LABUHA, Malutline– Nama Dr. Muhammad Kasuba masih melekat kuat di hati masyarakat Halmahera Selatan (Halsel). Dua periode menjabat sebagai Bupati Halsel, dari 2005–2010 dan 2011–2016, ia meninggalkan warisan besar berupa program-program pro-rakyat yang hingga kini masih dikenang. Salah satu yang paling fenomenal adalah program pendidikan gratis dan kesehatan gratis, yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia kala itu.
Kebijakan tersebut tidak hanya populer, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat Halsel, terutama kalangan kurang mampu. Rakyat kecil merasakan langsung manfaat kepemimpinannya, sehingga sosoknya tetap dikenang sebagai bupati yang membumikan visi pelayanan publik yang sederhana: memanusiakan manusia.
Pendidikan Gratis, Investasi untuk Generasi Muda
Di masa kepemimpinannya, Muhammad Kasuba berani mengambil langkah bersejarah dengan menghapus biaya sekolah bagi seluruh siswa SD hingga SMA. Program ini lahir dari keyakinannya bahwa pendidikan adalah pintu utama kemajuan sebuah daerah.
“Kalau anak-anak Halsel bisa sekolah tanpa terbebani biaya, mereka akan punya masa depan yang lebih baik. Itulah cita-cita utama saya,” ungkapnya dalam salah satu kesempatan wawancara saat menjabat.
Program ini menjadi tonggak penting karena mampu menekan angka putus sekolah di Halsel secara signifikan. Anak-anak dari keluarga petani, nelayan, hingga buruh yang sebelumnya kesulitan membayar biaya sekolah, akhirnya bisa menempuh pendidikan tanpa cemas soal biaya.
Kesehatan Gratis, Perlindungan untuk Rakyat Kecil
Selain pendidikan, bidang kesehatan juga mendapat perhatian serius. Muhammad Kasuba meluncurkan program kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Halsel. Warga yang sakit cukup membawa KTP atau kartu keluarga untuk mendapat layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.
Program ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat di desa-desa terpencil yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan kesehatan karena mahalnya biaya pengobatan. “Saya tidak ingin ada rakyat Halsel yang sakit lalu tidak bisa berobat karena tidak punya uang,” tegasnya kala itu.
Kebijakan ini menjadikan Halsel sebagai daerah pionir di Indonesia dalam penerapan layanan kesehatan gratis. Bahkan, banyak kepala daerah lain yang kemudian datang belajar dari Halsel untuk mengadopsi program serupa.
Dikenang sebagai Pemimpin Rakyat
Bukan hanya pendidikan dan kesehatan, kepemimpinan Muhammad Kasuba juga ditandai dengan pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan masyarakat, hingga program sosial berbasis agama. Namun, yang paling membekas di hati masyarakat adalah keberpihakannya kepada rakyat kecil.
Warga Halsel masih mengenang bagaimana ia kerap turun langsung ke desa-desa, berdialog dengan masyarakat, dan memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi. Sikap sederhana, merakyat, dan religius membuatnya dicintai lintas kalangan.
Jejak Kepemimpinan yang Menjadi Inspirasi
Hari ini, meski sudah tidak lagi menjabat sebagai bupati, nama Muhammad Kasuba tetap harum. Banyak masyarakat menilai, jejak kepemimpinannya menjadi standar sekaligus inspirasi bagi pemimpin daerah berikutnya.
“Pak Muhammad Kasuba meninggalkan warisan besar bagi Halsel. Pendidikan gratis dan kesehatan gratis itu bukan sekadar program, tapi bukti nyata keberpihakan kepada rakyat,” ujar seorang tokoh masyarakat Bacan.
Membangun dengan Hati
Apa yang dilakukan Muhammad Kasuba selama dua periode kepemimpinannya menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata soal infrastruktur, tetapi juga soal membangun manusia. Filosofi ini membuatnya dikenang bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sosok pemimpin yang benar-benar mengemban amanat rakyat.
Dengan segala prestasinya, Dr. Muhammad Kasuba menorehkan sejarah bahwa Halsel pernah dipimpin oleh seorang bupati yang berani membuat terobosan, berpihak kepada rakyat kecil, dan membangun daerah dengan hati. (Red)




