Ternate Malutline.com Kasus penganiayaan terhadap pasangan suami-istri (pasutri) terjadi di Kelurahan Tobololo, Kota Ternate, pada Selasa malam, 18 November 2025. Kejadian ini bermula ketika korban, yang tengah mengantar pesanan kue usai salat Magrib, tiba-tiba dihadang seorang pria dalam kondisi diduga mabuk hingga berujung pemukulan dan pengeroyokan.

Korban menceritakan, ia dan suaminya berangkat dari Kampung Makassar Timur menuju rumah orang tuanya di Sulamadaha. Sambil melintas, mereka sekalian mengantar pesanan kue kepada seorang warga Tobololo. Namun, saat berhenti untuk menyerahkan pesanan, seorang pria yang tampak sedang mabuk mulai memprotes lampu motor korban yang dianggap “mengenainya”, padahal ia duduk di pinggir jalan dalam kondisi tidak stabil.

Setelah pesanan diberikan dan pasangan tersebut melanjutkan perjalanan, tiba-tiba pelaku berteriak makian bernada kasar. Korban yang tidak terima kemudian membalas ucapannya, namun hal itu justru memicu pelaku mengejar dan menyambar motor pasangan tersebut. Pelaku kemudian mencengkeram kerah baju suami korban.

Situasi memanas ketika pelaku menampar sang istri. Melihat istrinya dipukul, suami korban berusaha membela, sehingga terjadi baku hantam antara keduanya.

Beberapa warga sekitar sempat melerai, namun pelaku yang belum puas diduga mengambil batu dan kembali mencoba menyerang. Korban dan suaminya berupaya lari mencari perlindungan, namun di tengah jalan mereka justru mendapat lemparan batu lain dari warga yang tidak dikenal. Korban menyebut tidak terdapat upaya perlindungan dari sebagian warga sekitar.

“Suami saya sudah terjatuh tengkurap, saya bantu tarik bangun. Baru setelah itu ada tiga laki-laki yang bantu amankan kami ke rumah Pak RT,” ungkap korban.

Namun peristiwa tidak berhenti di situ. Korban menuturkan bahwa Babinsa setempat terkesan menganggap remeh situasi dan tidak segera memanggil pelaku untuk penyelesaian. Bahkan saat mereka berlindung di dalam rumah, pelaku diduga sempat masuk ke kamar tempat mereka menenangkan diri.

Korban menilai tidak ada langkah tegas dari aparat kelurahan maupun petugas keamanan setempat untuk mengamankan pelaku dan menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Akibat kejadian ini, suami korban mengalami luka-luka serius dan kini terbaring di rumah sakit. Korban berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan tersebut.

Peristiwa ini pun ramai mendapat sorotan publik setelah korban melaporkan kejadian tersebut melalui media sosial dan menandai akun resmi @humas_polres_ternate serta @fajakeho_id.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penganiayaan dan upaya penanganan pelaku. (Red)

Ternate, Malutline — Suasana haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Maya Dira Suriandi, siswi SMA Negeri 3 Kota Ternate asal Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, yang resmi berangkat ke Jepang dini hari tadi, Rabu (13/11/2025). Keberangkatan Maya merupakan bagian dari program misi pendidikan internasional yang melibatkan pelajar berprestasi dari Indonesia.

Maya, putri pertama dari pasangan Suriandi Sabtu dan Gamar Anwar, menjadi salah satu siswi yang lolos seleksi nasional untuk mengikuti kegiatan pendidikan lintas negara tersebut. Dengan penuh rasa syukur, kedua orang tuanya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, serta Kepala Dinas Pendidikan Halsel, yang telah memberikan dukungan dan sponsor terbaik bagi keberangkatan putri mereka.

