TERNATE, Malutline– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda kembali menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebanyak 100 ekor sapi kurban disiapkan secara gratis untuk dibagikan kepada masyarakat di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Program tersebut langsung mendapat perhatian dan apresiasi luas dari masyarakat. Pasalnya, bantuan hewan kurban itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial keagamaan semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
Langkah Gubernur Sherly Tjoanda dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah rakyat, terutama menjelang momen Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
“Ini bukan hanya soal pembagian sapi kurban, tetapi bagaimana pemerintah hadir membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Ternate.
Program pembagian 100 sapi kurban tersebut akan disalurkan secara merata ke berbagai daerah di Maluku Utara, mulai dari Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Kepulauan Sula hingga Pulau Taliabu.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menilai momentum Idul Adha harus menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antar sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kebijakan tersebut juga dianggap sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat serta membantu stabilitas harga pangan di Maluku Utara.
Berdasarkan data terbaru, inflasi Maluku Utara pada Mei 2026 berhasil ditekan hingga berada di angka 2,03 persen. Angka tersebut dinilai cukup positif di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terjadi di sejumlah daerah.
Keberhasilan menjaga stabilitas inflasi itu disebut tidak lepas dari langkah-langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga distribusi pangan, memperkuat pasokan bahan kebutuhan masyarakat serta menghadirkan berbagai program bantuan sosial.
Kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda pun mulai mendapat perhatian publik karena dianggap lebih fokus pada kerja nyata dibanding sekadar pencitraan politik.
Di saat ruang media sosial dipenuhi perdebatan dan konflik kepentingan, masyarakat justru berharap lahirnya pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan ekonomi maupun sosial.
“Rakyat hari ini tidak butuh banyak janji. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan nyata dan keberpihakan pemerintah,” ungkap seorang warga.
Program 100 ekor sapi kurban gratis tersebut menjadi salah satu simbol komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga nilai kebersamaan, memperkuat kepedulian sosial serta memastikan masyarakat tetap merasakan perhatian pemerintah, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Dengan semangat Idul Adha 2026, masyarakat Maluku Utara berharap program-program pro rakyat seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok daerah. (Red)












Komentar