HALSEL, Malutline — Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks dan penuh tantangan, pesan-pesan sederhana namun sarat makna kembali hadir menguatkan masyarakat. Kali ini, sebuah bait reflektif dari Rifa’at Al Sa’adah, istri Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, menarik perhatian publik melalui ungkapan kata-kata yang menyejukkan dan bernilai spiritual.
Dalam bait yang dibagikan melalui media sosial dengan tagar #sebaitkatarifa, #maasyaAllahtabaarakallah, dan #semangatpagi, Rifa’at Al Sa’adah menuliskan “Saat kehidupan terasa tiada pernah hening, mungkin banyak kisah yang nampak pening, maka belajarlah dari air jernih yang bening, mengalirlah selalu menjadi manfaat untuk sekeliling…”
Rangkaian kalimat tersebut memuat pesan mendalam tentang ketenangan, kesabaran, dan pentingnya menghadirkan kebermanfaatan di tengah hiruk pikuk kehidupan. Melalui simbol air yang jernih dan terus mengalir, Rifa’at Al Sa’adah mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kejernihan hati serta menebarkan kebaikan tanpa henti.
Sebagai pendamping kepala daerah, Rifa’at Al Sa’adah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, perannya tidak hanya terbatas pada aktivitas formal.
Melalui ungkapan-ungkapan reflektif yang ia bagikan, ia turut menghadirkan ruang perenungan bagi masyarakat, khususnya di tengah tekanan hidup dan derasnya arus informasi, Pesan yang disampaikan dalam bait tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya keikhlasan, kesabaran, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Dalam ajaran agama, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Filosofi inilah yang tersirat kuat dalam ungkapan “mengalirlah selalu menjadi manfaat untuk sekeliling.”
Sejumlah warganet memberikan respons positif terhadap bait tersebut. Banyak yang mengungkapkan rasa syukur dan terinspirasi, serta menjadikan pesan itu sebagai penguat semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Di tengah situasi yang kerap menimbulkan kegelisahan, pesan bernuansa religius dan reflektif ini dinilai mampu menghadirkan ketenangan batin.
Lebih dari sekadar puisi, bait tersebut menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki peran untuk menjaga keharmonisan sosial, Dengan hati yang jernih dan niat yang tulus, setiap langkah kecil dapat menghadirkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar.
Melalui sebaris kata, Rifa’at Al Sa’adah kembali menegaskan bahwa dakwah dan pengabdian tidak selalu harus disampaikan melalui mimbar atau forum resmi. Kata-kata yang lahir dari ketulusan hati pun mampu menjadi wasilah kebaikan, menuntun banyak orang untuk kembali merenungi makna hidup, kesabaran, dan pengabdian kepada sesama serta kepada Allah SWT. (Haji)






Menurutnya, air bukan hanya sekadar kebutuhan harian, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Desa Gunange kecamatan kayoa untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam merawat pipa air yang telah dibangun.