TERNATE, Malutline— RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Maluku Utara, resmi merilis jadwal dokter poliklinik rawat jalan untuk bulan Februari 2026, Informasi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian layanan kesehatan, karena jadwal telah disusun lengkap berdasarkan hari praktik masing-masing dokter di berbagai poli spesialis.

Dengan mengusung semangat pelayanan prima, rumah sakit ini menghadirkan beragam poliklinik mulai dari Mata, Paru, Gigi & Mulut, Kulit & Kelamin, Jantung, Saraf (Neurologi), Bedah Umum, Bedah Onkologi, Bedah Digestif, Bedah Saraf, Bedah Anak, Urologi, Orthopedi, THT, MCU, Jiwa, Gizi, Anak, Penyakit Dalam, Ginjal Hipertensi, hingga Obgyn.

Direktur dan manajemen RSUD berharap, keterbukaan jadwal ini memudahkan pasien dalam merencanakan kunjungan tanpa harus menunggu lama atau datang di hari yang tidak sesuai jadwal dokter.

Beberapa poli dengan jadwal rutin hampir setiap hari di antaranya Poli Gigi & Mulut, Poli Paru, serta Poli Anak yang menghadirkan dokter spesialis berbeda di setiap hari kerja. Sementara itu, layanan spesialis seperti Bedah Onkologi, Bedah Digestif, dan Bedah Saraf juga tetap tersedia sesuai hari praktik yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, Poli Penyakit Dalam dan Ginjal Hipertensi juga disiapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penanganan penyakit kronis. Begitu pula Poli Obgyn yang memiliki jadwal terperinci berdasarkan tanggal praktik dokter, memberikan ruang kepastian bagi ibu hamil dan pasien kebidanan.

Untuk pendaftaran, pasien dapat datang langsung dengan jadwal berikut
Senin s.d Kamis: pukul 08.00 – 11.00 WIT
Jumat: pukul 08.00 – 10.00 WIT
Sabtu: pukul 08.00 – 11.00 WIT
RSUD dr. H. Chasan Boesoirie juga melayani pasien umum dan BPJS. Khusus peserta BPJS, pendaftaran diwajibkan melalui aplikasi Mobile JKN guna mempercepat proses administrasi di loket.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, pihak rumah sakit membuka layanan informasi pendaftaran melalui WhatsApp di nomor 0822-1125-7715.

Dengan jadwal yang semakin tertata dan layanan yang terus ditingkatkan, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di Maluku Utara.

Kini, masyarakat tak perlu lagi bingung mencari waktu yang tepat untuk berobat—semua sudah tersedia, jelas, dan mudah diakses. (Red)

TERNATE, Malutline– Majelis Ta’lim Al Habib Abubakar Bin Hasan Al-Attas Az-Zaidi mengundang kaum muslimin dan muslimat untuk menghadiri rangkaian ibadah dan pembacaan doa Nisfu Sya’ban yang akan digelar pada Senin, 02 Februari 2026 (15 Sya’ban 1447 H) di Kediaman Mufti Kesultanan Moloku Kie Raha, Dr. (HC) Abuya Al Habib Abubakar Bin Hasan Al-Attas Az-Zaidi, Kampung Tengah, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, dan muhasabah diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Nisfu Sya’ban dikenal sebagai malam yang penuh keberkahan, di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan, memohon ampunan, serta mempererat silaturahmi dalam suasana religius yang khidmat.

Acara akan dimulai pukul 18.00 WIT, diawali dengan shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, doa Nisfu Sya’ban, shalat tasbih berjamaah, dan ditutup dengan shalat Isya berjamaah. Panitia juga mengimbau para jamaah untuk membawa perlengkapan shalat serta buku Yasin guna menunjang kekhusyukan selama kegiatan berlangsung.

Majelis Ta’lim Al Habib Abubakar Bin Hasan Al-Attas selama ini dikenal aktif menggelar kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas di Ternate dan sekitarnya. Kehadiran jamaah dalam kegiatan Nisfu Sya’ban ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kesadaran spiritual di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam undangan yang disebarkan, pihak majelis berharap kehadiran kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama meraih keberkahan malam Nisfu Sya’ban. Doa bersama di malam istimewa ini diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Dengan suasana religius yang penuh khidmat di kediaman Mufti Kesultanan Moloku Kie Raha, kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri jamaah dari berbagai penjuru Kota Ternate. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi umat Islam akan pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan Ramadan yang semakin dekat. (Haji)

LABUHA, Malutline – Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan Iptu Rizaldi Pasaribu S.ik.

Pelaku diketahui menghubungi warga melalui panggilan telepon maupun pesan WhatsApp dengan menggunakan foto profil aparat kepolisian lengkap dengan atribut dinas. Akun tersebut bahkan terdeteksi menggunakan WhatsApp Business untuk menambah kesan resmi dan meyakinkan calon korban.

Dalam aksinya, pelaku biasanya menyampaikan pesan bernada mendesak yang bertujuan memancing kepanikan, sehingga korban mengikuti arahan yang diberikan tanpa berpikir panjang, Tidak menutup kemungkinan, modus ini diarahkan untuk meminta data pribadi, uang, maupun informasi penting lainnya.

Masyarakat perlu memahami bahwa aparat kepolisian, termasuk Kasat Reskrim, tidak pernah melakukan komunikasi resmi melalui nomor pribadi yang tidak dapat diverifikasi, apalagi meminta uang atau data pribadi melalui telepon maupun chat.

Warga yang menerima telepon atau pesan WhatsApp dengan modus seperti ini diimbau untuk tidak menanggapi dan segera melakukan konfirmasi langsung ke Polres Halmahera Selatan atau kantor kepolisian terdekat.

