LABUHA, Malutline – Sebuah peristiwa yang menyentuh hati sekaligus memicu perbincangan publik terjadi di kawasan perkotaan Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Seorang ibu pedagang makanan masak yang diketahui mengalami kelumpuhan menjadi sorotan setelah dagangannya ditumpahkan oleh seseorang yang melarangnya berjualan dengan alasan bulan suci Ramadan.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di sekitar kawasan perkotaan Labuha, tepatnya di jalan dekat kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan. Lokasi itu dikenal cukup ramai karena berada di jalur aktivitas masyarakat dan menjadi tempat sejumlah pedagang kecil mencari nafkah.
Menurut keterangan warga yang berada di sekitar lokasi, ibu tersebut sedang berjualan makanan masak seperti biasa. Beberapa menu sederhana telah disiapkan untuk dijual kepada warga yang melintas. Namun tiba-tiba ia ditegur oleh seseorang yang memintanya berhenti berjualan karena dianggap tidak menghormati bulan puasa.
Situasi kemudian memanas ketika orang tersebut diduga menumpahkan makanan yang sudah dimasak dan disiapkan oleh ibu tersebut untuk dijual.
Melihat dagangannya ditumpahkan, ibu pedagang yang diketahui memiliki keterbatasan fisik hanya bisa menahan kesedihan. Ia mencoba memohon agar makanannya tidak dirusak karena itulah satu-satunya sumber penghasilannya.
“Om jangan tumpa saya tidak mau jadi kaya. Saya hanya berjualan untuk cari uang beli obat karena saya lumpuh. Saya hanya ingin beli obat daun pinahong untuk kesehatan,” ucap ibu tersebut dengan suara lirih, seperti dituturkan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Kata-kata itu membuat sejumlah warga yang berada di lokasi merasa tersentuh. Beberapa orang bahkan mencoba menenangkan ibu tersebut yang terlihat sangat sedih karena makanan yang menjadi harapan penghasilannya telah rusak dan tidak bisa lagi dijual.
Menurut warga sekitar, ibu tersebut memang sudah lama dikenal sebagai pedagang kecil di kawasan Labuha. Meski memiliki keterbatasan fisik karena lumpuh, ia tetap berusaha mencari nafkah dengan berjualan makanan masak setiap hari.
Penghasilan dari jualan itu digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membeli obat herbal, terutama daun pinahong, yang diyakininya dapat membantu menjaga kesehatannya.
“Dia bukan orang mampu. Dia jualan hanya untuk bertahan hidup dan beli obat. Kalau makanannya ditumpahkan begitu tentu sangat menyakitkan,” ujar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini pun langsung memicu reaksi dari masyarakat. Banyak warga menilai bahwa bulan suci Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Kisah ibu pedagang lumpuh di kawasan jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan ini kini mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat Halmahera Selatan. Banyak pihak berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun masyarakat agar pedagang kecil seperti dirinya dapat tetap mencari nafkah dengan aman dan manusiawi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan sosial masyarakat, nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama harus tetap dijaga, terlebih di bulan penuh berkah seperti Ramadan. (Red)











Komentar