Malut Line

Jakarta,Malutline – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan, menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis Maluku Utara, khususnya di Jakarta. Kasus ini tidak hanya mencoreng citra lembaga demokrasi seperti Bawaslu, tetapi juga menyentuh isu moralitas dan integritas pejabat publik. Bahkan, kasus ini diduga memicu tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dugaan skandal ini mengarah kepada Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan, yang telah dilaporkan ke Polres Ternate pada 5 Desember 2024. Laporan tersebut mencakup dugaan tindakan KDRT yang terkait dengan dugaan perselingkuhan.

PB-FORMMALUT (Pengurus Besar Forum Masyarakat Maluku Utara) mengecam keras tindakan yang mencoreng nama baik Bawaslu, serta mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses laporan tersebut. Mereka menilai, jika Polres Ternate tidak segera mengambil langkah konkret, maka Polda Maluku Utara harus turun tangan mengevaluasi kinerja Polres Ternate. Jika evaluasi juga tidak dilakukan, PB-FORMMALUT berencana melakukan demonstrasi di Jakarta untuk mendesak Kapolri mengevaluasi jajaran Polda Maluku Utara.

Kasus ini mencuat di Ternate, Maluku Utara, dan menjadi perhatian serius sejak laporan diajukan awal Desember 2024. Wacana ini juga menguat di Jakarta, di mana aktivis Maluku Utara mengonsolidasikan langkah mereka.

Kasus ini dianggap bukan hanya soal pribadi, melainkan berkaitan dengan integritas lembaga demokrasi seperti Bawaslu yang harusnya bersih dari isu moralitas. Menurut PB-FORMMALUT, seorang pemimpin lembaga harus memberikan teladan, dan dugaan tindakan ini justru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap Bawaslu.

PB-FORMMALUT menyerukan agar Bawaslu Provinsi Maluku Utara, yang dipimpin oleh Masita Nawawi, mengambil langkah tegas untuk menyikapi kasus ini sebelum PB-FORMMALUT melaporkan langsung ke Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka menegaskan bahwa tidak boleh ada kesan Bawaslu Provinsi melindungi Ketua Bawaslu Kota Ternate.

Sambil menunggu proses hukum berjalan, PB-FORMMALUT terus mengonsolidasikan gerakan untuk memastikan kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Mereka menegaskan komitmen untuk mendesak penegakan hukum yang adil dan mengembalikan integritas lembaga demokrasi.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi lembaga hukum dan demokrasi di Maluku Utara, yang dinilai perlu memberikan respons tegas agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus. (Red)

HALSEL,Malutline – Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kusubibi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar aksi unjuk rasa di Halmahera Selatan. Mereka menuntut Bupati Halmahera Selatan, Hassan Ali Bassam Kasuba, segera memberhentikan Muhammad Abdul Fatah dari jabatannya sebagai Kepala Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat.

Aksi ini dipicu oleh dugaan penyelewengan dana desa tahun 2023 hingga 2024 oleh Kepala Desa Muhammad Abdul Fatah. Massa menilai bahwa Abdul Fatah telah gagal mengelola anggaran desa secara transparan dan bertanggung jawab. Berdasarkan pernyataan koordinator aksi, Ulis, tidak ada pembangunan fisik maupun nonfisik yang terealisasi selama dua tahun terakhir.

“Selama dua tahun, tidak ada kegiatan pembangunan di Desa Kusubibi. Kami mendesak bupati dan instansi terkait untuk segera melakukan audit dan memberhentikan Kepala Desa Muhammad Abdul Fatah,” ungkap Ulis.

Masyarakat menuduh Abdul Fatah memanipulasi dokumen perencanaan desa seperti RPJM-Des dan APBDes tahun 2024. Ketua BPD Kusubibi, Said Selang, menyatakan bahwa selama masa jabatannya, kepala desa tidak pernah melibatkan BPD maupun masyarakat dalam penyusunan dokumen keuangan desa.