“Kami sebagai orang tua merasa sangat bangga dan terharu. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati dan Ibu Kadis Pendidikan Halsel yang telah membantu hingga Maya bisa berangkat ke Jepang. Ini kebanggaan bagi keluarga dan juga masyarakat Halmahera Selatan,” ujar Suriandi Sabtu, ayah Maya, dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Maya Dira mengaku bangga bisa membawa nama baik daerah di tingkat internasional. Ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan kembali membawa ilmu yang bermanfaat bagi generasi muda di daerahnya.

“Saya ingin belajar lebih banyak tentang teknologi dan budaya Jepang. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi teman-teman di Halsel untuk terus berprestasi,” tutur Maya sebelum keberangkatannya di Bandara Sultan Babullah Ternate.

Kadis Pendidikan Halmahera Selatan Siti Khodijah Spd M.pd menyebut keberangkatan Maya sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan SDM generasi muda.

“Kami berharap Maya menjadi duta pendidikan yang membanggakan daerah dan membawa pulang semangat belajar serta wawasan global bagi pelajar Halsel lainnya,” ucapnya.

Program misi pendidikan ini akan berlangsung selama beberapa bulan di Jepang, dengan fokus pada pertukaran budaya, riset teknologi, dan pengembangan karakter pelajar Indonesia di kancah internasional.

Keberangkatan Maya Dira Suriandi menjadi catatan sejarah baru bagi Halmahera Selatan, bahwa dari pelosok Kayoa Utara pun, lahir generasi emas yang mampu bersaing di dunia internasional Indonesia ke jepang.(Red)

TERNATE, Malutline – 1 November 2025 – Tepat tiga tahun sudah perjalanan pengabdian Lurah Akehuda sejak dilantik pada 1 November 2022 lalu. Dalam rentang waktu itu, banyak kisah suka dan duka yang mewarnai langkah kepemimpinannya.

“Tiga tahun sudah mengemban amanah sebagai Lurah Akehuda. Waktu yang penuh warna — ada suka, ada duka, ada pelajaran di setiap langkah,” ungkap sang lurah dalam refleksi peringatan masa jabatannya, Sabtu (1/11).

Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, rekan kerja, lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK), serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik yang mendukung maupun yang tidak.

“Semoga langkah kecil ini terus memberi manfaat bagi kelurahan Akehuda tercinta. Belum banyak yang ku persembahkan, tapi semoga ke depan Akehuda lebih baik lagi dengan siapapun yang akan melanjutkan,” tulisnya penuh haru.

Ungkapan itu menggambarkan ketulusan seorang pemimpin yang tak hanya menunaikan tugas administratif, tapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan pelayanan bagi warganya.

Dalam kesempatan yang sama, ia sempat berseloroh dengan nada ringan mengenang masa awal pelantikannya. “Alhamdulillah pernah kurus saat pelantikan,” ujarnya disertai emoji tawa dan sapaan akrab kepada Ketua LPM Akehuda, Risdawati Abdullah, “You are my everything.”

Tiga tahun pengabdian ini menjadi catatan tersendiri bagi warga Kelurahan Akehuda. Meski belum semua harapan tercapai, kehangatan hubungan antara lurah dan masyarakat menjadi warisan yang berharga.

Akehuda mungkin akan berganti pemimpin, namun semangat gotong royong dan pelayanan yang telah terbangun selama tiga tahun terakhir diharapkan tetap menjadi pondasi untuk masa depan yang lebih baik. (Red)

HALTENG, Malutline – 31 Oktober 2025 PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) melalui Devisi Elektrik Engineering yang berlokasi di Km 15, Kabupaten Halmahera Tengah, kini menerapkan program penilaian karyawan teladan bagi tenaga kerja Indonesia. Program ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan disiplin, etika, dan tanggung jawab di lingkungan kerja.

Menurut Rusdianto Abd Rahman, salah satu petugas Safety Lapangan Elektrik Engineering, penilaian tersebut meliputi kedisiplinan waktu, kehadiran dalam briefing pagi, hingga sikap dan perilaku di area kerja.

