Jakarta, Malutline– Konstelasi politik nasional pasca-Pemilu 2024 mulai memperlihatkan dinamika baru yang kian menarik untuk dicermati. Sejumlah figur bermunculan dan mulai diperbincangkan publik sebagai kandidat potensial dalam bursa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2029. Di antara nama-nama tersebut, Sherly Tjoanda mencuri perhatian setelah disebut masuk dalam radar calon wakil presiden (cawapres) dengan tingkat elektabilitas yang dinilai menjanjikan, khususnya di kalangan pemilih muda.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis lembaga riset independen dan dipublikasikan oleh platform media digital NOWDOTS, Sherly Tjoanda mencatatkan tingkat dukungan sebesar 7,25 persen di segmen pemilih muda. Capaian ini menempatkannya di atas Gibran Rakabuming Raka, yang meraih 6,13 persen. Meski selisih angka tersebut relatif tipis, temuan ini dinilai signifikan karena menunjukkan adanya pergeseran preferensi politik generasi muda yang semakin terbuka terhadap figur-figur alternatif di luar arus utama kekuasaan.

Pengamat politik menilai, menguatnya elektabilitas Sherly Tjoanda tidak terjadi secara tiba-tiba. Sosoknya dinilai merepresentasikan wajah kepemimpinan baru yang modern, komunikatif, serta responsif terhadap isu-isu strategis yang dekat dengan kehidupan anak muda. Narasi pembangunan berkelanjutan, penguatan peran perempuan, serta pemberdayaan generasi muda menjadi tema-tema yang kerap melekat dalam citra publik Sherly.

Di sisi lain, Gibran Rakabuming Raka tetap dipandang sebagai figur kuat dalam lanskap politik nasional. Dengan latar belakang keluarga politik dan pengalaman di pemerintahan, Gibran masih memiliki basis dukungan yang solid, terutama dari pemilih yang menginginkan kesinambungan kepemimpinan nasional. Namun, hasil survei ini mengindikasikan bahwa generasi muda kini semakin kritis dan selektif, tidak semata-mata mempertimbangkan popularitas atau garis keturunan politik.

Menariknya, diskursus politik yang berkembang belakangan juga mulai mengaitkan kemungkinan terbentuknya duet-duet potensial menuju 2029. Salah satu yang ramai diperbincangkan publik adalah wacana duet Prabowo Subianto–Sherly Tjoanda. Kombinasi ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena merepresentasikan pertemuan antara pengalaman politik nasional yang matang dan figur perempuan muda yang progresif serta adaptif terhadap perubahan zaman.

Sejumlah analis menilai, duet semacam ini berpotensi menjangkau spektrum pemilih yang lebih luas. Prabowo Subianto dikenal memiliki basis pemilih nasionalis dan loyal yang kuat, sementara Sherly Tjoanda dinilai mampu menggaet dukungan pemilih muda, pemilih perempuan, serta kelompok urban yang menginginkan pembaruan dalam gaya kepemimpinan.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat cair dan dinamis. Elektabilitas figur-figur yang kini muncul masih berpotensi berubah seiring waktu, dipengaruhi oleh kinerja, konsistensi komunikasi publik, serta kemampuan merespons isu-isu strategis nasional yang berkembang. Dengan rentang waktu yang masih cukup panjang, ruang kompetisi tetap terbuka lebar bagi figur-figur lain untuk menguatkan posisi mereka di mata publik.

Fenomena menguatnya nama-nama baru dalam bursa cawapres 2029 mencerminkan semakin dewasanya demokrasi Indonesia. Pemilih, khususnya generasi muda, tidak lagi terpaku pada nama besar semata, melainkan mulai menimbang kapasitas kepemimpinan, gagasan, serta rekam jejak yang ditawarkan.

Ke depan, publik akan terus mencermati langkah-langkah politik Sherly Tjoanda dan tokoh-tokoh lainnya dalam membangun komunikasi, memperluas basis dukungan, serta menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Apakah tren dukungan ini mampu dipertahankan atau justru bergeser, akan sangat bergantung pada konsistensi, integritas, dan kemampuan menjawab harapan rakyat.

Satu hal yang pasti, suhu politik menuju 2029 mulai menghangat. Persaingan gagasan antara generasi pemimpin lama dan baru dipastikan akan menjadi dinamika menarik yang mewarnai perjalanan demokrasi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (Haji

HALSEL, Malutline – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Suasana duka menyelimuti keluarga besar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan atas wafatnya almarhumah Aisa Hi. Usman, ibunda tercinta dari M. Hijra Hi. Kamuning, S.H, Anggota Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan.