“Kami tidak pernah diundang untuk musyawarah desa, bahkan tanda tangan kami di dokumen diduga direkayasa. Sampai hari ini, tidak satu pun dokumen perencanaan yang kami terima,” tegas Said Selang.

Selain berorasi, massa memblokade Kantor Desa Kusubibi sebagai bentuk protes. Mereka juga menyerukan kepada Bupati Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah tegas terhadap Kepala Desa yang dinilai lalai menjalankan tugasnya.

Aksi diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh masyarakat, dan anggota BPD. Mereka bersatu dalam Aliansi Masyarakat Kusubibi Menggugat.

Massa berencana melanjutkan aksi mereka ke tingkat kabupaten jika tuntutan ini tidak segera ditindaklanjuti. “Kami akan terus berjuang hingga Kepala Desa Muhammad Abdul Fatah dicopot dari jabatannya,” tegas salah satu orator aksi.

Masyarakat mendesak Inspektorat Halmahera Selatan untuk melakukan audit terhadap penggunaan dana desa selama dua tahun terakhir. Mereka juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa sebagai upaya mencegah terulangnya kasus serupa.

Dengan adanya tuntutan ini, masyarakat berharap Bupati Bassam Kasuba segera mengambil tindakan nyata demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.(Red)

HALSEL,Malutline – Program Babinsa Masuk Sekolah untuk mencegah dan Menghindari kasus bullying pada anak-anak, dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1509-01/Bacan Serda Saiful Husen turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan pemberian materi Wawasan Kebangsaan Serta mensosialisasikan tentang kecintaan kepada tanah air dan tentang bahaya bullying, kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Sekolah Islam Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Selatan, Selasa (10/12/2024).

Dihadapan para siswa, Serda Saiful Husen, menjelaskan, Bullying merupakan sebuah perbuatan buruk yang dilakukan seseorang dengan cara menindas atau dengan kekerasan.

“Salah satu contoh Bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, diantaranya adalah mengolok-olok teman, bahkan menyebut teman dengan sebutan yang buruk dan sebagainya, ” terangnya. Sementara bullying secara fisik dampaknya bisa mempengaruhi secara mental bahkan menyebabkan trauma psikis.“

Oleh karena itu, kepada adik-adik semua untuk benar-benar menyadari contoh yang sudah disebut di atas agar tidak dilakukan, ” tekan Babinsa.

Ditambahkan Serda Saiful Husen semua siswa SD mempunyai peran yang penting dalam melawan segala bentuk bullying. “Segera ingatkan teman-teman kalian apabila ada indikasi terjadi perilaku buruk tersebut, semua harus bersatu padu untuk tidak melakukan bully pada teman sendiri”, pesannya.

Sementara itu ditempat terpisah, Danramil Kapten Czi Mustamin menjelaskan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya perundungan di sekolah.

“Selain memberikan materi Wawasan Kebangsaan kepada seluruh pelajar sekolah, para Babinsa kami juga berupaya untuk memberikan pemahaman dampak dari bullying, sehingga kita dari kodim 1509/Labuha mempunyai Program Babinsa Masuk Sekolah salah satu nya upaya kita untuk mencegah bullying, dan kita juga setiap masuk sekolah selalu mengawali dengan berhenti kegiatan selama menyanyikan lagu indonesia raya sesuai instruksi Bapak Panglima TNI ” ungkapnya. (Red)

YANGON, Malutline – Timnas Indonesia sukses memulai perjalanan mereka di Piala AFF 2024 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Myanmar. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Thuwunna, Yangon, pada Senin malam (9/12/2024), menjadi laga pembuka yang penuh ketegangan bagi skuad Garuda.

Pada pertandingan tersebut, Indonesia tampil cukup dominan meski Myanmar memberikan perlawanan yang sengit sejak menit pertama. Setelah melalui babak pertama yang tanpa gol, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan lewat gol Asnawi Mangkualam yang masuk di babak kedua. Gol tersebut tercipta pada menit ke-70, menyusul umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Asnawi untuk menaklukkan kiper Myanmar.