“Tujuannya agar karyawan berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaik, berperilaku sopan terhadap atasan, baik dari pihak Cina maupun Indonesia, serta menjaga hubungan yang harmonis antar sesama rekan kerja,” ujar Rusdianto saat ditemui di lokasi kerja, Jumat (31/10/2025).

Ia menambahkan, program ini juga disertai dengan pemberian hadiah simbolis kepada karyawan yang dinilai teladan setiap periode tertentu. Meskipun nilainya tidak besar, penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi pekerja untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik perusahaan.

Lebih lanjut, Rusdianto menyebutkan bahwa langkah ini dilakukan menyusul munculnya sejumlah kasus pelanggaran disiplin di beberapa devisi lain, seperti dugaan pemukulan dan pencurian barang milik perusahaan yang sempat viral di media sosial.

“Dengan adanya penilaian karyawan teladan, kami berharap semua karyawan lebih sadar akan pentingnya sikap profesional dan bertanggung jawab. Karena setiap tindakan negatif di lapangan tidak hanya merugikan perusahaan, tapi juga diri sendiri,” tegasnya.

Program ini disambut positif oleh para pekerja di Devisi Elektrik Engineering IWIP, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap peningkatan karakter dan kualitas sumber daya manusia di lapangan. (Red)

HALSEL, Malutline.com Insiden tak terpuji terjadi di salah satu kafe malam kawasan hoks, Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis malam (30/10/2025). Seorang warga yang diketahui bernama Iswan, asal Labuha, diduga mengancam dan membentak seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan di lokasi tersebut.

Menurut keterangan sejumlah pengunjung, saat kejadian Iswan dalam kondisi diduga telah dipengaruhi minuman keras. Ia secara tiba-tiba berteriak dengan nada kasar dan menghina wartawan yang sedang bertugas.

“Dia (Iswan) marah-marah dan teriak ‘wartawan bodok, suka campur urusan’. Padahal wartawan itu tidak melakukan apa-apa, hanya liputan biasa. Iswan sudah dalam keadaan mabuk,” ungkap salah satu pengunjung yang enggan disebut namanya.

Masih menurut keterangan saksi, perilaku Iswan sudah dikenal negatif oleh beberapa pengunjung kafe. Ia disebut memiliki tipikal arogan dan kerap membuat keributan di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Labuha.

“Orangnya memang sudah sering bikin gaduh di beberapa kafe. Kalau sudah minum, dia selalu merasa hebat dan suka menyinggung orang lain,” tambah pengunjung lainnya.

Dalam insiden tersebut, Iswan juga sempat membanggakan harta keluarganya di depan sejumlah perempuan penghibur malam. Ia mengaku berasal dari keluarga kaya dan menyebut orang tuanya sebagai pemilik mobil mewah terbanyak pertama di Bacan, bahkan sebelum Halmahera Selatan dimekarkan menjadi kabupaten.

“Dia bilang orang tuanya orang pertama yang punya mobil mewah di Labuha, dan merasa orang paling berpendidikan tinggi di sini. Ucapannya malah jadi bahan tertawaan para pengunjung,” ujar saksi lain di lokasi.

Sikap arogan Iswan membuat suasana kafe memanas. Ia bahkan sempat mengancam wartawan yang sedang meliput, namun aksi tersebut berhasil dilerai oleh sejumlah pengunjung dan staf kafe sehingga tidak terjadi bentrokan.

Para pengunjung mengecam keras tindakan Iswan dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami minta aparat keamanan mengambil tindakan tegas. Jangan sampai hal seperti ini dibiarkan, apalagi sampai mengancam wartawan yang sedang bertugas,” tegas salah satu pengunjung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak kafe terkait insiden tersebut. Namun para saksi berharap kejadian itu bisa menjadi pelajaran agar setiap pengunjung tempat hiburan tetap menjaga etika dan menghormati profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. (Red)