HALSEL, Malutline.com Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, secara resmi mengambil sumpah jabatan lima Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu (24/1/2026). Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan tertib sebagai bagian dari mekanisme pemerintahan desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengambilan sumpah jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Halmahera Selatan tentang Pengesahan Calon Kepala Desa PAW Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menjamin keberlangsungan roda pemerintahan desa serta pelayanan publik di tingkat desa tetap berjalan optimal.

Lima kepala desa yang diambil sumpah jabatannya berasal dari lima desa di lima kecamatan berbeda di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Mereka masing-masing adalah Meyer Repe sebagai Kepala Desa Yaba, Zul Fadli Muhammadu, S.Pd sebagai Kepala Desa Pasir Putih, Muhlis A. Bangkulu, S.IP sebagai Kepala Desa Fofo, Irwan Andar sebagai Kepala Desa Pioliy, serta Yasim Said sebagai Kepala Desa Ombawa.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut disaksikan oleh dua orang saksi, yakni Ramon Rumonin, S.Pd, M.AP, Sekretaris DPMD Kabupaten Halmahera Selatan, dan Mahmud Samiun, S.Ag, M.AP, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Halmahera Selatan. Keduanya hadir mewakili unsur birokrasi daerah untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur dan asas legalitas.

Selain itu, kegiatan tersebut turut didampingi oleh dua orang rohaniawan sesuai agama masing-masing kepala desa yang dilantik. Untuk agama Islam, sumpah dipandu oleh Mahdiannoor, S.E.I, sementara untuk agama Nasrani dipandu oleh Pdt. Yustitia Gumuru, S.TH. Kehadiran rohaniawan menegaskan nilai sakral sumpah jabatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral dan spiritual.

Dalam sumpah jabatan yang diucapkan, para kepala desa menyatakan komitmen untuk menjalankan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya, jujur, adil, serta penuh tanggung jawab. Mereka juga berikrar untuk setia dan taat kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di tingkat desa, daerah, dan negara.

Pengambilan sumpah jabatan ini menandai dimulainya masa tugas para kepala desa PAW dalam memimpin pemerintahan desa masing-masing. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berharap para kepala desa yang baru dilantik dapat segera bekerja, menjaga stabilitas pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang menuntut integritas, dedikasi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Dengan dilantiknya lima kepala desa PAW tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kabupaten. (Haji)

HALSEL — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dijadwalkan akan melaksanakan pelantikan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Selatan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Agenda penting tersebut akan berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai.

Informasi pelantikan tersebut tertuang dalam surat undangan resmi bernomor 400.14.1.1/250/2026 yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, tertanggal 23 Januari 2026 di Labuha. Undangan itu ditujukan kepada sejumlah pejabat dan pihak terkait untuk menghadiri prosesi pelantikan pejabat Sekretaris Daerah.

Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa pelantikan Sekda merupakan bagian dari agenda pemerintahan daerah guna memastikan keberlangsungan roda birokrasi berjalan optimal. Sekretaris Daerah memiliki peran strategis sebagai koordinator administrasi pemerintahan, penghubung antarorganisasi perangkat daerah (OPD), serta motor penggerak pelaksanaan kebijakan kepala daerah.

Pelantikan ini dipandang penting mengingat posisi Sekda merupakan jabatan tertinggi dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kabupaten.

Sekda berperan besar dalam menyinergikan program pembangunan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta memastikan pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.

Dalam pelaksanaan acara, para undangan diminta untuk mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi resmi pemerintahan. Hal ini mencerminkan kesakralan acara pelantikan sekaligus menegaskan nilai kedisiplinan dan etika birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Pelantikan Sekretaris Daerah ini juga diharapkan mampu membawa semangat baru dalam meningkatkan kinerja pemerintahan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan.

