LABUHA, Malutline – Rasa haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Abdurahman Hamzah, mantan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, atas keberhasilan putri tercintanya, Marwa Rizki Dwi Wardani Hamzah, yang secara resmi telah mengucapkan Sumpah Dokter.

Dalam pernyataannya, Abdurahman Hamzah menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata prestasi akademik, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan sosial.

“Alhamdulillah wa syukrillah. Saya sebagai orang tua sangat bersyukur atas pengambilan sumpah dokter ananda Marwa Rizki Dwi Wardani Hamzah.

Semoga ilmu yang diperoleh dapat didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, negara, dan agama,” ujar Abdurahman Hamzah.
Ia juga berpesan agar putrinya senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, nilai kemanusiaan, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai dokter.

Menurutnya, profesi dokter bukan hanya soal keahlian medis, tetapi juga panggilan nurani untuk melayani dan menolong sesama tanpa membedakan latar belakang.

“Jadilah dokter yang rendah hati, amanah, dan selalu berpihak pada kemanusiaan. Semoga profesi ini menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan,” tambahnya.

Keberhasilan Marwa Rizki Dwi Wardani Hamzah ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Halmahera Selatan. Dukungan dan doa terus mengalir agar dokter muda yang akrab disapa Dokter Awa tersebut dapat mengabdikan diri secara profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan.

Momentum pengambilan sumpah dokter ini menandai awal perjalanan pengabdian panjang di bidang kesehatan, sebuah jalan mulia yang diharapkan membawa manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. (Haji)

HALSEL, Malutline – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan, apt. Karima Nasaruddin, S.Si., M.Kes, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana memperkuat keimanan, akhlak, serta ketahanan keluarga.

Menurut Karima Nasaruddin, peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual agung Rasulullah SAW yang sarat dengan nilai-nilai keteladanan dan menjadi fondasi penting dalam kehidupan umat Islam, khususnya melalui perintah shalat lima waktu sebagai tiang agama.

“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, serta penguat hubungan antara manusia dengan Allah SWT dan sesama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj sangat relevan dengan tugas dan fungsi DP3AKB, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis, melindungi perempuan dan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Menurutnya, keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Ketika nilai ibadah dan ketakwaan ditanamkan sejak dini dalam keluarga, maka akan lahir generasi yang kuat secara mental, spiritual, dan sosial.

“Keluarga yang dilandasi iman dan ketaatan akan mampu melahirkan anak-anak yang berkarakter, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai kasih sayang dan tanggung jawab,” kata Karima.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan anak, serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Karima Nasaruddin menambahkan bahwa dalam konteks pembangunan daerah, penguatan nilai-nilai spiritual dan ketahanan keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat Halmahera Selatan yang sejahtera, berdaya, dan bermartabat.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia dan keluarganya. Isra Mi’raj mengingatkan kita akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan lahiriah dan batiniah,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai ajang mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

Menutup pernyataannya, Karima Nasaruddin berharap agar nilai-nilai luhur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada publik.

“Semoga melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita semua senantiasa diberikan kekuatan iman, keikhlasan dalam beramal, serta keberkahan dalam membangun keluarga dan daerah yang lebih baik,” pungkasnya. (Haji)

HALSEL, Malutline – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak munajat bagi keselamatan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Sririeski Jainal, M.Pd, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Halmahera Selatan, dalam refleksi peringatan Isra Mi’raj tahun ini.

Menurut Sririeski Jainal, peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna dan pelajaran mendalam bagi umat Islam. Tidak hanya sebagai peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah SAW, Isra Mi’raj juga menjadi tonggak penting diturunkannya perintah shalat lima waktu sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.

“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya shalat sebagai penguat iman, pengendali diri, dan penuntun akhlak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, shalat menjadi ruang munajat dan pengaduan terbaik kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga ke Sidratul Muntaha, mengandung pesan kuat tentang keimanan, keteguhan, serta ketaatan total kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan berbangsa.

Sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Halmahera Selatan, Sririeski Jainal menekankan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam membumikan nilai-nilai Isra Mi’raj. Keluarga, kata dia, adalah madrasah pertama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan cinta terhadap agama.

“Ketahanan keluarga berawal dari keimanan. Jika shalat ditegakkan dalam keluarga, insya Allah akan lahir generasi yang kuat iman, beradab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum muhasabah diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak hanya bersifat ekonomi dan sosial, tetapi juga tantangan moral dan spiritual yang membutuhkan penguatan iman secara kolektif.

