HALSEL, Malutline – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana di Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan mulai dipenuhi semangat kebersamaan dan persiapan ibadah kurban. Sejumlah sapi kurban baru didatangkan ke desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan kurban tahun ini.
Kedatangan hewan kurban itu disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat terlihat berkumpul menyaksikan proses penurunan sapi yang dibawa menggunakan kendaraan dan transportasi laut menuju desa.
Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari bantuan ibu-ibu arisan Kota Ternate serta sejumlah warga asal Desa Orimakurunga yang saat ini menetap di Kota Ternate maupun wilayah Halmahera Selatan.
Total sebanyak 11 ekor sapi kurban berhasil didatangkan untuk masyarakat Desa Orimakurunga. Hewan-hewan tersebut nantinya akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha dan dagingnya dibagikan kepada lebih dari 200 kepala keluarga di desa tersebut.
Imam Masjid Nurul Takwa Desa Orimakurunga, Saleh Hi Ali, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi membantu masyarakat melalui bantuan hewan kurban.
“Kami sangat bersyukur karena tahun ini masyarakat kembali mendapat bantuan sapi kurban. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari warga Orimakurunga di perantauan dan ibu-ibu arisan di Kota Ternate,” ujarnya.
Menurut Saleh Hi Ali, momentum Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa saling peduli antar sesama.
Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban yang baru didatangkan tersebut dalam kondisi sehat dan telah dipersiapkan untuk pelaksanaan penyembelihan sesuai syariat Islam.
Warga pun terlihat bergotong royong membantu proses penempatan sapi serta mempersiapkan lokasi penyembelihan. Suasana kebersamaan begitu terasa, terutama karena masyarakat merasa terbantu dengan adanya bantuan hewan kurban di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup sulit.
Salah satu warga mengaku bersyukur karena hampir setiap tahun masyarakat Orimakurunga selalu mendapat perhatian dari para perantau asal desa tersebut.
“Kami bangga karena meskipun berada jauh di luar desa, mereka masih ingat kampung halaman dan terus membantu masyarakat,” ujar seorang warga.
Kegiatan kurban di Desa Orimakurunga sendiri telah menjadi tradisi tahunan yang selalu melibatkan partisipasi masyarakat dan para perantau. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial masyarakat Kayoa Selatan.
Dengan kedatangan sapi-sapi kurban tersebut, masyarakat kini mulai mempersiapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita dan harapan agar momentum keagamaan tahun ini membawa berkah bagi seluruh warga desa. (Red)











Komentar