeli karena itu barang hasil curian,” tegas warga.

Pihak keluarga korban juga berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian dan mengamankan barang bukti. Selain itu, masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian tersebut diharapkan segera dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga pesisir Halmahera Selatan untuk saling menjaga keamanan lingkungan, serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan demi melindungi aset nelayan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. (Red)