Publik menaruh harapan besar kepada Dr. Abdilah kamarulah sebagai pejabat yang di Lantik agar nantinya dapat menjalankan amanah dengan profesional, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas,Momentum ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemkab Halmahera Selatan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada pelayanan publik. (Haji)

SOFIFI, Malutline— Masyarakat pesisir dan para pengguna jasa transportasi laut di wilayah Maluku Utara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan dini gelombang tinggi kembali dikeluarkan menyusul potensi terjadinya gelombang laut dengan ketinggian signifikan di sejumlah perairan dalam beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan informasi peringatan dini, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain Perairan Barat Daya Morotai, Perairan Halmahera Barat, Perairan Kepulauan Batang Dua, Perairan Ternate, Perairan Barat Kayoa, Perairan Barat Bacan, Perairan Barat Laut Obi, Perairan Barat Daya Obi, Perairan Utara Mangole, Perairan Timur Sanana, serta Perairan Utara Taliabu.

Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil. Dalam kondisi tertentu, gelombang dengan ketinggian tersebut dapat memicu gangguan keselamatan pelayaran apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Selain itu, potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, juga diperkirakan berpeluang terjadi di sejumlah perairan lainnya. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Perairan Barat Laut Morotai, Perairan Timur Laut Morotai, Perairan Kepulauan Loloda, Perairan Tenggara Morotai, Perairan Timur Kepulauan Halmahera, serta Perairan Gebe.

Gelombang dengan ketinggian tersebut masuk dalam kategori berbahaya dan berpotensi besar mengganggu aktivitas transportasi laut. Para nelayan tradisional, operator kapal tongkang, hingga kapal ferry diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut atau berlayar.

Dalam saran keselamatan pelayaran, disebutkan bahwa perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang perlu waspada saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter. Adapun kapal ferry berpotensi terdampak serius apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Masyarakat pesisir, nelayan, serta seluruh pengguna transportasi laut diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, memperhatikan peringatan resmi, dan tidak memaksakan aktivitas pelayaran apabila kondisi laut dinilai tidak aman. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam menghadapi cuaca laut yang tidak menentu.

Peringatan dini ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan operator transportasi laut, untuk mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko kecelakaan laut. Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, dampak buruk dari cuaca ekstrem di wilayah perairan Maluku Utara dapat dihindari. (Haji)

HALSEL, Malutline — Harapan dan doa terus dipanjatkan keluarga, sahabat, serta masyarakat Halmahera Selatan menyusul tenggelamnya perahu motor yang mengangkut 59 penumpang di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, pada Jumat (23/1/2026) siang.

Hingga Jumat malam, satu penumpang masih dinyatakan hilang, dan upaya pencarian masih terus dilakukan dalam keterbatasan fasilitas.

Penumpang yang belum ditemukan tersebut diketahui bernama Dr. Wildan, S.S., M.Hum, seorang Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kabar ini menambah duka dan keprihatinan mendalam, khususnya di kalangan akademisi dan mahasiswa yang mengenal sosok almarhum sebagai dosen yang berdedikasi dan rendah hati.

Melalui pesan yang beredar di berbagai grup komunikasi, rekan-rekan korban menyampaikan permohonan doa dan bantuan kepada seluruh masyarakat.

“Mohon doa bapak/ibu. Kami masih mencari satu orang teman. Bila ada kenalan di Basarnas Halmahera Selatan, mohon bantuannya. Teman kami yang belum ditemukan atas nama Pak Wildan (Dosen Sastra Indonesia, FIB Unkhair). Mohon jangan sebarkan informasi hoaks bahwa semua korban telah dievakuasi dan selamat,” tulis salah satu rekan korban.

Hingga pukul 19.36 WIT, warga Desa Bibinoi bersama aparat setempat masih melakukan pencarian secara manual di sekitar lokasi kejadian. Dengan peralatan yang sangat terbatas, warga menyisir perairan dan pesisir pantai, berharap menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Perahu motor nahas tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Babang dengan tujuan Desa Pigaraja. Namun dalam perjalanan, kapal dihantam angin kencang dan gelombang tinggi, hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan sekitar Bibinoi. Kepanikan terjadi di tengah laut ketika para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan alat seadanya.