Dengan mengusung pesan “Kokohkan Keimanan, Munajatkan Keselamatan untuk Indonesia”, Sririeski Jainal mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Halmahera Selatan, untuk memperbanyak doa demi kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan bangsa.

“Indonesia membutuhkan doa dan ikhtiar bersama. Melalui peringatan Isra Mi’raj, mari kita satukan langkah dalam doa, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan dakwah, sosial, dan pendidikan, serta mendorong penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup pernyataannya, Sririeski Jainal berharap agar peringatan Isra Mi’raj tahun ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar melahirkan perubahan sikap dan perilaku menuju pribadi, keluarga, dan masyarakat yang lebih bertakwa.

“Semoga kita semua termasuk golongan hamba yang mampu mengambil hikmah dari Isra Mi’raj dan menjadikannya sebagai pijakan untuk terus memperbaiki diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Haji)

LABUHA, Malutline– Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas Pelantikan dan Dialog Publik Pengurus Cabang Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kabupaten Halmahera Selatan, yang rencananya akan digelar di Aula Kie Besi, Jumat malam, 23 Januari 2026.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Pemda Halmahera Selatan terhadap peran strategis KB PII dalam membina dan mencetak generasi pelajar yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat kebangsaan.

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas, serta menjadi motor penggerak lahirnya kepemimpinan muda yang visioner di daerah.

“KB PII merupakan organisasi pelajar yang memiliki sejarah panjang dalam pembinaan karakter generasi muda. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat terus berkontribusi positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Halmahera Selatan,” demikian disampaikan dalam ucapan resmi Pemerintah Daerah.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan dialog publik ini mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Agama, Kepedulian Sosial, dan Etika Lingkungan”, yang dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Daerah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

Pemerintah Daerah menilai dialog publik tersebut menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dari kalangan pelajar, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.

Pemda Halmahera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan, termasuk KB PII, dalam menciptakan iklim pembinaan generasi muda yang sehat, produktif, dan berkarakter.

Menutup ucapannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan mendoakan agar seluruh pengurus yang dilantik senantiasa diberikan kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah organisasi, serta mampu menjadi teladan bagi pelajar dan generasi muda di Halmahera Selatan. (Haji)

HALSEL, Malutline – Kabar duka menyelimuti masyarakat Halmahera Selatan. Telah berpulang ke rahmatullah Hj. Atty Tutupoho, APT., M.Kes, mantan Direktur RSUD Labuha, pada Jumat, 16 Januari 2026. Almarhumah wafat setelah melalui perjalanan hidup yang panjang dengan penuh pengabdian, khususnya di bidang kesehatan dan pelayanan kemanusiaan.

Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi rekan sejawat, tenaga kesehatan, serta masyarakat Halmahera Selatan yang pernah merasakan dedikasi dan ketulusan beliau selama mengemban amanah sebagai pimpinan rumah sakit rujukan daerah.

Dalam perspektif Islam, wafatnya seorang hamba adalah ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”

Semasa hidupnya, almarhumah Hj. Atty Tutupoho dikenal sebagai sosok yang berdedikasi, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Kepemimpinannya di RSUD Labuha menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Dalam Islam, pengabdian kepada sesama merupakan amal saleh yang bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)

Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa jabatan, harta, dan kedudukan hanyalah titipan. Yang akan menemani seorang hamba kembali kepada Allah SWT hanyalah amal kebaikan dan keikhlasan niat selama hidup di dunia.

Atas wafatnya almarhumah, keluarga besar, kerabat, sahabat, serta masyarakat Halmahera Selatan memanjatkan doa
Allahummaghfir laha warhamha, wa ‘afiha wa’fu ‘anha, wa akrim nuzulaha, wa wassi’ mudkhalaha, waghsilha bil maa’i wats tsalji wal barad.

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, rahmatilah ia, sejahterakan dan maafkanlah kesalahannya, muliakan tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, serta bersihkan ia dari dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda.”

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilaf dan kekurangannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga pula keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Kepergian almarhumah Hj. Atty Tutupoho menjadi kehilangan besar, namun juga menjadi pelajaran berharga tentang makna kehidupan, pengabdian, dan kesiapan kembali kepada Sang Pencipta.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya dan menjadikan almarhumah husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. (Red