HALSEL,Malutline – Pleno rekapitulasi suara Pilkada 2024 tingkat Kabupaten Halmahera Selatan resmi dimulai pada Selasa, 3 Desember 2024, bertempat di Hotel Buana Lipu. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan perwakilan dari berbagai lembaga.

Sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya pleno, Polres Halmahera Selatan menurunkan 204 personel gabungan. Anggota yang dilibatkan terdiri dari personel Polres Halmahera Selatan, Direktorat Samapta Polda Maluku Utara, serta Kompi Brimob Kompi 2 Batalyon C Polda Malut.

Dalam apel kesiapan, Kabag Ops Polres Halmahera Selatan, AKP Zikri Muamar, S.I.K., menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara berlapis, mulai dari pintu masuk hotel, area halaman, hingga depan ruang pleno. Selain itu, setiap personel diminta untuk memeriksa ID card tamu undangan dengan seksama, sesuai dengan instruksi KPU untuk memastikan bahwa acara berlangsung dengan aman dan tertib.

“Pastikan setiap tamu undangan mematuhi ketentuan ID card yang telah ditetapkan KPU. Jangan sampai ada kelalaian yang bisa mengganggu jalannya acara,” ujar AKP Zikri.

Kegiatan pleno ini diharapkan berjalan lancar dan aman, dengan pengamanan ketat yang diterapkan oleh pihak kepolisian guna mendukung transparansi dan integritas proses demokrasi di Kabupaten Halmahera Selatan.(Red)

HALSEL,Malutline – Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pasimbaos, Kecamatan Kepulauan Batang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), diduga telah disalahgunakan oleh perangkat desa dan Kepala Desa (Kades) setempat, Thaib Ahmad. Padahal, BUMDes yang dibentuk dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa tersebut, kini menjadi sorotan setelah dana senilai Rp 100 juta dikabarkan habis dibagikan secara tidak transparan.

Berdalih untuk meningkatkan kesejahteraan warga, Desa Pasimbaos mendirikan BUMDes yang seharusnya dikelola untuk kepentingan masyarakat. Namun, dana BUMDes yang seharusnya digunakan untuk program pembangunan atau pemberdayaan ekonomi desa, malah diduga disalurkan oleh Kades Thaib Ahmad kepada para aparat desa dan pengurus BUMDes. Dana sebesar Rp 100 juta itu diduga habis tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas, yang menimbulkan kekecewaan di kalangan warga setempat.

Penggunaan dana BUMDes yang tidak sesuai peruntukannya ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir, meski sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat setempat. Para warga Desa Pasimbaos yang mengetahui adanya penyalahgunaan dana ini mengungkapkan kekecewaannya, tetapi hingga saat ini, belum ada tindakan konkret dari pihak berwenang untuk memeriksa dan menindaklanjuti masalah tersebut.

Kejadian ini terjadi di Desa Pasimbaos, Kecamatan Kepulauan Batang Lomang, yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Desa ini terbilang cukup terpencil, dengan akses yang terbatas ke sumber daya dan infrastruktur yang lebih baik.

Meskipun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seharusnya menjadi sarana untuk mendukung perekonomian desa, kenyataannya banyak desa di Indonesia, termasuk Desa Pasimbaos, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan dana desa. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana, serta lemahnya sistem kontrol terhadap kepala desa dan perangkat desa yang memiliki kewenangan.

Kepala Desa Pasimbaos, Thaib Ahmad, bersama sejumlah perangkat desa dan pengurus BUMDes, disebut-sebut terlibat langsung dalam penyalahgunaan dana tersebut. Masyarakat merasa bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik malah dibagikan secara tidak sah untuk keuntungan pribadi dan kelompok tertentu.

Warga desa, yang enggan disebutkan namanya, sangat kecewa dengan tindakan Kades dan perangkat desa tersebut. Mereka mengharapkan agar pemerintah dan aparat berwenang segera turun tangan untuk memeriksa dan menindak tegas pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan dana BUMDes. “Kami sangat berharap agar ada tindakan dari pihak yang berwenang. Kades seharusnya diberi sanksi agar tidak ada penyalahgunaan dana desa seperti ini lagi,” ujar salah satu warga dengan penuh harapan.

Hingga saat ini, belum ada tindakan tegas yang diambil oleh pihak berwenang terkait penyalahgunaan dana BUMDes di Desa Pasimbaos. Kepala Desa Thaib Ahmad tampak tidak terpengaruh dengan tuduhan tersebut dan tidak menunjukkan adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana desa. Masyarakat pun berharap agar kasus ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang.

Dengan kasus ini, kembali muncul pertanyaan besar tentang efektivitas pengelolaan dana desa dan BUMDes yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun pada kenyataannya malah disalahgunakan oleh oknum yang seharusnya bertanggung jawab untuk memajukan desa. (Red)

Muaro Jambi, Malutline – Sebuah peristiwa tak terduga terjadi di tengah Rapat Pleno Penghitungan Suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (28/11/2024) sore. Rapat yang berlangsung di kantor kecamatan itu mendadak terhenti setelah seekor ular kobra sepanjang sekitar satu meter memasuki celana Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Eka Putra Nasution.

