Jakarta, Malutline – Di bawah langit cerah ibu kota, semarak budaya Maluku Utara mewarnai Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan bertajuk Festival Budaya Maluku Utara ini menjadi panggung bagi warisan sejarah, seni, dan nilai-nilai hidup masyarakat negeri rempah yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu.
Dalam sambutannya, Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi bentuk nyata merawat identitas dan memperkenalkan jati diri Maluku Utara kepada dunia.
“Hari ini, kami merayakan warisan yang hidup — budaya, sejarah, dan jiwa Maluku Utara yang penuh warna di Taman Mini Indonesia,” ujar Sherly dengan semangat.
Festival tersebut menampilkan tarian tradisional, musik daerah, hingga kuliner khas yang dimasak menggunakan bambu, membawa para pengunjung menelusuri jejak peradaban lama yang kaya rasa dan makna.
Turut hadir dalam acara ini Duta Besar Austria, perwakilan Kedutaan Spanyol dan Bosnia, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, perwakilan Bank Indonesia Malut, Direktur TMII, serta komunitas diaspora Maluku Utara di Jakarta.
Mereka bersama-sama menikmati suasana penuh kehangatan dan harmoni yang mencerminkan falsafah hidup masyarakat Maluku Utara:
“Hidup dalam harmoni, menghargai perbedaan, dan berbagi dalam kasih.”
Menurut Sherly, melalui festival ini Maluku Utara ingin menunjukkan kepada dunia bahwa keindahan sejatinya tidak hanya terletak pada alam dan lautnya yang memesona, tetapi juga pada cara warganya hidup dalam damai dan kebersamaan.
“Melalui festival ini, kami ingin dunia mengenal bahwa keindahan Maluku Utara bukan hanya pada alamnya, tetapi pada cara warganya hidup dalam damai, dalam kebersamaan, dan dalam kasih,” tutup Sherly.
Festival budaya ini diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat diplomasi kebudayaan, serta meneguhkan posisi Maluku Utara sebagai negeri rempah yang kaya nilai dan keindahan hati. (Sabrun/red)











Komentar