Kepergian almarhumah merupakan kehilangan yang sangat mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh jajaran dan keluarga besar Bawaslu Halmahera Selatan. Almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang bersahaja, penuh kelembutan, serta senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman, ketakwaan, dan akhlakul karimah dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Ketua beserta seluruh pimpinan dan jajaran Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan belasungkawa yang setulus-tulusnya atas berpulangnya almarhumah ke hadirat Allah SWT. Dalam pernyataan resminya, keluarga besar Bawaslu Halmahera Selatan turut mendoakan agar almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bapak M. Hijra Hi. Kamuning, S.H., semoga senantiasa dianugerahi kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan hati dalam menghadapi cobaan ini,” demikian ungkapan duka dari keluarga besar Bawaslu Halmahera Selatan.

Dalam ajaran Islam, kematian merupakan sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh setiap makhluk bernyawa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian” (QS. Ali Imran: 185). Oleh karena itu, musibah ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kembali menghadap Allah SWT.

Almarhumah Aisa Hi. Usman semasa hidupnya dikenal sebagai figur ibu yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anaknya. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, serta keikhlasan yang beliau tanamkan tercermin dalam dedikasi dan integritas putra beliau dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pengawasan pemilu.

Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah, agar setiap amal kebaikannya diterima dan menjadi pemberat timbangan di hari akhir kelak. Doa dari sesama insan merupakan wujud kasih sayang dan penghormatan terakhir bagi mereka yang telah mendahului kita.

“Ya Allah, ampunilah dosa almarhumah, rahmatilah beliau, lapangkan kuburnya, terangi alam barzakhnya, serta jadikan kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga-Mu,” demikian doa yang senantiasa dipanjatkan.

Akhir kata, semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT, serta dikaruniai kesabaran yang indah (shabran jamilan). Semoga musibah ini menjadi wasilah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian kita semua Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. (Haji)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin melalui PDAM kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pemasangan akses jaringan listrik untuk sumber air baku Tadoku yang berada di Desa Kampung Baru, Kecamatan Obi Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.

Pemasangan jaringan listrik ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasional sistem penyediaan air bersih, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Obi akan layanan air yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan, Soleman Bobote, Sabtu (17/01/2026) menyampaikan bahwa tersedianya akses listrik pada sumber air baku Tadoku merupakan langkah strategis yang sangat membantu PDAM dalam meningkatkan kinerja pelayanan.

“Dengan terpasangnya jaringan listrik di sumber air baku Tadoku, proses pengolahan dan distribusi air bersih akan berjalan lebih optimal. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Soleman Bobote.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemasangan akses listrik tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, yang secara konsisten menempatkan sektor pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan.

Menurut Soleman, perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur pendukung air bersih menjadi bukti keseriusan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri seperti Kecamatan Obi.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan keberpihakan pemerintah daerah. Air bersih adalah kebutuhan mendasar, dan kami di PDAM sangat merasakan dukungan pemerintah dalam upaya memperluas dan memperbaiki layanan,” tambahnya
.
Di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar. Pemasangan akses jaringan listrik di sumber air baku Tadoku menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Masyarakat Desa Kampung Baru dan sekitarnya pun diharapkan dapat segera merasakan manfaat dari peningkatan layanan air bersih ini, baik dari sisi kontinuitas distribusi maupun kualitas air yang dihasilkan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar di Halmahera Selatan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan dan pedesaan. Sinergi antara pemerintah daerah dan PDAM menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang adil, merata, dan berkelanjutan.

Dengan terpasangnya akses jaringan listrik sumber air baku Tadoku, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kembali memperkuat fondasi pelayanan air bersih, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di bawah kepemimpinan Bassam–Helmi (haji)

LABUHA, Malutline – Mengawali tahun 2026 sekaligus sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan di Bawah kepemimpinan Direktur PADAM Soleman Bobote terus melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Sejumlah kegiatan peningkatan layanan saat ini telah berjalan, sementara beberapa program lainnya masih dalam tahap persiapan. Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, khususnya menjelang Ramadan.

Adapun beberapa kegiatan yang tengah dilaksanakan PDAM Halmahera Selatan antara lain Pemasangan tiang penyangga jaringan pipa distribusi sebagai akses menuju Desa Awanggo, yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Perluasan jaringan pipa distribusi dari Desa Hidayat menuju Sekolah Unggulan, yang juga sedang berjalan guna mendukung kebutuhan air bersih di fasilitas pendidikan.