Peristiwa itu bermula saat Eka merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam celananya. Dikutip dari Tribun News Awalnya, Eka mengira benda yang bergerak itu adalah kunci motor milik rekannya yang terjatuh. Namun, setelah merasakannya lebih lanjut, ia terkejut mengetahui bahwa yang bergerak di dalam celananya adalah seekor anak ular kobra.

“Saya langsung merasa ada yang bergerak, awalnya saya pikir kunci motor saya yang jatuh. Tapi, setelah saya rasakan lagi, baru saya tahu kalau itu adalah ular,” ujar Eka yang masih terkejut dengan kejadian tersebut.

Kejadian yang terjadi secara mendadak membuat suasana rapat pleno menjadi panik. Para peserta rapat yang terdiri dari petugas pemilu dan warga setempat segera bereaksi untuk membantu Eka dan mengatasi situasi tersebut. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi dengan sigap menangkap ular tersebut dan membunuhnya untuk memastikan keselamatan semua pihak.

“Suasana langsung panik, tapi setelah ular itu berhasil diamankan, semua kembali tenang dan rapat pleno dilanjutkan,” ujar Eka menambahkan.

Meski kejadian tersebut sempat mengganggu jalannya rapat, peristiwa itu tetap menjadi pengalaman tak terlupakan bagi seluruh peserta rapat. Eka menyatakan bahwa meskipun situasi sempat tegang, rapat pleno tetap berjalan lancar setelah ular tersebut berhasil ditangani.

“Pengalaman ini akan sulit dilupakan. Tapi kami tetap melanjutkan rapat seperti biasa setelah keadaan aman,” tutup Eka Putra Nasution. (Red)

 

Sumber : Tribun News

HALSEL,Malutline – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halmahera Selatan (Halsel) 2024 tercatat sebagai yang teraman sepanjang sejarah pelaksanaan pilkada di wilayah ini. Keberhasilan ini berkat kedewasaan politik masyarakat Makayoa dan peran aktif TNI-Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban.

Ketua Tim Relawan Muda Basam-Helmi, Asbur Abu, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh warga Makayoa yang telah menunjukkan sikap politik yang sangat dewasa dan tidak terprovokasi oleh situasi apapun, sehingga tidak terjadi pertikaian selama proses pilkada. “Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras bersama, baik dari masyarakat, tim sukses, dan tentunya pihak keamanan,” kata Asbur dalam keterangannya.

Selain itu, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada aparat keamanan, terutama TNI-Polri, yang bekerja keras dan profesional dalam melaksanakan tugasnya. Mereka menjaga stabilitas dan keamanan dengan sangat baik, mematuhi Undang-Undang (UU) Pengamanan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), yang akhirnya mampu menciptakan rasa aman di kalangan masyarakat, khususnya di Makayoa.

Pilkada Halsel 2024 juga berhasil mencatatkan kemenangan pasangan calon Basam-Helmi di Makayoa dengan perolehan suara yang sangat signifikan, melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya. Pasangan ini memperoleh dukungan luas dari masyarakat yang terbukti terlihat dari suara yang mereka raih. “Ini adalah kemenangan bagi masyarakat Makayoa yang telah bekerja keras untuk mewujudkan perubahan,” ujar Asbur Abu.

Tidak hanya itu, penyelenggara pilkada, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), juga mendapatkan apresiasi atas pelaksanaan yang berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Proses pemilu kali ini diakui telah terlaksana dengan transparansi dan profesionalisme tinggi di semua tingkatan.

Kemenangan Basam-Helmi di Makayoa, khususnya, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim sukses dan relawan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang berharap agar perubahan dan kemajuan yang dijanjikan dapat terwujud di bawah kepemimpinan mereka.(Red)

HALSEL,Malutline – Pasangan calon (Paslon) Bassam-Helmi, dengan nomor urut 3, resmi mengumumkan kemenangan mereka dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halmahera Selatan (Halsel) 2024. Pengumuman ini disampaikan oleh Bassam Kasuba, calon bupati dari pasangan tersebut, pada Rabu (29/11/2024), setelah data perolehan suara yang masuk mencapai 100%.

Menurut Bassam, data tersebut dihimpun melalui tim tabulasi yang menerima laporan suara dari saksi-saksi di 466 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Halmahera Selatan. Berdasarkan hasil tersebut, Bassam-Helmi meraih total 52.812 suara, yang setara dengan 42,72% dari jumlah suara sah yang masuk.

Bassam Kasuba, yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyatakan bahwa proses pemungutan suara dan perhitungan suara Pilkada Halmahera Selatan telah selesai. Meski begitu, ia mengingatkan kepada seluruh simpatisan dan pendukungnya untuk terus mengawal proses rekapitulasi hasil suara, baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten.

“Proses ini belum selesai sampai di sini. Kami meminta agar semua pendukung Bassam-Helmi tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif, serta mengawal rekapitulasi suara hingga di tingkat kabupaten. Yang paling penting, kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Halmahera Selatan,” ungkap Bassam dengan penuh keyakinan.

Paslon Bassam-Helmi kini menunggu hasil rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, namun mereka optimis bahwa hasil yang diperoleh mereka akan tetap bertahan hingga pengumuman final. Kemenangan ini disambut dengan antusias oleh pendukung mereka, yang berharap bisa membawa perubahan positif bagi pembangunan Halmahera Selatan di masa depan.(Red)