LABUHA, Malutline – Sejumlah warga Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk mengevaluasi Kepala SMP Negeri 29 Halmahera Selatan, Hi Kafin Gafar.
Desakan tersebut muncul setelah beredarnya berbagai tudingan di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya hubungan pribadi dengan istri orang. Selain itu, warga juga mengaku menyoroti persoalan kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurut warga, dugaan tersebut telah menjadi perbincangan di lingkungan masyarakat sehingga mereka meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan objektif untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Warga juga meminta Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muksin agar mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran disiplin ASN, kode etik, maupun ketentuan kepegawaian lainnya.
“Apabila terbukti melanggar aturan disiplin dan kode etik ASN, kami meminta agar pemerintah memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mengevaluasi jabatannya sebagai kepala sekolah,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat berharap proses pemeriksaan dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak memihak. Mereka juga meminta agar seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan keterangan sehingga hasil pemeriksaan benar-benar berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diterbitkan, Hi Kafin Gafar belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang berkembang di tengah masyarakat. Demikian pula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan tanggapan resmi mengenai adanya desakan evaluasi tersebut.
Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Hi Kafin Gafar maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atau tanggapan atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini. (Red)



Peristiwa tersebut, menurut pengakuannya, terjadi pada Senin, 26 Mei 2026, sehari menjelang Hari Raya Iduladha. Saat itu ia sedang mengangkut hasil kopra menggunakan sepeda motor Honda Scoopy di ruas jalan Desa Bisui.