Survei pemasangan pompa booster di sumber air Toduku, Desa Kampung Baru, yang direncanakan untuk meningkatkan tekanan air dan memperlancar distribusi layanan kepada pelanggan.

Hal ini di sampaikan Dirut PDAM Soleman Bobote saat di konfirmasi waratawan Sabtu (17/01/2026) mengatakan Selain itu, PDAM Halmahera Selatan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama PT PLN, yang telah menyiapkan akses jaringan listrik untuk mendukung operasional PDAM, khususnya dalam peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat di Pulau Obi.

“Alhamdulillah, berkat dukungan PLN, akses listrik untuk beberapa fasilitas PDAM telah tersedia sehingga pelayanan dasar air bersih dapat ditingkatkan,” demikian keterangan PDAM Halmahera Selatan.

Meski demikian, PDAM mencatat masih terdapat satu gardu listrik yang belum terlayani, yakni di Desa Bajo, Kecamatan Batang Lomang. PDAM memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan PLN Bacan, agar pemasangan gardu tersebut dapat segera direalisasikan.

“Insya Allah kami tetap berkoordinasi dengan PLN Bacan, agar kebutuhan pelayanan air bersih di Desa Bajo, Kecamatan Batang Lomang, dapat terpenuhi sebelum memasuki bulan Ramadan,” lanjut keterangan tersebut.

PDAM Halmahera Selatan menargetkan seluruh program dan pekerjaan yang telah direncanakan dapat rampung dan mulai dimanfaatkan masyarakat sebelum bulan suci Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman tanpa terkendala kebutuhan air bersih.

Di akhir keterangannya, PDAM Halmahera Selatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT PLN atas dukungan yang terus diberikan, serta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya peningkatan pelayanan air bersih di daerah.

Langkah-langkah ini menjadi bukti komitmen PDAM Halmahera Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga di awal tahun 2026 dan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. (Haji)

LABUHA, Malutline – Banjir yang melanda wilayah hulu sumber air baku di Kabupaten Halmahera Selatan kembali berdampak pada pelayanan air bersih kepada masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma terpaksa melakukan pemadaman sementara produksi dan distribusi air akibat kondisi air baku yang tidak dapat diolah.

Informasi tersebut disampaikan melalui postingan resmi yang dibagikan oleh staf PDAM Halsel, Hasril Umar, yang menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dodola/Sungaira saat ini tidak dapat beroperasi karena tingginya tingkat kekeruhan air akibat banjir.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, pemadaman distribusi air dimulai sejak pukul 11.00 WIT pada jumat, 17 Januari 2026, dan akan berlangsung hingga kondisi air baku kembali normal dan bisa diolah.

“Terjadi gangguan produksi dan distribusi air bersih akibat banjir. Air baku belum bisa diolah karena tingkat kekeruhan yang sangat tinggi,” demikian keterangan dalam pemberitahuan tersebut.

Akibat gangguan ini, sejumlah wilayah terdampak langsung, antara lain:
Babang, Pasir Putih, Pelabuhan, Sayoang, Wayamiga, Marabose, serta wilayah sekitarnya

PDAM Tirta Dharma mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk menghemat penggunaan air serta menampung air yang masih tersedia sebagai langkah antisipasi selama proses pemulihan berlangsung.

Gangguan ini kembali menegaskan kerentanan sistem penyediaan air bersih terhadap faktor cuaca ekstrem, khususnya banjir yang kerap terjadi di daerah tangkapan air. Ketika air sungai mengalami kekeruhan tinggi, instalasi pengolahan air tidak dapat beroperasi demi menjaga kualitas dan keamanan air yang disalurkan kepada pelanggan.

Pihak PDAM memastikan bahwa pemadaman dilakukan sebagai langkah teknis dan keselamatan, agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kualitas. Petugas juga terus melakukan pemantauan kondisi air baku dan siap menormalkan kembali pelayanan begitu situasi memungkinkan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti imbauan yang telah disampaikan, sembari menunggu perkembangan terbaru dari PDAM Tirta Dharma. Informasi lanjutan terkait normalisasi distribusi air akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM dan media sosial.

Gangguan layanan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama menghadapi dampak cuaca ekstrem, sekaligus perlunya penguatan sistem pengelolaan air bersih yang lebih tahan terhadap bencana alam. (Haji)