Dari total 59 penumpang, 57 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara satu korban dinyatakan meninggal dunia, yakni Nurul Nazwa (2 tahun). Kepergian balita tersebut meninggalkan luka mendalam dan isak tangis keluarga yang tak terbendung.

Sementara itu, keberadaan Dr. Wildan hingga kini masih menjadi tanda tanya. Doa terus mengalir dari berbagai pihak agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate sebelumnya menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Meski demikian, kondisi cuaca serta keterbatasan sarana di lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, terutama klaim bahwa seluruh penumpang telah ditemukan. Informasi yang keliru dinilai dapat melukai perasaan keluarga korban serta menghambat koordinasi pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban yang hilang masih terus berlangsung. Harapan besar disandarkan pada kerja sama semua pihak, baik aparat, relawan, maupun masyarakat sekitar.

“Semoga Pak Dosen Wildan segera ditemukan dalam keadaan selamat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” tulis doa yang terus bergema di tengah duka.

Musibah ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan pelayaran serta kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Di tengah kesedihan yang menyelimuti, satu harapan masih menyala: korban yang hilang dapat kembali ke pangkuan keluarga. (Haji

HALSEL, Malutline— Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Halmahera Selatan setelah sebuah perahu motor (longboat) yang mengangkut 59 penumpang tenggelam di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, pada Jumat (23/1/2026) siang. Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang balita berusia dua tahun dan menyisakan satu penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Perahu motor tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Babang dengan tujuan Desa Pigaraja. Namun nahas, di tengah perjalanan, tepatnya saat melintasi perairan Desa Bibinoi, kapal dihantam cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi, hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Suasana mencekam tak terelakkan ketika perahu mulai kemasukan air. Puluhan penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri di tengah laut. Sebagian dari mereka bertahan hidup dengan memeluk jeriken plastik dan potongan kayu, berharap pertolongan datang secepatnya.

Upaya penyelamatan dilakukan oleh tim SAR gabungan yang bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Jumat malam, 57 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara satu penumpang lainnya meninggal dunia, dan satu orang masih dinyatakan hilang.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Nurul Nazwa, seorang balita perempuan berusia 2 tahun. Kepergian korban meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat. Tangis dan kesedihan menyelimuti proses evakuasi, terutama saat jasad korban berhasil ditemukan.

Sementara itu, satu penumpang lainnya yang masih dinyatakan hilang adalah Dr. Wildan, S.S., M.Hum, berusia 50 tahun. Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan pencarian dengan menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa Unit Siaga SAR (USS) Halmahera Selatan menerima laporan kejadian dari Kepala Desa Bibinoi sekitar pukul 14.00 WIT.

“Setelah menerima laporan, tim rescue USS Halmahera Selatan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Iwan.

Tim SAR gabungan bergerak menggunakan truk personel menuju Desa Babang, kemudian melanjutkan perjalanan ke perairan Desa Bibinoi dengan menggunakan speedboat KPLP, guna mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.

Menurut Iwan, kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan tersendiri dalam proses operasi SAR. Meski demikian, tim tetap berupaya maksimal demi menemukan korban yang masih hilang dan memastikan seluruh penumpang mendapatkan penanganan.

Musibah ini menjadi pengingat pahit akan risiko perjalanan laut, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung. Duka yang ditinggalkan tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh masyarakat Halmahera Selatan secara luas.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilanjutkan. Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk mendoakan keselamatan korban serta mendukung upaya pencarian yang sedang berlangsung.

Tangis kehilangan, kepanikan, dan harapan yang tersisa menjadi saksi bisu betapa rapuhnya nyawa manusia di hadapan alam. Semoga para korban diberi kekuatan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan berat ini. (Haji)