HALSEL,Malutline – Debat kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, di kompastv Jakarta Rabu (13/11), menyisakan suasana berbeda. Ini lantaran dua Calon Wakil Bupati tampil layaknya orang bisu.

Dua Calon Wakil Bupati itu yakni Umar Hi Soleman yang berpasangan dengan Cabup no urut 1 Bahain Kasuba, dan Cawabup Muhtar Sumaila yang berpasangan dengan Cabup nomor urut 2 Rusihan Jafar.

Kedua Cawabup ini tidak menggunakan kesempatan untuk bertanya, menjawab maupun memberikan tanggapan atas sesi tanya jawab yang dipandu moderator.

Debat yang berlangsung kurang lebih dua jam itu membuat keduanya tampil sebagai pelengkap, bahkan boleh disebut ajudan yang hanya siap siaga. Berbeda dengan debat pertama beberapa waktu lalu, keduanya sempat menyampaikan pandangan meski terbata bata dan menggunakan catatan yang sudah disiapkan.

Penampakan memalukan ini sempat mengundang reaksi Cawabup Helmi Umar Muksin, yang meminta keduanya membantu menghidupkan forum terhormat tersebut. (Red)

JAKARTA, Malutline – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Selatan sukses menggelar debat publik kedua dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Acara yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (13/11/2024), dihadiri oleh Penjabat Bupati Halsel Kadri La Edje, KPU Provinsi Maluku Utara, tim panelis yang merumuskan pertanyaan pada debat kedua, serta Bawaslu Halsel, jajaran ketua dan anggota KPU Halsel, ketua-ketua partai pengusung, dan ratusan pendukung serta simpatisan dari empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel 2024.

Dalam sambutanya, Ketua KPU HalselTabrid S. Talib, menyampaikan “Debat publik ini menjadi momen penting bagi para calon untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka lima tahun kedepan, sehingga masyarakat pemilih dapat menentukan dan menjatuhkan pilihanya pada tanggal 27 November mendatang.

Debat Kedua ini dengan mengangkat tema “Inovasi Pelayanan Publik,Tata Kelola Pemerintahan Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia”.

“Ucapan terimakasi kami sampaikan tim panelis, dalam meyusun dan merumuskan tema,sub tema dan daftar pertanyaan dalam debat terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, “ungkap Tabrid.

Hal ini menjadi kerja sama antara KPU Halmahera Selatan dan Kompastv, tentu menjadi harapanya bisa mampu membawa masyarakat Halmahera Selatan untuk menentukan pilihanya dalam pemilihan serentak Kepala Daerah yang akan digelar pada 27 November 2024.

Lanjut Tabrid, mengajak kepada 180.460  pemilih di Kabupaten Halmahera Selatan yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap, jangan lupa pada hari rabu 27 November 2024 rame-rame datang ke TPS untuk memilih. (Red)

SOFIFI,Malutline – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 03, yaitu Muhammad Kasuba dan Basri Salama (MK-BISA), dengan tegas menegaskan tekad mereka dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Maluku Utara.

Komitmen itu diungkapkan ketika berpartisipasi dengan sangat menakjubkan dalam debat kandidat pertama yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara di Sofifi, pada hari Selasa (12/11/2024) yang lalu.

Dalam pernyataannya, Calon Gubernur MK menyoroti betapa pentingnya ketahanan keluarga dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga.

Bagini pikirannya, keluarga merupakan inti dari masyarakat yang perlu diperkuat melalui program pembinaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Agama dan Budaya.

Keluarga perlu dibangun dengan lebih kukuh dan diterapkan secara mendalam. Ini termasuk dalam program mendasar yang sangat penting untuk diresmikan,” paparnya.

Juga penting untuk dicatat bahwa program ini membutuhkan alokasi anggaran yang memadai, serta dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan. Ia sangat menyarankan untuk bekerja sama dengan semua pihak demi menjamin kesuksesan program ini.(Red)

JAKARTA, Malutline – Debat publik kedua 4 paslon Bupati Kabupaten Halmahera yang diselenggarakan KPU Halmahera Selatan disiarkan langsung televisi nasional Kompas TV pada Rabu (13/11).

Debat kedua kali ini, di segmen pertama Paslon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan nomor urut 4 Jasri-Muhlis tampil memukau memaparkan visi dan misi.

Tidak hanya itu, paslon Jasri-Muhlis berhasil menjawab pertanyaan dari panelis melalui moderator soal pemberatasan korupsi di Kabupaten Halmahera Selatan.

Bahkan ketua DPW PKB Maluku Utara ini berkomitmen akan menyelengarakan pemerintah yang bersih dari kolusi dan nepotisme.

“Jika kami di percaya maka paslon Jasri-Muhlis akan menunjukan komitmen dalam pemberantasan korupsi karena korupsi adalah penyakit,”Tukasnya.

Dikesempatan yang sama, Calon Wakil Bupati Halsel, Muhlis Djafaar menambahkan kedepan jika paslon nomor urut 4 terpilih maka akan menyiapkan aplikasi lapor, ini akan mendorong partisipasi masyarakat dalam melaporkan masalah yang terjadi di setiap Desa.

“Kedepan masyarakat tidak perlu takut melaporkan permasalahan di desa, cukup masuk ke Aplikasi !lapor melaporkan masalah,”Tandasnya.(Sam)

TERNATE,Malutline – Awalnya, dia dianggap rendah karena ingin menggantikan suaminya, Benny Laos, yang sudah meninggal. Namun, dia berhasil mempesona masyarakat Malut dalam debat pada Selasa (12/11).

Salah satu momen terbaik adalah ketika dia menjawab pertanyaan tentang KEK Pariwisata Morotai yang hampir ditutup oleh Cagub nomor urut tiga. Cara mengatasi hutang Kabupaten Morotai yang besar terhadap PEN. Pertanyaan ini ditujukan kepada pasangan Nomor 4 Sherly dan Sabrin Sehe. Namun, Sherly menjawab pertanyaan dengan tenang dan tepat.

Dalam debat, Sherly menjelaskan bahwa KEK dan PEN memiliki perbedaan yang jelas. Kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dibuat oleh pemerintah pusat tetapi memerlukan keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaannya karena memerlukan investasi.

PEN adalah pinjaman dari pemerintah pusat selama pandemi Covid-19. Di sisi lain, Paslon Nomor 4 mendapat kritik dari Paslon Nomor 3 terkait penggunaan dana PEN untuk pembangunan. Di sisi lain, daerah merasa kesulitan untuk membalikkan pinjaman yang diberikan oleh pemerintah. Respons tersebut kemudian dijawab oleh Paslon nomor urut 4.

Menurut Sherly, apabila dibandingkan dengan inflasi, pembangunan yang dilakukan pada tahun 2021 sebesar Rp200 miliar sudah sesuai. Menurutnya, uang sebesar Rp200 miliar akan memiliki nilai yang berbeda jika digunakan untuk membangun pada tahun 2025 atau 2030 karena nilai uang tidak tetap setiap tahunnya.

Pembangunan yang dilakukan pada waktu itu dianggap sesuai oleh banyak orang karena dipimpin oleh Almarhum suaminya Benny Laos. Jawaban Sherly pun disambut dengan tepuk tangan dari para pendukungnya. Bahkan di media sosial video debat ini menjadi sangat populer.(Red)