Kemenangan ini memberi tiga poin pertama bagi Indonesia di Grup A Piala AFF 2024, yang akan sangat menentukan untuk perjalanan selanjutnya. Dengan hasil ini, Indonesia menunjukkan kedisiplinan dalam bertahan dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang.

Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, menyatakan puas dengan hasil ini meskipun timnya tidak tampil sempurna. “Kemenangan adalah hal yang paling penting. Kami harus terus berkembang, dan ini baru awal perjalanan kami di turnamen ini,” ujar Shin dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Sementara itu, pelatih Myanmar, Antoine Hey, mengakui keunggulan Indonesia meskipun timnya berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. “Indonesia adalah tim yang kuat, tetapi saya bangga dengan usaha pemain-pemain kami. Kami akan terus berjuang di laga berikutnya,” ucapnya.

Dengan hasil ini, Indonesia menegaskan ambisi mereka untuk meraih gelar juara di Piala AFF 2024, sementara Myanmar harus segera bangkit untuk memperbaiki performa mereka di laga selanjutnya. (**)

HALSEL, Malutline – Dianggap gagal dalam pengawasan izin usaha Tempat Hiburan Malam (THM), Ketua Devisi investigasi Lsm FDAK AbduL Salam Hi Ali, desak Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba mencopot Nasir Koda selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

Desakan pencopotan Nasir Koda dari Kepala Dinas DPM-PTSP karena dinilai tidak mampu melakukan pengawasan terkait dengan pemberian izin usaha yang dikeluarkan kepada seluruh pemilik kafe. Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan sejumlah tempat hiburan malam di Labuha diduga legalkan minuman keras (Miras) jenis cap tikus selama jam operasi.

“Harusnya ada langkah tegas terkait dengan larangan tersebut karena yang dikeluarkan merupakan izin hiburan keluarga yang tidak sesuai dengan perda nomor 9 dan 10 Tahun 2024”

Abdul Salam mengatakan, perda yang suda ditetapkan hukumnya wajib dilaksanakan oleh dinas terkait karena suda jelas ada dan itu harus ditegakan, apalagi DPM-PTSP ini yang memberikan izin oprasi jangan sampai pemerintahan ini dianggap lalai dalam penegakan perda.

“Seperti diabaikan begitu saja oleh dinas terkait, dimana hampir semua tempat hiburan malam yang diberi lebel kafe hiburan keluarga beruba menjadi tempat peredaran Miras dan obat-obatan, seharunya hal seperti itu diberikan sanksi tegas”

Abdul menyampaikan, jika kepala dinas terkait tidak mampu lagi menegakan peraturan yang suda berlaku sebaiknya mengundurkan diri.

“Kalau suda tidak becus lebih baik ajukan pengunduran diri karena masalah tempat hiburan malam yang ada di Halsel ini suda berulang kali melanggar aturan tapi tidak ditindak secara tegas harusnya sampai pada pencabutan izin oprasi”

Dirinya meminta Bupati Halmahera Selatan agar mencopot Nasir Koda dari Kepala Dinas DPM-PTSP karna dinilai gagal dalam melaksanakan peraturan daerah.

“Keresahan warga ini suda cukup lama tetapi sengaja dibiarkan oleh kadis, kami minta Bupati untuk evaluasi kenerja karna dinilai gagal”

Berdasrkan informasi yang di peroleh 9 kafe diduga memperdagangkan Miras secara bebas, memperkejakan Pekerja Seks Komersil (PSK) yang bergedok wanita pemandu lagu atau LC, ditemukannya indikasi Lc yang diagnosa HIV AIDS, masalah lainya yaitu diduga pernah mempekerjakan anak di bawah umur sampai pada pembuangan limba di lokasi kafe. (Red)