Informasi ini diharapkan dapat disebarluaskan kepada keluarga dan kerabat sebagai langkah pencegahan, agar tidak ada warga yang menjadi korban penipuan dengan memanfaatkan nama baik institusi kepolisian. (Red)

TERNATE, Malutline – Ternate kembali diguncang kabar yang membuat warga resah. Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan adanya temuan satu kantong berisi sejumlah kepala kucing yang dibuang di area belakang bandara. Informasi ini dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi publik—mulai dari rasa jijik, marah, hingga kekhawatiran akan kemungkinan praktik-praktik tak lazim yang terjadi di sekitar lokasi tersebut.

Unggahan tersebut memperlihatkan kepanikan warga yang menemukan benda mencurigakan itu. Narasi yang menyertainya mempertanyakan, untuk apa daging kucing tersebut digunakan, sekaligus menyiratkan kekhawatiran bahwa wilayah Ternate kini menghadapi situasi yang semakin “rawan” dan tidak wajar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran temuan tersebut. Namun, jika informasi ini benar adanya, maka peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan pembuangan bangkai hewan, melainkan indikasi adanya tindakan kekerasan terhadap hewan serta potensi pelanggaran hukum yang lebih luas.

Secara hukum, penyiksaan dan pembunuhan hewan tanpa alasan yang sah dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Selain itu, pembuangan bagian tubuh hewan secara sembarangan di ruang terbuka juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan masyarakat. Bau menyengat, risiko penyebaran bakteri, hingga potensi penyakit zoonosis menjadi dampak nyata yang bisa muncul dari tindakan semacam ini.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Temuan seperti ini memunculkan spekulasi yang berkembang liar di tengah masyarakat: apakah daging kucing tersebut dikonsumsi, dijual secara ilegal, digunakan sebagai umpan, atau bahkan untuk praktik-praktik menyimpang lainnya. Meski spekulasi ini belum dapat dibuktikan, keresahan yang timbul menunjukkan bahwa rasa aman masyarakat sedang terusik.

Pengamat sosial menilai, kejadian semacam ini—benar atau tidak—tetap harus disikapi secara serius oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Klarifikasi cepat, investigasi lapangan, serta penyampaian informasi yang transparan kepada publik menjadi langkah penting untuk mencegah kepanikan dan menghentikan peredaran isu liar yang bisa memperburuk situasi.

Warga di sekitar lokasi diharapkan tidak hanya berhenti pada unggahan media sosial, tetapi segera melaporkan temuan tersebut kepada RT/RW setempat, kelurahan, dinas terkait, maupun kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara resmi. Tanpa pelaporan yang jelas, peristiwa ini berpotensi menjadi sekadar isu viral tanpa penyelesaian yang konkret.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap aktivitas di ruang-ruang sepi kota perlu diperkuat. Area belakang bandara yang relatif jauh dari pemukiman padat bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas ilegal yang luput dari perhatian.

Lebih jauh, kasus ini menyentuh sisi kemanusiaan yang mendasar. Perlakuan kejam terhadap hewan sering kali menjadi indikator lemahnya empati dan potensi munculnya perilaku menyimpang lain di tengah masyarakat. Karena itu, persoalan ini tidak bisa dipandang remeh atau dianggap sekadar “urusan hewan”.

Kini, publik menunggu langkah cepat dari pihak berwenang untuk memastikan fakta di balik temuan yang menghebohkan ini. Apakah benar terjadi praktik keji yang tersembunyi? Ataukah ada penjelasan lain yang lebih rasional di balik peristiwa tersebut?

Satu hal yang pasti, warga Ternate berharap kota ini tetap menjadi ruang hidup yang aman, bersih, dan manusiawi—bukan tempat berkembangnya praktik-praktik gelap yang mencederai rasa kemanusiaan dan ketertiban lingkungan. (Red)

LABUHA, Malutline— Isu dugaan keterlibatan tenaga kesehatan di Puskesmas Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, dalam aktivitas investasi digital bernama Snabbos menjadi perbincangan warga. Kepala Puskesmas (Kapus) Laluin, Ikra Mahmud, disebut-sebut ikut merekrut sejumlah tenaga kesehatan untuk bergabung dalam investasi tersebut.

Sejumlah sumber di masyarakat menduga, keterlibatan tersebut berdampak pada menurunnya fokus pelayanan di puskesmas, karena sebagian tenaga kesehatan lebih disibukkan dengan aktivitas terkait investasi tersebut dibanding tugas pokok pelayanan kesehatan.

“Beberapa petugas lebih banyak membahas investasi itu daripada urusan pelayanan, Ini yang membuat kami sebagai warga merasa pelayanan jadi kurang maksimal,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Dugaan ini juga dikaitkan dengan keluhan sebelumnya terkait ketersediaan obat yang kerap disebut habis serta pasien yang disebut tidak tertangani secara optimal Warga menilai, jika benar tenaga kesehatan terlibat aktif dalam aktivitas di luar tugasnya, maka hal tersebut berpotensi mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Snabbos sendiri ramai diperbincangkan di berbagai daerah dan disebut-sebut sebagai platform investasi yang belum memiliki kejelasan legalitas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Laluin maupun Kapus Ikra Mahmud masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh klarifikasi terkait dugaan tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan juga diharapkan dapat menindaklanjuti informasi ini dengan melakukan penelusuran langsung di lapangan.

Masyarakat berharap agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Laluin tetap menjadi prioritas utama, serta tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab profesinya. (Red)