LABUHA, Malutline — Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimanfaatkan Harita Nickel untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers di seluruh Indonesia. Melalui ucapan bertema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, perusahaan yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan ini menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah dan nasional.
Ucapan tersebut tidak sekadar simbolis. Di tengah geliat industri hilirisasi nikel yang menjadi sorotan publik, kehadiran pers dinilai sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Harita Nickel memandang bahwa pers yang sehat akan menciptakan ruang dialog yang jernih antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam pernyataannya, manajemen Harita Nickel menyebut bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik dengan media merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun kepercayaan publik. Terlebih, Pulau Obi saat ini menjadi salah satu pusat perhatian nasional dalam pengembangan industri nikel terintegrasi yang berorientasi pada hilirisasi dan nilai tambah dalam negeri.
“Pers memiliki peran besar dalam menjaga objektivitas informasi di tengah arus isu yang begitu cepat. Kami percaya, dengan pers yang profesional, masyarakat dapat memahami secara utuh bagaimana industri ini berjalan, termasuk manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi daerah,” ungkap perwakilan manajemen Harita Nickel.
Sejak beroperasi, Harita Nickel memang menjadi salah satu penggerak ekonomi di Halmahera Selatan. Ribuan tenaga kerja lokal terserap, usaha kecil dan menengah tumbuh, serta perputaran ekonomi di sekitar wilayah operasi mengalami peningkatan signifikan. Infrastruktur dasar seperti jalan, fasilitas kesehatan, hingga pendidikan turut mendapatkan dampak positif dari kehadiran investasi tersebut.
Namun di sisi lain, industri pertambangan juga kerap dihadapkan pada berbagai isu lingkungan dan sosial yang menjadi perhatian publik. Dalam konteks inilah peran pers yang kritis sekaligus konstruktif menjadi sangat dibutuhkan. Bagi Harita Nickel, kritik dan masukan yang disampaikan melalui pemberitaan media justru menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki tata kelola perusahaan.
Tema HPN 2026 yang mengaitkan pers dengan ekonomi berdaulat dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini. Indonesia tengah mendorong hilirisasi sumber daya alam agar tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Industri nikel menjadi salah satu sektor strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut, terutama dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Di Pulau Obi, Harita Nickel membangun kawasan industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Bukan hanya menambang, tetapi juga mengolah bijih nikel menjadi produk bernilai tambah. Proses ini menghadirkan efek domino terhadap perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pendapatan masyarakat.
Harita Nickel berharap, melalui kemitraan yang baik dengan insan pers, informasi mengenai praktik industri yang bertanggung jawab, program pemberdayaan masyarakat, serta upaya pelestarian lingkungan dapat tersampaikan secara luas dan proporsional.
“Pers adalah jembatan informasi antara kami dan masyarakat. Dengan pemberitaan yang objektif, publik bisa melihat gambaran yang utuh, tidak hanya dari satu sisi,” tambahnya.
Di momen Hari Pers Nasional ini, Harita Nickel juga mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga independensi, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Perusahaan percaya bahwa pers yang kuat akan melahirkan bangsa yang kuat, karena masyarakat mendapatkan informasi yang benar sebagai dasar dalam bersikap dan mengambil keputusan.
HPN 2026 bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan pers sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Di Halmahera Selatan, kolaborasi tersebut diharapkan terus terjalin demi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (Haji)












Komentar